Tampilkan postingan dengan label Islamiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamiah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

AMPUUH..!! Bacalah Doa Ini Saat Bepergian, In Sha Allah Selamat dari Begal dan Gangguan Jin

ZONAISLAMI - Belakangan ini, berita aksi begal masih cukup marak dan membuat masyarakat resah. Selain mengajarkan bagaimana jika bertemu begal atau pelaku kriminal sejenisnya, Islam juga mengajarkan doa agar selamat dan dilindungi Allah ketika bepergian. 



Baik dari kejahatan fisik seperti begal maupun gangguan syetan dari golongan jin.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ قَالَ – يَعْنِى إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ – بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ. يُقَالُ لَهُ كُفِيتَ وَوُقِيتَ. وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ

Dari Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 

“Barang siapa yang ketika keluar dari rumahnya membaca doa “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa haula wa laa quwwata illaa billah” (Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dari Allah), maka dikatakan kepadanya: kamu telah tercukup dan terlindungi, dan syetan pun akan menjauh darinya.” (HR. Tirmidzi; hasan shahih. Hadits senada diriwayatkan juga oleh Abu Daud)

Ustadz Hasan Bishri dalam buku Dahsyatnya Kekuatan Basmalah menjelaskan bahwa doa ini merupakan perisai diri yang ampuh dari berbagai macam kejahatan yang ada. “Insya Allah (dengan membaca doa yang diajarkan Rasulullah ini) kita akan aman dari segala macam gangguan yang ada di luar rumah,” terangnya.

Jika doa tersebut dibawa sewaktu keluar rumah baik ketika hendak pergi kerja atau safar, maka khusus untuk safar yang jauh dan bukan rutinitas, Syaikh Said bin Ali Wafd Al-Qathani menghimpun doa-doa lain dalam Hisnul Muslim sebagai berikut:

Ketika menaiki kendaraan hendak pergi safar, membaca doa:

اَللَّهُ اَكْبَرُ اَللَّهُ اَكْبَرُ اَللَّهُ اَكْبَرُ سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ

الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Mahasuci Dzat yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Ya Allah… sesungguhnya kami memohon kepadaMu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah, mudahkanlah segala urusan dalam perjalanan kami ini, pendekkanlah jarak dari jauhnya bepergian dan pengganti bagi keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah Engkau adalah teman dalam perjalanan dan wakil dalam keluarga. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kesulitan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan jeleknya kembali baik bagi harta maupun keluarga kami.” (HR. Muslim)

Ketika memasuki suatu wilayah, pulau atau negeri hendaklah berdoa:

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ وَرَبَّ الأَرَضِينِ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضْلَلْنَ وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ فَإِنَّا نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا

“Ya Allah Rabb pemilik tujuh lapis langit dan apa yang dinaunginya, Rabb tujuh lapis bumi dan apa yang dikandungnya, Rabb para syetan dan apa yang disesatkannya dan Rabb angin dan apa yang dihembuskannya, aku mohon kepadaMu kebaikan daerah ini, kebaikan penduduknya, serta kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan daerah ini, keburukan penduduknya serta keburukan yang ada di dalamnya.” (HR. Hakim, Ibnu Hikam dan Baihaqi; shahih)

Dan ketika singgah di sebuah tempat atau daerah tertentu hendaklah berdoa:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhlukNya” (HR. Muslim)


Dalam Syarah Hisnul Muslim, Syaikh Majdi Abdul Wahhab Al Ahmad menjelaskan bahwa sebagaimana hadits Rasulullah, keutamaan doa ini adalah pembacanya mendapatkan perlindungan dari Allah sehingga ia tidak diganggu bahaya apapun hingga meninggalkan tempat tersebut. Wallahu a’lam bish shawab. 




Sumber : www.bersamadakwah.com

Selasa, 14 Februari 2017

Inilah Jawaban Ustadz Jika Istri Memergoki Suami Lagi Chatingan Dengan Wanita Lain

ZONAISLAMI - Disalah satu sebuah forum pengajian ada seseorang yang bertanya kepada Ustadz, Ustdadz Saya menikah sudah 8 th., dikaruniai 2 anak. Suami saya bekerja di kapal. Persoalan saya : suami kerap chat dengan wanita lain kali ketahuan dengan saya dia katakan itu hanya dunia maya katanya.




Pada selang waktu beberapa saat dia berbuat seperti itu lagi. nama chat wanita itu diganti dengan nama cowok, Ustadz. Akhrinya saya pertikaian lagi. Sampai lantas dia meniadakan chat semua supaya saya yakin apabila dia tidak berkaitan dengan wanita itu.

Nyatanya dia teleponan Ustadz dengan wanita itu, hingga dibelikan pulsa itu cewek. Cocok saya bertanya dia berang besar sama saya dan dia menendang saya meskipun alhamdulillah tidak mengenai saya.

Dia katakan saya sudah berani buka-buka ponsel dia Ustadz. Jadi saya ditelepon suami, dia berikanlah ceramah pada saya Ustadz.

Bagaimana saya harus melakukan tindakan Ustadz? saya tidak mau ada perceraian lantaran ada anak dan saya masih tetap menyukai suami saya.

Kenapa dia demikian senantiasa Ustadz? Hingga dia katakan apabila berkaitan tubuh dengan saya lantaran kasihan dan saya disebut maling karena sudah buka hp dia Ustadz. Mohon percerahannya. Terima kasih banyak.

Wassalamualaikum wr. wb

Jawaban :

Nanda yang semoga senantiasa dilindungi Allah. Memanglah idealnya suami istri dapat keduanya sama terbuka, termasuk juga permasalahan hp. Chatting dengan siapa, mengobrol tentang apa, pasutri harusnya sama-sama tahu.


Walaupun itu memanglah ada tipe suami ataupun istri yang menginginkan miliki privasi, tidak ingin hp atau laptopnya dibuka oleh pasangannya sendiri. Kita juga perlu menghormati ruang privasi itu.

Sepanjang chattingannya tidak menjurus pada beberapa hal yang tidak mematuhi larangan Allah, sebenarnya Nanda perlu berikanlah suami ruangan untuk chat dengan rekannya. Janganlah begitu posesif atau cemburu terlalu berlebih.

Walau demikian apabila memang nyatanya Nanda merasakan chattingan mereka sudah ke arah perzinaan dan semacamnya, memang tak salah apabila Nanda geram pada suami dan memohonnya tidak lakukan hal sejenis itu lagi. Malah Nanda harus tegas umpamanya dengan memohon pertolongan pihak ketiga yang terpercaya dari keluarga suami untuk ikut mengawasi, agar suami tak berani berbuat lebih jauh dengan rekan chatnya itu.

Memanglah di sinilah letak seni berdakwah dalam rumah tangga, kita tidak dapat bosan mengingatkan, walaupun suami murka bahkan juga tidak mau mengabulkan keinginan kita untuk tidak lagi berkaitan chat atau apapun dengan wanita lain. Sebagai istri, kita harus senantiasa bersabar menyapa suami apabila ia bersalah. Tinggal langkahnya dipermanis, supaya suami tak tersinggung dan menginginkan dengarkan kita.

Yang tidak kalah utama, Nanda perlu sekali senantiasa berdoa pada Allah agar suami diberi hidayah, tidak bakal lakukan hal yg tidak disenangi istri.

Tidakkah sebaik-baik pria yakni mereka yang memperlakukan istri dengan sebaik-baiknya?

Semoga Allah membuat perlindungan Nanda, suami dan ke-2 buah hati, jadikan rumah tangga penuh kehangatan dan keselarasan, sakinah mawaddah warahmah. Aamiin.

Semoga bermanfaat



Sumber : http://www.keluarga-berencana.com/2016/04/begini-jawaban-ustadz-tentang-jika.html

Rabu, 25 Januari 2017

ASTAGHFIRULLAH..!!! Keset Kaki Berisi Lembaran Ayat Al Quran Ditemukan di Yogyakarta

ZONAISLAMI - Lembaran ayat suci Al Quran, kembali disalahgunakan.  oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Kini sebuah produk keset kaki ditemukan berisi lembaran kertas bertuliskan ayat-ayat Alquran.








Kabr tersebut diungkap oleh Fauzi, seorang warga Kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fauzi mengaku kaget ketika istrinya sedang mencuci tiga buah keset kaki di rumahnya,  Ahad


(27/11/2016). Saat basah, ketiga permukaan benda itu menampilkan bayang-bayang kertas yang bertuliskan aksara Arab.

Ternyata, dua dari tiga benda itu berisikan berlembar-lembar kertas yang bertuliskan teks Alquran

“Tahu ada tulisan Alquran, baru tadi pagi. Pas istri sedang mencuci kesetnya,” kata Fauzi lansir Republika, Ahad (27/11/2016).

Awalnya, kata Fauzi, sang istri merasa ragu terkait kebenaran lembaran-lembaran kertas yang ada di dalam keset bertuliskan ayat Alquran. Fauzi akhirnya menyobek lebar-lebar ketiga keset miliknya itu dan mengeluarkan semua isinya.

“Agak ragu karena terlihat bayang-bayang tulisan Arab. Akhirnya, (istri) memanggil saya. Terus saya menyobek (ketiga keset). Dan yang membuat saya pasti, pas terlihat nama surah Ali Imran,” kata pria kelahiran 1990 ini.

Fauzi menjelaskan, ia membeli ketiga keset itu sekitar satu bulan yang lalu di Pasar Pusat Sementara Prambanan.


“Saya beli tiga keset berbarengan, dan hanya satu yang tidak ada tulisan Alquran,” ujarnya. []

Selasa, 10 Januari 2017

MASYA ALLAH..!! Ini Manusia yang Dibanggakan Allah kepada Malaikat..

ZONAISLAMI - Kita boleh saja bangga ketika atasan mengungkapkan pujian atas hasil kerja. Atau boleh juga bangga ketika tetangga atau saudara mengungkapkan kekagumannya atas apa yang sudah kita dapatkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa ada perasaan bahagia saat orang lain mengakui hasil kerja keras kita.

Hal ini tidak jarang membuat diri termotivasi untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Tujuannya adalah orang-orang disekitar kembali bangga terhadap apa yang kita dapatkan. Namun pernahkan kita terbesit untuk sesekali membuat Allah SWT bangga?

Ternyata Dia yang menciptakan alam semesta, juga sangat bangga jika manusia melakukan hal ini. Bahkan Allah SWT akan membanggakan manusia tersebut di hadapan para malaikat. Padahal tindakan ini begitu mudah dan bisa dilakakukan siapa saja. Lantas apa yang membuat Allah bangga?

Tidak bisa dipungkiri jika perasaan bahagia menyelimuti diri ketika berhasil membuat suatu kebanggaan. Di hadapan manusia, kita bisa menjadi lebih terobsesi untuk melakukan hal-hal lebih lagi demi sebuah pengakuan tersebut. Sayangnya sedikit diantara kita yang berlomba-lomba membuat Allah SWT bangga. Padahal sangat mudah untuk bisa menjadi kebanggaan Sang Pencipta ini.

Ternyata manusia bisa membuat Allah bangga dengan hanya mengikuti majelis Dzikir. Di dalam Ibadah ini ada aktivitas mengingat Allah, memuji, dan mengagungkan-Nya, mensucikan dan memohon ampunan-Nya. Bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa majelis dzikir adalah taman surga yang ada di dunia.

“Apabila kalian melewati Taman-Taman Surga maka singgahlah.” Para sahabat bertanya, “Apa taman-taman surga itu?” “Majelis dzikir”, jawab beliau. (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

Sementara hadist yang menjelaskan jika Allah membanggakan manusia yang mengikuti majelis dzikir adalah sebagai berikut.

Muawiyah mengabarkan, Rasulullah SAW  bertanya kepada para sahabat yang sedang berkumpul “Apakah yang menyebabkan kalian duduk? ”

Mereka menjawab “Kami duduk berdzikir kepada Allah SWT dan memuji-Nya atas hidayah dan Karunia-Nya yang diberikan kepada kammim berupa agama Islam”

“Demi Allah, apakah hanya untuk itu kalian duduk?” tanya Beliau lagi. “Sesungguhnya saya tidak menyuruh kalian bersumpah sebagai tuduhan terhadap kalian, tetapi Jibril mendatangiku dan mengabarkan bahwa Allah SWT membanggakan kalian kepada malaikat”

Jika Allah SWT membanggakan amalan manusia kepada para malaikat, itu menandakan amalan kita diteria oleh-Nya, maka balasannya In Shaa Allah berupa pengampunan atas dosa-dosa, kebutuhan kita dicukupi dengan rezeki yang tidak disangka-sangka. Doa-doa tidak pernah tertolak dan selalu dikabulkan Allah, serta kelak kita akan dimasukkan ke dalam surga.

Senin, 09 Januari 2017

Anda Ingin Bertemu Allah di Dunia? Inilah 3 Tempat yang Diberi Tahu Allah

ZONAISLAMI- Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah swt berfirman pada hari kiamat, ‘Wahai anak Adam, Aku sakit dan engkau tidak menjenguk-Ku?’ Ia menjawab, ‘Ya Rabbi, bagaimana Aku membesuk-Mu dan Engkau adalah Pemilik alam semesta?’ Allah swt menjawab, ‘Engkau mengetahui hamba-Ku si fulan sakit dan engkau tidak menjenguknya, Apakah engkau tidak mengetahui, jika engkau datang menjenguknya, engkau akan menemukan Aku di sisinya’





‘Wahai anak Adam, Aku memohon makanan padamu, tetapi engkau tidak memberi-Ku makanan?’ Ia menjawab, ‘Ya Rabbi, bagaimana aku memberi-Mu makanan, sedangkan Engkau adalah Pemilik alam semesta?’ Allah swt menjawab, ‘Apakah engkau tidak mengetahui bahwa, hamba-Ku si fulan memohon makanan kepadamu, dan engkau tidak memberinya makanan, tidakkah engkau mengetahui, jika engkau memberinya makanan, engkau akan menemukan Aku di sisinya’

‘Wahai anak Adam, Aku memohon minuman kepadamu dan engkau tidak memberi-Ku minuman?’ Ia menjawab, ‘Ya Rabbi, bagaimana Aku memberi-Mu minuman, sementara Engkau adalah Tuhan Pemilik alam semesta?’ Allah swt menjawab, ‘Hamba-Ku si fulan meminta minuman kepadamu, tapi engkau tidak memberinya minuman, apakah engkau tidak mengetahui, jika engkau memberinya minuman, maka engkau akan menemukan Aku di sisinya’ (HR Muslim)

Banyak orang ingin berjumpa Tuhan, tapi tak tahu di mana tempatnya, karena memang Tuhan tidak memiliki tempat, sebab Dia adalah wujud Maha Gaib, namun memperhatikan hadis di atas, maka pada dasarnya kita bisa bertemu Tuhan setiap saat, dan bukan hanya bertemu Tuhan tetapi juga dapat mengobati-Nya ketika “sakit”, memberi-Nya “makan” ketika “lapar”, dan memberi-Nya “minum” ketika “haus”, dan semua itu dapat kita lakukan dengan mengaplikasikannya terhadap saudara-saudara kita sesama manusia

Islam adalah agama yang berdimensi vertikal dan horizontal, hablum minallah dan hablum minannas, hubungan dengan Allahdan hubungan sesama manusia, setiap ajaran Islam, pada dasarnya memiliki kedua dimensi ini, meskipun seringkali kita menganggap terdapat ajaran-ajaran Islam yang kental menunjukkan hablum minallah, seperti salat, zikir, doa, tetapi ada juga yang kental dengan dimensi hablum minannas seperti zakat dan sedekah Tiga pertanyaan Tuhan pada hamba-Nya dalam hadis di atas, melukiskan kepada kita kentalnya dua dimensi Islam tersebut, vertikal dan horizontal, yang mana Allah swt menekankan bahwa menjenguk orang sakit, memberi makan orang yang lapar, dan memberi minum orang yang haus, dari sudut pandang lahir, hal itu membangun hubungan antar manusia, tetapi dari sudut pandang batin dan spiritual hal itu membangun hubungan dengan Tuhan, memberi makan orang yang lapar sama dengan memberi “makan” Tuhan, maka wajarlah kalau Nabi saw pernah bersabda, “Tidak beriman seseorang, ketika ia tidur dengan kenyang, sementara tetangganya kelaparan”, dalam riwayat lain Rasul bersabda, “kaum mukminin itu ibarat satu tubuh, jika ada yang sakit, maka yang lainnya pun terasa sakit”, itulah empati persaudaraan yang berbasis pada nilai kemanusiaan dan ketuhanan

Nabi ingin menyampaikan pesan kepada kita, boleh saja kita salat siang dan malam, naik haji dan umroh berulang-ulang, tapi semua itu tidak menjadi bukti keimanan, jika kita melihat orang yang kelaparan, tapi tak terbersit sedikitpun di hati kita untuk mengenyangkannya, jika melihat orang yang sakit, tak ada rasa empati kita pada penderitaannya, sebab itu ujilah keimanan kita dengan memperhatikan kebutuhan sesama manusia, karenanya jenguklah orang-orang sakit di antara kita, berilah makan orang yang lapar di antara kita, dan berilah minum orang-orang yang haus di antara kita, inilah tiga tempat di mana kita akan bertemu Tuhan dalam limpahan rahmat-Nya

Sumber: liputanislam.com

Selasa, 03 Januari 2017

Zakir Naik Buktikan Kitab Suci Semua Agama GAGAL DIUJI, Kecuali Al-Qur'an, Allahu Akbar!! Silakan Share!!

ZONAISLAMI - Video dialog antara Dr. Zakir Naik dan penanyanya selalu
membuat kita berdecak kagum. Betapa tidak, argumen-argumen Cendekiawan Muslim itu selalu membuka tabir kebenaran Islam dengan sangat logis dan mudah dicerna nalar. Termasuk saat ia membuktikan bahwa semua kitab suci dari seluruh agama di muka bumi ini gagal diuji kebenaran mutlaknya, kecuali Al-Qur’an.





Berikut dialog Dr. Zakir Naik yang Arrahmah kutip dari transkripsi video pada Youtube oleh Baitul Maqdis, Selasa (11/8/2015).
Pertanyaan : Masing-masing agama yang ada sekarang ini mengklaim ilmiah terhadap masing-masing agamanya. Seperti Sri Ravi Shangkar mengklaim ilmiah terhadap agama hindunya. Baba Ramdev dengan agamanya. Dan juga tokoh-tokoh agama kristen mengklaim agamanya sangat ilmiah. Begitu juga dalam Islam, bagaimana anda menjawab pertanyaan ini?
Dr.Zakir Naik menjawab :
Anda sering mendengar kata “Ilmiah” dari saya, Sedangkan Baba Ramdev juga mengatakan bahwa agamanya Ilmiah. Sri Ravi Shangkar juga mengklaim agamanya ilmiah. Bukankah ini membuktikan teori Agama tidak lebih hebat dari penelitian Sains? (karena semuanya bersandar kebenarannya pada teori sains).
Tentang itu, saya setengah setuju dan setengah lagi tidak setuju denganmu. Jika kamu mengklaim sebuah ajaran sebagai firman Tuhan, maka ajaran itu harus bisa teruji di setiap masa dan waktu.
Sebelum ini adalah zamannya mukjizat. Dan Al-Qur’an adalah mukjizat dari segala mukjizat. Kemudian datanglah zaman puisi dan literatur. Cendekiawan muslim dan non muslim dari kalangan Arab setuju bahwa Qur’an adalah literatur bahasa Arab terbaik di muka Bumi.
Namun, zaman sekarang adalah zamannya sains. Jika kau menganalisis Al-Qur’an dengan sains, maka kitab ini begitu sempurna. Tapi dimasa mendatang, bisa jadi orang-orang tidak lagi percaya pada sains.
Jika di zaman sekarang aku memberitahumu, “Sebuah kitab suci bercerita secara puitis bahwa bumi itu datar”, apakah kamu akan percaya? Pasti tidak percaya. Karena zamannya sekarang bukanlah zamannya para penyair. Namun kamu bisa dapati bahwa Al-Qur’an itu sangat puitis, penuh dengan mukjizat, dan Ilmu Sains yang sangat ilmiah. Di masa depan mungkin zamannya beda lagi.
Untuk menjawab pertanyaan kamu. Kamu katakan bahwa Baba Ramdev berkata agamanya ilmiah. Kuceritakan, bahwa aku pernah berdebat dengan dokter William Cambell, seorang dokter medis bergelar M.D. (Doktor). Ia berkata bahwa Bible itu ilmiah. Aku bukanlah orang yang suka mengkritik ajaran agama orang lain. Tapi, Dr.dr.William Cambell menulis sebuah buku mengatakan bahwa ada lebih dari 30 kesalahan ilmiah dalam Al-Qur’an. Buku ini juga sangat populer, tapi tidak ada responnya.
Sebab itu, aku pergi ke Chicago pada 1 April tahun 2000 untuk melakukan diskusi dengan Dr. William Campbell tentang “Qur’an and Bible in the Light Of Science“. Dalam diskusi itu saya telah menjawab semua tuduhannya. Tapi ketika aku menunjukkan 38 kesalahan ilmiah dalam Bible, sebenarnya ada lebih dari ribuan kesalahan ilmiah dalam Bibel. Aku hanya menunjukkan 38 kesalahan, tapi dia tidak bisa menjawab satupun darinya. Jadi ketika kita berdebat kita akan tahu seberapa ilmiahkah sebuah agama. Hanya karena Bibel mengatakan 10 hal ilmiah, hai ini tidak menjadikan Kitab Bibel itu benar (firman Tuhan).
Kita harus menganalisa semuanya, jika didapati satu hal yang tidak ilmiah didalamnya, maka itu sudah menjadi cukup bukti bahwa Bibel bukanlah firman Tuhan.
Aku menantang semua orang, untuk menunjukkan satu hal saja yang tidak ilmiah dalam Al-Qur’an, berupa fakta ilmiah, bukan hipotesis. Satu ayat saja dalam Al-Qur’an yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan sudah menjadi fakta.
Aku telah banyak menjelaskan hal-hal yang tidak ilmiah dalam Bible. Dan juga aku bisa jelaskan
banyak hal yang tidak ilmiah dalam Wedha. Lalu aku tantang
seluruh tokoh-tokoh agama, seperti Dr.dr.Willliam Campbell, Benny Hinn, Billy Graham agar meraka datang dan membuktikan bahwa yang aku katakan salah. 
Sebagai contoh saja, Wedha berkata bahwa matahari berputar mengelilingi bumi. Tentu ini tidak sesuai dengan fakta ilmiah sekarang. Ini membuktikan bahwa dalam kitab Wedha memang ditemukan ayat yang membicarakan tentang Sains. Jika ada ribuan ayat dalam kitab itu, 50 persennya membicarakan sains dan 50 persen lagi darinya bertentangan dengan fakta ilmiah sains, maka aku tidak akan percaya pada kebenaran kitab suci itu.
Jadi ketika anda melakukan uji ilmiah terhadap semua kitab agama yang ada, maka kamu akan mendapatkan seluruh kitab agama itu gagal kecuali Al-Qur’an.
Aku yang mengatakan itu, karena aku adalah akademisi dalam bidang perbandingan ilmu agama. Jadi, ketika anda melakukan uji sains, hal itu tidak berarti kitab lain tidak punya fakta ilmiah. Mereka juga punya!. Tapi itu telah tercampur. Seperti yang kukatakan, Bibel mungkin juga punya fakta ilmiah. Ayat-ayat di Bibel yang sesuai dengan sains mungkin adalah firman Tuhan, tapi yang tidak sesuai dengan fakta sains, mungkin juga karena kesalahan, interpolasi atau ayat yang dipalsukan.
Allah berfirman : …
لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ (38) يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ} [الرعد: 38، 39]
Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”. Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), … ( Qs. Ar-Ra’du : 38 – 39)
Ada 4 kitab suci yang disebut dalam Al-Qur’an. Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an. Taurat adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. Injil adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Zabur adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Daud. Sedangkan Al-Qur’an, kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Tapi, sebenarnya ada banyak sekali wahyu yang diturunkan sebelum 4 kitab suci itu diturunkan.
Karena sangat banyak sekali jumlah Nabi yang berjumlah 124 ribu Nabi, dan 25 diantaranya disebutkan dalam Al-Qur’an nama-namanya.
Namun semua wahyu yang datang sebelum Al-Qur’an hanya diperuntukkan untuk kaum tertentu pada saat itu. Seperti Injil, kitab suci yang hanya diperuntukkan untuk Bani Israil dan tidak diperuntukkan untuk seluruh umat manusia. Makanya Tuhan tidak menjaganya sampai ke zaman sekarang. Begitu juga dengan kitab-kitab yang lain selain Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an diturunkan bukan untuk orang Arab saja, tapi untuk seluruh umat manusia dimana saja mereka berada.
Sebagaimana diberitahukan Allah dalam firman-Nya :
{وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ} [سبأ: 28]
Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada menge-tahui.[QS. Saba’, 34: 28]
Karena Al-Quran diturunkan untuk seluruh umat manusia selama-lamanya, maka Tuhan pun selalu menjaga keasliannya. Sebab itu kita semua tidak akan mendapatkan sedikitpun kesalahan dalam Al-Qur’an. Namun, kitab-kitab suci lain bisa jadi benar firman Tuhan, namun telah diubah-ubah oleh manusia. Karena kitab-kitab itu tidak diperuntukan kepada seluruh manusia, maka Allah tidak menjaganya.
{إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ } [الحجر: 9]
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Qs: Al-Hijr: 9)
Inilah perbedaan mendasar Al-Qur’an dengan kitab-kitab lain. Ketahuilah bahwa seluruh nabi-nabi sebelum diutusnya Nabi Muhammad, seperti, Adam, Yesus, Musa, Ibrahim dan yang lainnya, mereka diutus hanya untuk kaummnya pada saat itu saja. Karena kami tetap menghormati dan mencintai mereka. Karena kita hidup di zaman Nabi Muhammad, maka kita harus mengikutinya. Sebab ia adalah penutup para Nabi dengan wahyu yang terakhir yaitu Al-Qur’an.
Jadi Al-Qur’an lah yang patut dibanggakan bukan sains/teknologi. 
Karena Al-Qur’an lebih dulu ada sebelum fakta sains dan teknologi diciptakan.

Al-Qur’an adalah kitab penuh dengan mukjizat, literatur bahasa Arab terbaik dan sesuai dengan sains. Mungkin dimasa depan zamannya berbeda lagi. Tidak seperti sekarang yang seakan kebenaran selalu diukur dengan sains dan teknologi. Tapi bagaimanapun kondisi masa depan, maka Al-Qur’an sebagai firman Tuhan akan membuktikan kebenaran dirinya.

Allah Sangat Membenci Posisi Duduk Seperti Ini, Kenapa? Ini Alasannya! Silah kan bagikan informasi ini ke semua teman mu.

ZONAISLAMI - Duduk yang dimurkai sebagaimana yang disifati Nabi dengan menjadikan tangan kiri sebagai penumpu tubuh. 




Dewasa ini, masyarakat kebanyakan sering mengartikan bahwa Islam itu hanya mengurus masalah ibadah kepada Allah saja. Faktanya, tidak hanya menyangkut masalah hubungan kita dengan Allah (habluminallah), namun Islam juga mengurus masalah menyangkut hubungan kita dengan sesama manusia (habluminannas) dan lingkungan.


Bahkan Islam itu mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dari yang paling kecil hingga paling besar, dari paling sederhana hingga paling rumit bahkan dari manusia bangun tidur sampai tidur lagi.




Duduk bersandar

Source: Topik

Islam menjadi satu-satunya agama sekaligus sistem yang layak dijadikan pedoman hidup. Kelengkapan cakupan aspek kehidupan Islam desebutkan secara rinci dalam Al Qur’an. Termasuk mengatur perkara duduk.

Di antara bentuk duduk yang terlarang adalah sebagaimana terlihat pada gambar diatas, yaitu duduk dengan meletakkan tangan kiri di belakang dan dijadikan sandaran atau tumpuan.





Melalui Rasulullah SAW, Allah mengabarkan Dia begitu murka dengan hamba-hamba-Nya yang duduk seperti ini. Sebagai muslim, sudah selayaknya kita menjauhi apa yang diperintahkan Rasul, termasuk menghindari duduk seperti ini.

Duduk yang di murkai 

Minggu, 01 Januari 2017

TERBUKTI NYATA..!! Jika Lakukan 10 Amalan Ini Selama 40 Hari, Maka Rezeki Anda Akan Melimpah Dan Kaya Raya...(Share Jika Bermanfaat)

ZONAISLAMI - Ustadz Yusuf Mansur mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin selama kita berusaha. Demikian juga keinginan menjadi orang kaya, banyak uang dan rezeki berlimpah, bukankah Muslim itu wajib kaya? Karena itu berikut ini diajarkan riyadhah atau amalan yang jika rutin dilaksanakan selama terus menerus, Insya Allah akan mendapatkan rezeki berlimpah. 





Untuk tahap pembelajaran dimulai selama 40 hari terlebih dahulu. Diharapkan setelah 40 hari masih terus melaksanakan amalan tersebut bahkan lebih ditingkatkan intensitasnya. Seperti halnya Allah melatih kita melakukan ibadah di bulan Ramadhan selama 30 hari dengan harapan kita tetap bisa melanjutkan di hari-hari selanjutnya. Intinya sebenarnya merutinkan ibadah sehingga menjadi kebiasaan. Apa saja itu yang harus dilakukan selama 40 hari menuju kaya dan rezeki melimpah?



# 1. Rutinkan shalat berjamaah di masjid dan tepat waktu
Sedapat mungkin lakukan shalat fardhu di masjid berjamaah disertai dengan shalat sunat qabliyah dan ba'diyahnya. Qabliyah adalah shalat sunat sebelum shalat wajib yaitu 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Dhuhur, sebelum ashar, 2 rakaat sebelum magrib, sebelum Isya dan sebelum subuh. Sementara Ba'diyah adalah shalat sunat sesudah shalat fardhu, yaitu 2 rakaat setelah dhuhur, setelah magrib dan setelah isya. Jangan lupa shalat tahiyatul masjid sebagai penghormatan kepada masjid. Jangan pernah menunda melakukan shalat. Begitu azan berbunyi segeralah ke masjid terdekat.
 
# 2. Rutinkan shalat tahajud 8 rakaat dan shalat witir 3 rakaat
Shalat tahajud adalah salah satu shalat sunat yang paling utama, dikerjakan pada sepertiga malam, minimal 2 rakaat, tapi Uztadz Yusuf Mansur menganjurkan 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat. Sepertiga malam itu juga adalah waktu mustajab (waktu terkabulnya doa).
 
# 3. Baca Surah Al Waqiah
Inilah surah yang bisa memperlancar rezeki " Barangsiapa membaca Surah Al Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran selamanya (H.R.Ibn Sunni).
Jangan lupa membaca surah ini sesudah shalat subuh atau sesudah shalat isya.