Tampilkan postingan dengan label MIND BEAUTY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MIND BEAUTY. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2016

Sedang Mengalami Tekanan, Labil, Galau, Stress dan Depresi?Pegang 8 Poin Ini

HIJABERSWORLD.COM---Sobat pernah merasa tertekan, stress, labil, galau bahkan depresi?
Entah itu karena kesulitan finansial, takut belum pernah mandiri, susah mendapat pekerjaan, kegagalan bisnis, keluarga yang tidak mendukung, terhalang meraih cita-cita, musibah datang bertubi-tubi dan sebagainya.

Dalam keadaan mengalami hal tersebut, banyak muncul pecundang-pecundang baru.Terkadang kita juga terjatuh ke dalam kelompok seperti itu. Awalnya begitu optimis tapi karena hal-hal di atas, benteng pertahanan mereka lumpuh. Sejatinya, mental pecundang di mana pun akan kesulitan hidup. Tidak sekarang, nanti juga begitu. Untuk bisa hidup dan mencapai impian, caranya adalah memiliki keyakinan yang kuat untuk melanjutkan hidup.



Bisa dikatakan pecundang itu orang yang kalah sebelum berperang. Ada tantangan sedikit langsung stress, labil dan tertekan. Kemudian menyerah atas nama pasrah. Memang sebagai manusia biasa kita tidak bisa steril 100% dari predikat pecundang. Namun, terjatuh jadi pecundang sementara tidak mengapa, asal tidak jadi pecundang dalam jangka panjang.

Sangat disayangkan, kita akan kehilangan banyak hal yang kita miliki yang mungkin nanti akan sangat disesali. Orang bilang, kita baru sadar  betapa berartinya sesuatu setelah sesuatu itu tidak di sisi kita lagi. Yap, ini betul sekali. Apapun kesulitan dan hambatan yang dihadapi, hal yang utama adalah membuka jendela pikiran dan mata hari. Berikut beberapa hal mungkin membantu dan menjadi pegangan jika mengalami keadaan-keadaan tersebut :

1. Musuh utama adalah diri kita sendiri
Tidak ada keadaan yang sulit kalau bukan kita sendiri yang membuatnya menjadi sulit. Tanpa sadar kita sering membuat berbagai alibi kenapa kita belum bisa mewujudkan impian kita. Kita bilang belum bisa ini itu karena terhalangi keuangan, keluarga, cacat fisik, pekerjaan dan sebagainya. Sebenarnya, bila kita berpikir “ di luar kotak” segala sesuatu tidak akan menghalangi kita mencapai impian kita. 

Seringkali penghalang utamanya adalah diri kita sendiri yang terbelenggu dengan pikiran sempit kita. Masalah kapan akan tercapai impian dan kapan keluar dari kesulitan itu memang sesuai dengan keadaan kita. Hal utama adalah berhenti berpikir sesuatu itu sulit. Ini yang penting. Mau butuh waktu berapa tahun untuk memenuhi harapan, itu tidak masalah. Lalui saja. Lakukan sesuatu sesuai kemampuan kita. Nanti masa sulitnya berlalu sendiri. 

2. Pegang dan syukuri apa yang sudah kita miliki 
Kadang karena terlalu fokus pada kesulitan, hambatan dan ketakutan-ketakutan yang kita ciptakan sendiri dalam pikiran kita, kita jadi tidak mensyukuri apa yang ada di hadapan kita. Apa yang sudah kita miliki. Kita punya keluarga, punya pasangan yang mendukung kita, punya kesehatan dan sebagainya. Jangan lupakan itu. Jika kita melupakan itu pada saat terpuruk, tidak disangsikan lagi kita akan semakin terpuruk. Di saat kita merasa tertekan karena keadaan, hati juga menderita karena kita 
kehilangan. Kehilangan karena kelalaian kita sendiri baik di sengaja maupun tidak. 

Coba kita renungi kalimat ini : “Kesempatan itu ketika tidak ada dicari-cari. Sulit mendapatkannya, awalnya begitu berarti. Makin lama, makin tidak disyukuri. Kesempatan lari diri menyesal tak terhitung hari. Setelah tiada baru terasa begitu berarti. Kesempatan berpindah ke orang jadi mengutuk dalam hati. Tiba waktu sadar diri, kembali mencari-cari kesempatan lagi. Begitu dapat kesempatan tapi tidak jauh lebih baik dari sebelumnya diri pun merasa rugi dan  pengen memiliki kesempatan dulu kembali.” 

Terkadang karena sesuatu hal kita begitu mudah melepaskan kesempatan yang kita miliki. Kita lupa, butuh waktu bertahun-tahun dengan pengorbanan yang tidak sedikit baru kita bisa memiliki sebuah kesempatan. Tapi begitu kesempatan kita miliki, kita tidak mensyukuri karena kekalutan dan ketakutan kita. 

3. There is plan B,C, D dan seterusnya
Kalau kita memiliki impian, kita cenderung tertuju pada 1 impian itu saja. Kita punya mimpi A. Tapi karena berbagai keadaan mimpi A belum terwujud. Sambil keadaan memungkinkan kita bisa mencapai A, kenapa kita tidak berupaya melakukan B dan C dulu sehingga kita tidak harus kehilangan banyak hal dalam proses mencapai mimpi A. Justru dengan menjalankan B dan C akan memudahkan kita mencapai A. 

Mengapa kita harus membuat planning B, C dan D?
Jika tidak kita akan kehilangan masa-masa produktif dan akan lambat mencapai impian kita bila hanya menggantungkan dan menunggu terwujudnya mimpi A. Coba lihat modal dan kemampuan kita yang lain. Lakukan itu dulu sebelum A terwujud atau cari jalan lain. 

Jangan gantungkan hidup pada satu impian saja jika impian yang satu itu belum jelas kapan terwujudnya. Barengi dengan usaha yang lain dulu. Jika impian A sudah tercapai, mau berhenti melakukan usaha B dan C tidak mengapa. Tapi jangan menunggu impian A saja tanpa dibarengi dengan usaha B, C, D dan seterusnya.

Lantas dalam proses menuju impian itu haruskah kita mengorbankan sesuatu yang kita cintai? Tidak. Kita tidak harus kehilangan sesuatu yang kita cintai/sukai hanya karena kita belum bisa mewujudkan sebuah impian. Mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu, itu tidak selalu menjadi pilihan terakhir. 

Tidak satu jalan menuju impian, itu benar. Kadang kita sering fanatik dan  lupa kalau banyak jalan menuju Roma. Kurangnya kesadaran ini membuat kita menguras hati, pikiran bahkan air mata. Tak jarang kita juga kehilangan sesuatu yang kita cintai.

4.Kekuatan berbagi dan musyawarah
Dalam mewujudkan impian kadang keluarga tidak mendukung kita. Mereka mensyaratkan kita harus begini begitu. Kadang bersikap sedikit keras, katanya untuk mendidik kita. Hal yang harus kita lakukan adalah bicara baik-baik. Ungkapkan apa yang terasa di hati kepada keluarga. 

Kadang keluarga tidak paham betul perasaan dan keinginan kita sehingga mereka adem ayem saja. Atau karena mereka khawatir pilihan dan keputusan kita tidak tepat. Jika kita memiliki impian dan bersungguh-sungguh, mereka pasti akan mendukung. Jangan biasakan kita mengambil keputusan sendiri terkait hal yang besar. Jangan pula membiarkan keluarga memutuskan sesuatu untuk kita tanpa berbicara baik buruknya terlebih dahulu dengan kita. Ini bagi mereka yang telah dewasa karena sejatinya seseorang akan menjalani hidupnya di masa depan dengan pilihannya sendiri. 

Jangan sembunyikan harapan-harapan dari keluarga. Justru ketika kita terbuka, mereka mungkin akan bersimpati dan mendukung kita sehingga impian kita segera tercapai. Kadang apa yang dianggap baik oleh keluarga untuk kita belum tentu baik untuk kita karena kita juga makhluk yang punya rasa dan pemikiran. Jadi, bicarakan perasaan dan pemikiran dengan keluarga dari hati ke hati. Dirimu tentu lebih merasakan dan yakin apa yang terbaik untuk masa depanmu. Saat seseorang dewasa, keluarga lebih berfungsi sebagai pengingat dan pendukung. 

5.Jauhi yang ribet-ribet
Ini hanya akan buang waktu, energi dan uang saja terus bikin pusing tujuh keliling plus sakit hati. Kita sering terjebak untuk mendapatkan penilaian dari manusia sehingga kita mengorbankan apa yang ada di hati kita. Jangan mengorbankan esensi karena formalitas dan seremonial belaka. Tidak perlu ribet ini itu, yang penting pegang saja esensi sesuatu. 

Dalam hal tertentu, formalitas dan seremonial kadang hanya menyusahkan kita, membuat kita semakin jauh dengan impian kita. Jangan buat yang sebenarnya sangat sederhana menjadi rumit sedemikian rupa. Jika pun sesuatu ribet dan harus dilalui, buat saja sebagai sesuatu yang sederhana dalam pikiranmu. Ikuti tahapnya satu persatu, nanti yang dirasa ribet akan kelar juga.

6.Stop memikirkan yang belum terjadi
Pernah mendengar kata bijak " di mana tumbuh di situ disiangi?". Kapan ada masalah, waktu itu di cari solusinya. Jangan pikirkan berat dan takutkan buruknya hari esok pada hari ini. Hari esok belum terjadi, kenapa ditakutkan. Jika pun terjadi, sesulit apapun pasti bisa selesai. Hidup ini akan terus berjalan. Sedih, bahagia. Sukses, gagal. Sedih, bahagia. Sukses, gagal. Rezki naik. Rezki turun. Akan selalu begitu. Jika itu jadi beban dan hambatan, kita tidak akan berbuat apa-apa. Selalu terlambat untuk mewujudkan impian.

7.Keterbukaan dan kejujuran
Umpamanya kita ada masalah dengan seseorang. Kadang kita berpikir akan mengecewakan atau membuat seseorang menderita serta merugi karena keputusan kita. Hal utama adalah berbicara dengan terbuka tentang harapan-harapan dan ketakutan kita. Jika tidak, selamanya kita akan terkungkung dalam ketakutan dan harapan yang kita ciptakan sendiri dalam pikiran kita. 

Bisa saja harapan kita sama dengan orang tapi apa yang kita takutkan tidak ada ditakutkan orang. Orang mungkin mau mencari solusi bersama kita tapi karena sikap kita yang tertutup membuat kita tidak tahu hal tersebut. 

Jangan berpikir bahwa kita akan membuat orang lain sengsara dan merugi sebelum kita membicarakan semua itu dengan yang bersangkutan. Jika terkait orang lain, jangan mengambil keputusan sendiri sebelum membicarakannya. Jika tidak, mungkin orang lain sengsara, 
kita pun sengsara akibat keputusan kita itu. 

8.Merenungi kekuasaan Allah
Allah memberi masalah bukan agar kita kalah tapi agar kita semakin pintar mengatasi masalah. 
Allah memberi kesusahan bukan agar kita berpikir semua hidup akan susah tapi agar kita bisa tahu nikmatnya sebuah keberhasilan dan bersyukur. 

Allah memberi kita hambatan bukan agar niat baik kita surut tapi melihat seberapa kuat kita memegang niat baik kita.  Ketika kita berhasil memegang niat dan melintasi masalah, akan terasa manisnya perjuangan itu. Cukup pegang niat baik saja dan terus berusaha, tiada masa sulit yang tidak bisa dilewati.  So, selesaikan jalan yang telah dipilih hingga selesai, seperti apa pun kesulitan yang dihadapi. Jika tidak, siap-siap kehilangan berbagai hal yang mungkin akan kita sesali di masa depan. 

Secara umum, semua poin itu bisa menjadi obat mengurangi rasa sakit karena tertekan, labil, galau dan stress. Kadang satu atau dua poin saja dijadikan pegangan sudah cukup membantu keluar dari keadaan yang beku. Semoga Sahabat terus bertahan dari awal hingga akhir terhadap sesuatu yang telah menjadi komitmen Sobat. Tidak setengah-setengah dan tetap berjuang menyelesaikan hingga akhir. Mampu bertahan dalam semua suasana kehidupan.

Orang bijak bilang " stress, galau dan kawan-kawannya dirasakan karena kita yang mengizinkannya tumbuh dalam diri kita." Hal yang sederhana dan tidak jadi masalah bagi orang, kadang menjadi masalah berat dan buat kita stress. Nah, semuanya kembali ke diri kita ya karena reaksi setiap orang berbeda untuk sebuah hal. [HW/Fitzel]

Sabtu, 24 September 2016

Siapakah Teman Curhat Terpercaya? Jangan Curhat Bila 4 Kriteria Ini Tidak Dimiliki

HIJABERSWORLD.COM---Berbagi dengan orang lain merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Bagaimanapun, keinginan untuk menyampaikan curahan hati pada seseorang adalah hal yang wajar. Namun, yang harus dilakukan oleh seseorang adalah menemukan teman curhat terpercaya. Nah, sebelum sahabat memutuskan curhat kepada seseorang, yuk simak dulu kriteria teman curhat terpercaya berikut ini :

Mampu menjaga rahasia
Mungkin banyak orang yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk mengutarakan perasaan dan kegalauan. Akan tetapi, harus sahabat ketahui bahwa tidak semua orang yang mampu menjaga rahasia. Mungkin sahabat pernah mendengar sosok yang suka ember atau menggosip. Kalau curhat sama orang yang seperti itu bisa berbahaya . Bisa-bisa curhatan kita malah menjadi hot gossip dan bahan ceritanya dengan orang lain.

Berhubung curhat biasanya terkait masalah pribadi, sahabat dituntut untuk mempertimbangkan dan memilih teman curhat yang benar-benar bisa menjaga rahasia. Cerita curhat seperti curhat cinta dan rumah tangga merupakan hal pribadi yang tak layak dikonsumsi oleh orang banyak. Jika kita tidak jeli dalam memilih teman curhat maka bisa saja masalah dan informasi pribadi kita kemudian diketahui oleh banyak orang. Kita pun menjadi malu. Tentunya sahabat tidak ingin hal terjadi bukan? Jadi, sebaiknya, ketika membutuhkan teman curhat kita harus yakin bahwa yang bersangkutan tidak akan membeberkan isi curahan hati kita.

Melindungi data kita
Ketika kita curhat dengan seseorang, orang itu biasanya mengetahui nama, alamat, nomor kontak, tempat kuliah atau bekerja serta informasi lainnya. Teman curhat terpercaya tidak akan menyalahgunakan data tersebut. Baginya data tersebut hanya sebagai informasi dan memudahkan komunikasi dengan kita. Kita sering mendengar berita tentang beberapa kasus di mana data seseorang diselewengkan untuk kepentingan tertentu sehingga pemilik data bisa mengalami kerugian baik fisik, mental maupun materi.

Kadang pihak yang menyalahgunakan bukan orang yang menjadi teman curhat kita tapi juga bisa orang lain yang tidak dikenalnya. Jika seseorang berusaha menjaga data sahabat agar tidak dicuri dan disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, itu berarti dia memiliki salah satu kriteria teman curhat terpercaya.

Memberikan informasi akurat dan menyampaikan curahan hati kepada teman curhat yang ternyata kemudian memuat hasil curhat secara terbuka  dengan mencantumkan biodata kita tentu akan sangat menyakitkan. Keluarga, sahabat dan pasangan kita akan mengetahui hal itu mungkin juga tidak akan menerima bila curhat kita tentang mereka. So, carilah teman curhat yang benar-benar diyakini akan menjaga kerahasiaan cerita curhat kita.

Mengarahkan pada jalan yang baik
Bagi sahabat terutama yang remaja, dituntut ekstra hati-hati. Kemaren ini ada kasus di mana seorang remaja yang terlibat hubungan asusila dengan seorang laki-laki dewasa. Di kabarkan kejadian ini berawal dari remaja perempuan yang curhat kemudian akhirnya berujung pada tindakan yang melanggar norma serta diperkarakan ke polisi. Oleh karena itu, waspadalah jjika sahabat diarahkan oleh teman curhat pada hal-hal negatif. Bukan mengatasi masalah tapi nanti masalah membuat hidup sahabat semakin rumit.

Tidak memprovokasi
Teman curhat terpercaya bukanlah orang yang mendorong kita melakukan tindakan tertentu di mana bisa merugikan orang lain serta memecah belah persaudaraan. Biasanya teman curhat yang terpercaya akan menanggapi sesuai dengan masalah yang dikonsultasikan. Bukan menyelipkan pesan yang menebar kebencian serta kekerasan untuk tujuan tertentu.


Sekarang ini juga bermunculan fasilitas curhat online. Kalau memilih curhat secara online juga boleh tapi dituntut lebih bijaksana dan melihat dengan baik terlebih dahulu dengan siapa akan curhat. Baik curhat dengan kenalan offline atau online tetap saja harus memilih teman curhat harus terpercaya.

Sebagian teman curhat online memang ada yang menyediakan fasilitas curhat terbuka atau langsung seperti di sosial media di mana bisa dilihat dan ditanggapi oleh banyak orang. Kalau curhat di tempat curhat yang seperti ini sebaiknya memakai nama samaran dan tidak menyebutkan identitas asli. Tujuan kita curhat adalah untuk meringankan beban kita, jadi tidak masalah kalau kita tidak memakai identitas asli.

Begitu pun, jika teman curhat online yang ingin digunakan ternyata merahasiakan dan tidak mempublikasikan biodata maka juga tidak ada salahnya sahabat tetap memakai nama samaran untuk berjaga-jaga. Jika isi curhat kemudian dipublikasikan tidak masalah untuk pelajaran bagi orang lain asalkan tidak mencantumkan siapa yang curhat, di mana tempat tinggal orang yang curhat dan sebagainya.

Pada intinya, teman curhat terpercaya itu memiliki niat dan tujuan yang baik. Mempunyai keinginan secara sukarela untuk membantu orang lain keluar dari beban pikiran dan kekacauan hati. Memang tidak banyak orang yang mau melakukan ini tapi juga ada orang yang melakukannya karena ingin menjadi manusia yang berguna. Jika sahabat sudah menemukannya, jagalah serta jalin komunikasi yang baik karena tidak mudah untuk memiliki.[HW/Elshabrina]


Senin, 12 September 2016

Hidup Harus Berjalan, Saat Dihantui Rasa Penyesalan Lakukan 10 Cara Ini

HIJABERSWORLD.COM---Pernahkan Sobat merasakan penyesalan yang mendalam? Entah itu terhadap orang tua, pasangan, sahabat atau pada diri sendiri? Seyogianya, tidak ada seorang pun di dunia ini yang luput dari rasa menyesal. Hampir semua orang pernah mengalaminya. Sebagai manusia biasa, kita kadang memang tidak bisa menghindari hal ini.



Perasaan merasa bersalah dan menyesal adalah sesuatu yang alami dan manusiawi. Tapi persoalannya adalah bagaimana cara kita memanajemen dan belajar dari penyesalan tersebut. Penyesalan tidak melulu dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Namun, penyesalan secara tidak langsung juga bisa memberikam pengaruh dan manfaat yang positif bagi kemajuan seseorang.

Ada 10 hal terkait bagaimana menghadapi rasa penyesalan yang mendalam agar tidak membuat kita menjadi stagnan yaitu :

Pertama, belajar menerima dan mengakui rasa penyesalan

Harus diingat bahwa tidak semua orang yang mau mengakui dan menerima rasa penyesalan yang ada karena mereka merasa rendah diri. Mungkin kita tidak harus mengakui pada orang lain. Hal utama adalah mengakui pada diri sendiri. Ini sangat penting karena orang yang tidak mau mengakui dan menerima rasa penyesalannya akan terbebani dan larut dalam penyesalan yang mendalam. Dengan menerima dan mengakui, maka rasa penyesalan tersebut akan berkurang.

Kedua, mencaritahu mengapa menyesal dan apa saja yang membuat menyesal

Sama halnya ketika mendapat masalah, maka untuk menyelesaikannya kita harus menemukan sumber masalahnya. Begitu juga dalam menghadapi rasa penyesalan. Coba dipikir-pikir ulang kenapa rasa bersalah tersebut muncul dan masih bertahan hingga sekarang.

Ketiga, belajar dari kesalahan

Dengan mengalami rasa penyesalan maka kita bisa menyadari bahwa mungkin kita telah melakukan beberapa kesalahan. Ketika menghadapi penyesalan, maka tanyakan pelajaran atau hikmah apa kira-kira yang saya dapat dari kejadian ini?

Jika Sobat menyesal karena tidak lulus dalam sebuah ujian. Bisa jadi karena Sobat kurang maksimal dalam persiapannya. Ketika Sobat menyadari hal ini, di masa mendatang maka Sobat dituntut untuk lebih ekstra dalam belajar sehingga peluang Sobat semakin besar. Lebih baik terlambat menyadari daripada tidak pernah menyadari sama sekali.

Keempat, manfaatkan kesempatan selagi masih ada

Salah satu penyebab mengapa seseorang menyesal adalah karena ia tidak melakukan sesuatu sementara pada waktu itu ia memiliki kesempatan untuk melakukannya. Ada orang yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak memiliki waktu untuk keluarganya. Mereka sibuk dengan pikiran ingin membuat keluarga lebih bahagia bila mereka memiliki lebih banyak uang.

Mereka tidak menyadari bahwa hal utama yang dibutuhkan oleh keluarga adalah perhatian. Umumnya perhatian jauh lebih dibutuhkan dan penting bagi istri, anak, suami, bapak, ibu daripada uang.
Mungkin ada juga Sobat yang menyukai seseorang tapi tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan takut ditolak. Kemudian Sobat mendapat berita bahwa orang yang ditaksir tersebut sudah menikah. Sobat pun menyesal mengapa tidak pernah jujur dan berani untuk mengatakannya.

Kesempatan itu tidak selalu ada. Kesempatan kedua itu belum tentu ada. Mungkin orang tua selalu bersedia memaafkan kekhilafan kita tapi bagaimana dengan dengan pasangan yang telah kita lukai, sahabat yang kita acuhkan?Mereka bisa saja tidak akan kembali ke sisi Sobat.

Selain itu, kita tidak hidup selamanya. Tidak tahu kapan kita akan dipanggil. Jadi, waktu kita terbatas. Hari ini kita punya kesempatan untuk mencapai cita-cita kita tapi besok belum tentu. Hari ini kita sehat tapi bisa jadi kita sakit. Hari ini kita masih beraktifitas seperti biasa, hari esok kita sudah tiada. Hanya hari ini milik kita. Jadi pergunakanlah kesempatan yang masih ada dan tersisa sebaik mungkin. Jangan sampai semua kesempatan hilang tanpa bekas.

Kelima, hargai apa yang dimiliki

Kadang kita lupa bersyukur sehingga kurang menghargai apa yang dimiliki hari ini. Ketika semua yang dimiliki pergi dan hilang maka baru menyadari bahwa hal itu sangat berarti tapi kita kurang menyadarinya di masa lalu. So, hargai dan syukuri apa yang Sobat miliki hari ini. Ikhlaskan kehilangan di masa lampau dan jaga apa yang ada sekarang agar tidak hilang juga.

Keenam, jangan meremehkan hal-hal sepele

Kadang kita selalu sibuk memikirkan hal-hal yang besar karena keinginan untuk menjadi orang yang sukses. Kita kurang menyadari bahwa hal-hal yang dianggap kecil juga sangat penting. Seperti membalas sms orang yang kita sayangi.

Pasangan kita selalu berusaha menanyakan kabar tapi kita tidak mau meluangkan waktu sekian detik saja untuk membalas pesan dan mengangkat telpon. Ketika dia merasa tidak berguna bagi kita maka dia pergi untuk menemukan orang yang bisa menghargai kehadirannya. Maka pada saat itu kita menyesal. Jangan meremehkan hal-hal sepele karena hal-hal besar dimulai dari hal-hal kecil.

Ketujuh, berusahalah untuk tidak egois dan tamak

Salah satu kenapa kita menyesal adalah karena kita melewatkan sebuah kesempatan begitu saja. Kita selalu berharap agar mendapat yang terbaik dalam rezeki, pasangan, posisi karir dan sebagainya. Begitu kita sudah dihadapkan pada sesuatu yang terbaik, kita pun mengelak dan tidak peduli karena berharap akan datang sesuatu yang jauh lebih baik lagi. Begitulah seterusnya hingga akhirnya kita tidak mendapatkan apa-apa atau malah mendapatkan sesuatu yang jauh lebih buruk.

Kedelapan, berhenti menyalahkan diri sendiri

Ketika kita menyalahkan diri maka kita tidak akan bisa bangkit dari masa lalu. Kita harus menyadari bahwa diri kita bukanlah orang yang sempurna. Kita tidak pernah jauh dari salah, lupa dan sebagainya. Tidak semua hal yang bisa kita selesaikan dan kita jangkau dengan tangan kita. Ketika ada hal-hal yang terlewatkan maka jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Anggap saja itu belum rezeki kita dan Tuhan akan mengganti dengan yang lebih baik.

Kesembilan, Allah masih sayang kepada Sobat 

Sobat harus bersyukur masih diberikan hati yang bisa merasa. Merasakan penyesalan berarti hati Sobat masih peka. Sobat masih diberi peringatan oleh Allah. Artinya Allah masih ingat dan peduli dengan Sobat.

Kesepuluh, jadikan batu loncatan untuk maju

Sobat harus berusaha bagaimana agar tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, agar tidak terjadi penyesalan yang lebih parah. Jadikan rasa penyesalan ini sebagai dasar untuk memperbaiki diri agar lebih baik lagi di masa depan.

Semoga 10 tips tersebut bermanfaat bagi Sobat yang saat ini sedang mengalami rasa penyesalan. Yakinlah, Sobat pasti bisa menghadapi rasa penyesalan yang mendalam tersebut dengan baik. Daripada sibuk memikirkan sesuatu yang mungkin membawa kita pada kemunduran maka pikirkanlah sesuatu yang bisa membuat kita lebih maju.

Belajarlah dari hal-hal baik maupun pada hal-hal yang dianggap kurang baik. Kemajuan hidup tidak hanya didukung oleh kesuksesan tapi juga kegagalan. Saat gagal dan menyesal, kita akan lebih paham bagaimana cara bertahan untuk mendapatkan hidup sesuai dengan impian. Bersyukurlah merasakan penyesalan dan bangkitlah agar penyesalan tidak merenggut hidup. [HW/Elshabrina]

Sabtu, 20 Agustus 2016

Hayooo Yang Lagi Galau, Pilih Dicintai atau Mencintai?


Saya jadi teringat dengan sms yang diterima oleh salah seorang adik saya beberapa waktu lalu.

" Lebih baik mencintai orang yang mencintaimu daripada mencintai orang yang kamu cintai karena orang yang kamu cintai belum tentu mencintaimu, " begitulah kira-kira isi sms-nya.

Pada waktu itu, sms tersebut tidak terlalu "nyangkut" di pikiran dan hati saya. Saya menganggapnya angin lalu saja. Tapi akhir-akhir ini, saya kepikiran dan mencoba untuk sedikit mengulasnya berhubung juga terkait dengan curhat seorang sahabat pembaca kepada saya beberapa waktu yang lalu.

Merujuk kepada sms tersebut, "mencintai orang yang mencintaimu" dianggap sebagai pilihan terbaik. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Bagaimana pun, cinta atau tidaknya dengan seseorang tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan mengapa Sobat memilih atau tidak memilih orang tersebut.

Ada orang yang katanya mencintai tapi tidak menjalankan agama, akhlaknya kurang baik, tidak membuat Sobat nyaman, tidak menghargai dan tidak "sevisi-misi" dengan Sobat, apakah Sobat tetap harus menerima dengan alasan karena dia mengatakan kalau dia mencintai Sobat?

Ada orang yang terus bertahan dengan alasan bahwa dia bisa merubah sifat yang bersangkutan. Tapi ketahuilah bahwa perubahan itu harus datang dari diri yang bersangkutan bukan karena Sobat sebab sejatinya perubahan itu adalah untuk dirinya sendiri.

Jika Sobat terus bertahan dalam keadaan yang seperti ini dan tetap ngotot ingin menikah dengannya, artinya Sobat harus siap-siap kebal dari rasa kecewa, siap-siap untuk tidak menyesal, harus rajin berdoa semoga hati Sobat benar-benar luas dan sabar. Sobat juga dituntut untuk tidak lelah berjuang agar yang bersangkutan bisa berubah dan mendapat hidayah tapi dengan catatan "tidak tau harus sampai kapan? "

Di sisi lain, memaksakan diri dengan alasan dan keadaan tersebut, dikhawatirkan juga tujuan pernikahan  kurang tercapai karena menikah sejatinya bukanlah untuk sementara waktu tapi dalam jangka panjang. Juga tidak hanya terkait dengan dua orang (suami atau isteri) tapi juga anak nantinya serta keluarga kedua belah pihak.

Bukankah salah satu harapan seorang perempuan adalah menikah dengan lelaki yang bisa menjadi imam yang baik?

Bukankah salah satu harapan seorang lelaki adalah menikah dengan perempuan yang bisa menjadi madrasah yang baik bagi anak-anaknya? 

Sobat mungkin merasa nyaman dengan seseorang. Orangnya sholeh, baik dan membuat Sobat merasa sejiwa dengannya tapi dia tidak mencintai Sobat, apakah kebaikannya menurut penilaian Sobat tersebut tepat menjadi alasan untuk terus mempertahankan perasaan dan harapan sampai waktu yang tidak ditentukan?

Bagaimana pun seseorang tidak bisa menggantungkan hidup pada seseorang yang "tidak jelas'. Hidup harus terus berjalan. Hidup tidak boleh mandeg /stagnan karena seseorang yang tidak bisa menghargai kehadiran Sobat. Orang tua, kakak, adik, sahabat dan orang lain juga menunggu "kehadiran" Sobat. Terlalu disayangkan bila menghabiskan hidup untuk menunggu seseorang yang Sobat belum tentu berarti bagi dirinya.

Memang saling mencintai itu adalah sesuatu yang sempurna. Dicintai oleh orang yang kita cintai sungguh membahagiakan.

Lantas, kalau ada orang yang berakhlak baik, kuat agamanya, membuat Sobat nyaman dan memiliki prinsip serta cara pandang hidup yang sejalan dengan Sobat, apakah Sobat harus menolaknya dengan alasan karena tidak mencintainya?

Duhai Sobatku, tidak semua orang yang saat ini memiliki pernikahan yang langgeng dan bahagia berawal dari "saling mencintai". Ada orang yang menikah melalui perkenalan singkat yang didukung oleh orang-orang terdekat dari kedua belah pihak.

Mereka kadang belum ada rasa "cinta" tapi mereka memiliki "visi misi" yang sejalan, prinsip hidup yang kurang lebih sama, sama-sama sudah siap untuk menikah dan memiliki niat yang suci. Hal inilah yang kemudian mereka bawa untuk memulai sebuah hubungan.

Cinta mereka mulai tumbuh, bersemi dan terus bertahan seiring dengan usia pernikahan mereka. Mereka menikah bukan hanya karena faktor "perasaan" tapi lebih kepada "layak atau tidak layaknya seseorang menjadi seorang isteri/suami atau menjadi seorang ayah/ibu" untuk anak-anak mereka kelak.

Saling mencintai sebelum memasuki pernikahan bukanlah jaminan rumah tangga akan bertahan lama. Begitu juga, tidak mencintai ketika akan menikah juga tidak berarti pernikahan tersebut jauh dari bahagia. 

Memang harapan semua orang bisa melangkah ke jenjang pernikahan dengan orang yang sama-sama mencintai tapi berbagai keadaan membuat harapan tersebut tidak terwujud. Berbahagia dan bersyukurlah bila Sobat bisa bersama dengan orang yang saling mencintai.

Jika tidak, Sobat juga tidak perlu bersedih hati dan menggantungkan nasib pada hal itu. Bersyukurlah karena ada seseorang yang mencintai Sobat.

Ada pilihan lain untuk mencapai cinta
Salah satunya dengan  mencoba menerima serta belajar mencintai orang yang mencintai Sobat dan berusaha ikhlas melepaskan orang yang Sobat cintai (tapi tidak mencintai Sobat). Belajar mencintai orang yang mencintai Sobat memang salah satu pilihan yang layak untuk dipertimbangkan selama orang tersebut:

  • Baik agama, kepribadian dan Sobat merasa nyaman untuk menjalani hidup dengannya.
  • Mau belajar menerima kelebihan & kekurangan, bisa saling mendukung untuk maju di masa depan, saling melengkapi dan mau bersama baik dikala susah maupun senang.
  • Memiliki niat yang lurus dalam membina sebuah hubungan
  • Memiliki kemauan untuk belajar menjadi suami/isteri serta ibu/ayah yang baik.
  • dan sebagainya 

Belajar untuk berhenti mencintai orang yang tidak mencintai Sobat merupakan pilihan terbaik karena kita tidak bisa memaksa agar orang yang kita cintai bisa  mencintai kita. Tapi dengan seiringnya waktu yang dijalani bersama, kita bisa belajar mencintai orang yang mencintai kita. Seperti ungkapan dalam bahasa Jawa witing tresno jalaran soko kulino, cinta bisa juga datang karena terbiasa.

Nah, Sobat masih galau? Semoga ulasan saya yang sederhana ini memberikan pencerahan dan membuka jalan pikiran. Apapun jalan yang Sobat pilih nantinya, semoga memberikan kebaikan untuk agama, masyarakat/negara, diri, keluarga dan pasangan ya.[ HW/Elshabrina]
          

Jumat, 29 Juli 2016

Sobat Hijabers Ingin Solo Traveling/ Backpaker Perdana? Sebaiknya Baca 10 Dulu Tips dan Trik Berikut Sebelum Berangkat

HIJABERSWORLD.COM---Solo traveling tidak hanya digandrungi oleh para pria tetapi juga wanita. Bepergian seorang diri dengan kelompok atau beberapa teman, memang memiliki sense yang berbeda. Mungkin selama ini Sobat sudah terbiasa melakukan perjalanan dan backpakeran dengan rombongan dan sekarang ingin merasakan bagaimana rasanya pergi seorang diri.

Solo traveling sebenarnya juga mendidik dan memberikan pengalaman yang lebih. Kita akan dibentuk menjadi pribadi yang berani, kritis dan tidak mudah cengeng. Selain itu, juga memupuk kemandirian sehingga kita terbentuk menjadi seseorang yang lebih baik. Sayangnya, solo traveling untuk perempuan memang sedikit mencemaskan. Maklumlah, perempuan kadang masih dianggap sebagai makhluk yang tidak hanya cantik dan seksi tetapi juga lemah secara fisik. Banyak orang yang khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hijabers yang solo traveling. Photo instagram/devanosa


Tahukah Sobat? Akhir-akhir ini, solo traveling sudah mulai banyak dilakukan oleh perempuan lho. Sama dengan pria, mereka juga berhasil dan selamat dari berangkat hingga kembali. Ya, memang perempuan juga harus memiliki beberapa trik agar bisa traveling dengan aman dan nyaman karena dalam beberapa hal sudah pasti berbeda dengan solo traveling yang dilakukan oleh pria. Jika Sobat juga memiliki rencana untuk solo traveling, sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini terlebih dahulu agar perjalanan Sobat sesuai dengan harapan :

Pertama, berjalan saat kesehatan yang prima
Jangan pernah memaksakan diri untuk tetap berangkat kalau tubuh sedang sakit atau kurang sehat. Sekalipun tiket telah dibeli jauh-jauh hari. Tidak ada negosiasi dengan kesehatan. Tubuh yang sehat dan bugar adalah kunci utama untuk melakukan traveling.

Berjalanlah kalau kesehatan Sobat sedang prima. Kalau pergi dengan teman dan tiba-tiba sakit tentu ada yang akan mengurus. Bagaimana kalau pergi sendiri? Apakah yakin bisa mengharapkan orang yang ditemui diperjalanan untuk menyelamatkan Sobat kala sakit karena belum tentu mereka akan mau membantu.

Kedua, destinasi dan penginapan yang aman
Sobat harus  ingat bahwa tidak semua lokasi dan tujuan wisata yang aman bagi wanita yang pergi seorang diri. Oleh karena itu, pelajarilah berbagai destinasi wisata. Konsultasikan dengan wanita lain yang sudah pernah solo traveling atau berdiskusi dengan beberapa pria yang pernah backpackeran bagaimana situasi dan kondisinya. Kemudian, pilihlah penginapan di sekitar kawasan yang aman.

Ketiga, hati-hati dalam menaruh kepercayaan
Salah satu manfaat yang bisa didapatkan ketika traveling adalah memiliki teman baru. Ya, memang menyenangkan dan memperluas pergaulan apalagi dengan latar belakang budaya yang berbeda. Mungkin bisa menjadi koresponden kita suatu saat. Namun, jika pergi seorang diri Sobat harus lebih bijaksana menyikapi.

Sobat dituntut ekstra hati-hati dalam memberikan kepercayaan kepada seseorang yang dijumpai. Baik itu wanita atau pria, tua atau muda. Jangan sampai ketemu dengan orang yang salah. Begitu juga ketika Sobat akan bertanya, naik transportasi umum, membeli sesuatu dan sebagainya, sebaiknya lihat-lihat orang dulu.

Keempat, jam dan waktu bepergian yang tepat
Hindarilah bepergian yang menyebabkan Sobat sampai di tempat tujuan pada sore atau malam hari. Sedapat mungkin harus sampai siang hari. Kenapa demikian? Kalau Sobat baru menginjakkan kaki di sebuah tempat baru yang masih asing bagi Sobat pada malam hari, mungkin akan sedikit menyulitkan. Siang hari masih terang benderang, jika terjadi sesuatu, mungkin Sobat masih leluasa melakukan berbagai hal. Malam hari ruang gerak dan penglihatan akan terbatas.

Kelima, soal perlindungan keuangan
Masalah keuangan juga tidak boleh luput dari perhatian Sobat. Tak jarang lho ada traveler yang mempertaruhkan keselamatan gara-gara uang. Bawalah uang seperlunya. Ya, dilebihkan sedikit kalau terjadi apa-apa. Jangan hanya membawa ATM tok tanpa uang tunai karena Sobat akan disibukkan mencari tempat menarik uang tunai.

Taruhlah uang di tempat khusus dalam beberapa tempat. Jangan menaruh uang di saku belakang dan pada satu tempat saja. Sisihkan juga uang-uang kecil untuk transportasi, membeli makanan dan keperluan lainnya di tempat yang mudah Sobat ambil. Jangan mengeluarkan uang Sobat yang tebal di depan banyak orang.

Keenam, pakaian yang sopan dan tidak menggoda
Nah, sebagai makhluk tuhan yang dikenal paling seksi, sebagian wanita mungkin senang unjuk keseksian. Namun, tidak berlaku kalau Sobat melakukan solo traveling terlebih bagi seorang muslimah. Menunjukkan keseksian dan berdandan yang menor serta menggoda justru bisa membahayakan perjalanan.

Pakailah pakaian yang sopan. Bisa menggunakan celana yang panjang hingga ke kaki, baju berlengan panjang. Atau bagi Sobat  muslimah, pilihlah hijab yang menutupi dada. Bergayalah penuh meyakinkan dan berwibawa. Jangan bergaya seperti perempuan manja, nakal, lemah dan seperti pergi ke pesta. Ini berjaga-jaga agar Sobat tidak menjadi bulanan-bulanan para pria yang ditemui dalam perjalanan.

Ketujuh, bekal informasi dan perencanaan yang akurat
Jangan pergi ke suatu tempat dalam keadaan blank. Boleh-boleh saja Sobat mengunjungi tempat yang belum pernah disinggahi asalkan Sobat memiliki senjata. Senjata utama adalah bekal informasi yang akurat.

Sobat tidak bisa melakukan sesuatu yang berdasarkan praduga tanpa ada referensi yang jelas. Selain itu, buatlah perencanaan yang detail sebelum berangkat. Jam sekian Sobat akan berada di mana, akan menginap di hotel apa dan sebagainya. Kalau perlu buat plan B, bila mana plan A ternyata tidak bisa terlaksana nantinya. Jangan lupa memberikan perencanaan Sobat ini kepada keluarga dan sahabat agar mereka mengetahui dengan jelas rencana perjalanan Sobat dan memantau dari jauh.

Kedelapan, terus mengabarkan keadaan pada keluarga
Tak hanya memberitahu dan memberikan rencana kunjungan Sobat kepada orang terdekat, dalam beberapa kesempatan juga harus terus mengabarkan keadaan Sobat  kepada keluarga. Kedua orang tua mungkin sangat cemas dan bahkan tidak bisa beraktivitas sebelum mendengar kabar dari Sobat. Setidaknya memberikan laporan setiap kali Sobat berubah posisi melalui sms atau chatt.

Kesembilan, peralatan yang sederhana 
Sebagian besar wanita identik dengan sesuatu yang ribet dan dikenal rempong. Ketika Sobat berangkat dengan teman atau piknik sekeluarga, tidak masalah membawa semua barang yang ingin dibawa. Namun, berhubung kali ini Sobatakan pergi seorang diri, bawalah peralatan yang sederhana saja.
Baik tas yang akan dipakai, sepatu dan perlengkapan cewek lainnya.

Usahakan Sobat berjalan dengan enteng, ringan dan tidak menjadi beban. Bagaimana bisa berjalan dengan tenang tanpa emosi kalau Sobat dikacaukan karena mengurus barang ini itu. Ya, seolah-olah pergi bersantai saja. Bawalah pakaian seadanya. Jangan membawa koleksi pakaian yang malah akan menambah berat tas yang Sobat bawa tetapi nanti juga tidak terpakai.

Kesepuluh, stok makanan dan obat-obatan
Hal terakhir yang tidak boleh Sobat lupakan adalah stok makanan dan obat-obatan. Ini untuk berjaga-jaga mana tahu kelaparan dalam perjalanan. Bawalah berbagai obat-obatan termasuk minyak angin, paracetamol dan obat lain yang kira-kira dibutuhkan untuk menjaga kondisi Sobat tetap fit.

Nah, bagaimana, Sobat Hijabers sudah benar-benar siap untuk menjadi solo backpaker? Dengan tersedianya penawaran tiket murah dalam luar dan dalam negeri dari beberapa maskapai, sepertinya sangat sayang dilewatkan ya Sob. Traveling, cuci mata sekalian melihat Bumi Allah yang luas tentu memberikan kesan tersendiri. Semoga solo traveling perdana Sobat lancar. [ HW / Fitzel ]

Rabu, 27 Juli 2016

Tak Peduli Seperti Apa Hidup dan Dirimu, Kamu Pemilik 10 Kesempatan Ini

HIJABERSWORLD.COM---Apa kabar Sobat semua? Semoga sehat selalu dan tetap semangat menjalani anugerah hidup yang sekali ini ya.

Umum dan lumrahnya kita berpikiran bahwa kesempatan adalah sesuatu yang terbatas. Tak heran bila sering berkata “ kesempatan tidak akan datang dua kali”. Kita menjadi lemah tak berdaya, dihantui rasa bersalah, penyesalan dan lainnya seolah-olah kesempatan semuanya sudah pergi dan tertutup.

Pada prinsipnya, kesempatan itu selalu ada dalam hidup. Tidak peduli seperti apa diri, kondisi fisik, keuangan, kemiskinan, pendidikan dan lainnya. Hanya saja sebagian kesempatan memang datang dengan sendirinya dan sebagian lagi kesempatan itu harus dijemput.



Masing-masing orang berhak dan bisa memiliki kesempatan apapun kecuali kesempatan hidup kembali di dunia setelah dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa. Ya, batas kesempatan adalah kematian. Sebelum menutup mata, semua kesempatan masih bisa diraih dan diusahan. Berubah, bertobat, berobat, belajar, berjalan, bertemu dan apapun itu.  Setiap hembusan nafas kita adalah kesempatan.

Nah, bagaimana cara memandang hidup sebagai sebuah kesempatan? Apa saja kesempatan yang melekat pada diri kita setiap saat? Berikut ulasannya :

1.Kesempatan untuk memperbaiki diri dan berubah
Pernah melakukan kesalahan?Baik kesalahan skala ringan, sedang maupun besar, tidak perlu menghukum diri karena Sobat punya kesempatan untuk memulai menjadi pribadi yang baru. Katakan selamat tinggal dengan masa lalu yang hitam dan bukalah perubahan. Tidak ada orang yang bisa memperbaiki diri kita kecuali diri kita sendiri. Mumpung masih diberi nafas, raihlah segera.

2.Kesempatan untuk lebih banyak belajar
“ Sungguh senang tak terkira melihat orang lain begitu pintar dan bijaksana dengan ilmunya. Namun, apalah daya, kita tidak pernah mengenyam pendidikan karena keluarga tidak punya. Tak terasa usia semakin menua, ingin sekolah sudah malu.”

Ketahuilah, menuntut ilmu tidak mengenal batas usia. Meski miskin, cacat atau sudah tua bangka,
setiap orang punya kesempatan untuk lebih banyak belajar. Menuntut ilmu di lembaga pendidikan itu berguna. Belajar dan meraih ilmu di universitas kehidupan jauh lebih berguna lagi.

3.Kesempatan untuk mengejar yang terbaik
Apakah Sobat beberapa kali mengalami kegagalan atau bahkan merasa belum pernah berhasil melakukan sesuatu yang terbaik?Kapanpun adalah waktu yang tepat untuk mengejarnya tapi segera melakukan saat ini juga jauh lebih tepat sebelum terlambat. Kejarlah dan jangan melihat ke belakang sampai yang terbaik berhasil diraih.

4.Kesempatan untuk mewujudkan impian yang tertunda
Tidak ada orang yang tidak punya impian. Namun, terkadang berbagai keadaan membuat impian tidak dapat terlaksana. Ada yang sudah mengejar tapi tidak sampai pada titik akhir. Impian tersimpan dalam waktu lama karena terhalang jarak, waktu, uang dan sisi lain kehidupan. Kini, jemput kembali impian yang pernah tersimpan dan tertunda terlebih kalau keadaan sudah mendukung.

5.Kesempatan untuk berkarya
Apakah hidup terasa hampa, kosong dan merasa tidak begitu bangga dengan diri sendiri karena miskin karya?Berbagi, pengabdian dan kepedulian merupakan salah satu sumber bahagia. Berkarya termasuk aktualisasi diri yang menimbulkan kepuasan serta ketenangan batin, perasaan berguna, meningkatkan kepercayaan diri dan  hal yang lebih penting adalah membuat hidup lebih berarti.

Jika masih belum punya sumbangsih, Sobat punya kesempatan untuk melakukan perubahan dan mewujudkan mimpi menjadi orang bermanfaat dengan memiliki karya. Mulailah membuat rencana karya yang sesuai dengan passion seperti mengajar, menulis, desain dan lain sebagainya.

6.Kesempatan untuk merasakan dan memberikan kasih sayang 
Mungkin selama ini begitu sibuk bekerja mencari uang atau aktifitas lain yang membuat waktu begitu banyak tersita. Isteri, suami, bapak, ibu, anak, kakak, adek, nenek dan lainnya mungkin sudah jarang dihubungi. Tanpa sadar tidak begitu peduli dan kurang perhatian. Saatnya memberikan kasih sayang kepada mereka karena kesempatan hanya saat mereka masih ada.

Bagi yang hidup sebatangkara, dunia ini tidak begitu sepi seperti yang dikira. Milikilah saudara, jika tidak saudara kandung tapi memiliki sahabat hubungan erat. Ciptakan persaudaraan dengan orang-orang kurang beruntung, Sobat akan merasakan kasih sayang dan doa dari mereka.

7.Kesempatan untuk lebih sehat
Bagi yang saat ini sedang sakit, berarti telah merasakan betapa nikmatnya sehat. Berjuanglah untuk kembali sehat dan fresh agar bisa beribadah dengan maksimal serta menjalani hidup yang hanya sekali ini. Separah apapun sakit yang diderita, miliki harapan dan kesempatan untuk sembuh.

8.Kesempatan untuk meminta maaf
Pernah bertengkar dan salah paham dengan sahabat atau bahkan dengan keluarga? Buruan, saatnya meminta maaf sekarang juga Sobat. Jangan menunda untuk menghapus dosa di hati nanti nyawa keburu pergi. Hilangkan gengsi dan tinggi hati. Meminta maaf dengan berani adalah obat yang akan membuat hati lebih tenteram dan hidup terasa lebih menyenangkan. Permusuhan dan hubungan yang retak adalah sumber dari berbagai derita. Percayalah.

9.Kesempatan untuk menyiapkan bekal akhirat
Sebagaimana yang sama-sama diketahui, hidup di dunia ini dengan segala masalahnya hanyalah sementara. Tempat persinggahan untuk menuju tempat keabadian. Jika masih merasa amal sangat sedikit dan belum layak berada di surga, masih ada kesempatan untuk menyiapkannya. Selama hayat masih dikandung badan, tumpuklah amal sebanyak-banyaknya.

Tidak perlu minder dengan ibadah di masa lalu yang biasa-biasa saja. Tidak perlu iri hati melihat orang lain yang sangat tekun beribadah. Malulah kalau membiarkan kesempatan beribadah berlalu tanpa ada keinginan untuk meningkatkannya.

10.Kesempatan untuk bertobat dan dekat dengan Allah
Pernah berbuat syirik atau melakukan dosa besar? Berhentilah menghukum diri apalagi membenamkan diri dalam lumuran maksiat karena dianggap sudah terlanjur basah. Saatnya untuk menutup lembaran kelam dan memulai dengan buku harian baru dengan cerita yang lebih baik dan positif.

Kesempatan Apa Yang Mau Sobat Ambil Hari Ini?
Dari semua kesempatan, mana saja yang paling sahabat butuhkan?Ambillah sekarang juga karena bisa saja hanya hari ini milik kita. Adakah jaminan bahwa esok mata masih terbuka? Mari buat keputusan, ambil kesempatan dan lakukan perubahan. [ HW / Fitzel ]

Senin, 13 Juni 2016

Anak Perempuan Sulung, Membantu Orang Tua dan Keluarga Dulu Atau Menikah?

HIJABERSWORLD.COM----Terkadang kita dihadapkan pada pilihan menikah dulu atau membahagiakan orang tua dahulu. Masing-masing tentu punya pertimbangan masing-masing. Ada yang memilih menikah dulu setelah selesai kuliah tapi ada juga yang memutuskan untuk berbakti dulu pada orang tua karena orang tua telah bersusah payah mewujudkan impian kita.

Muslimah memakai baju nikah. Photo via weddingideatips


Zaman sekarang banyak yang akhirnya memilih berbakti dulu. Terutama anak sulung. Anak sulung mempunyai beban moral lebih berat dari pada anak tengah atau anak bungsu. Anak sulung selain harus berbakti dan membahagiakan orang tuanya juga harus membahagiakan adik-adiknya dan membantu orang tua untuk membesarkan mereka. Itulah sebabnya, wanita yang terlahir sebagai anak sulung cenderung lebih banyak yang terlambat menikah dari pada yang lainnya.

Membantu Ibu Bapak Merupakan Keputusan Mulia
Membalas jasa kedua orang tua merupakan sebuah kewajiban setiap anak. Namun bukan berarti kita juga harus tidak menikah karenanya. Bagaimanapun menikah adalah sunnatulllah yang mana melakukannya adalah Ibadah. Sebagai wanita, kita ditakdirkan menjadi seorang istri dan insyaallah menjadi seorang ibu. Hal tersebut hanya bisa diwujudkan dengan menikah.

Lalu jika sudah menikah tidak bisa membahagiakan orang tua dan adik-adik? Tidak selalu. Menikah bukan lantas menjadi pemisah antara anak dan orang tuanya. Setelah  menikahpun kita tetap bisa berbakti pada orang tua. Menikah tidak serta merta menghilangkan bakti kepada orang tua. Sebaliknya, menikah bisa saja akan menjadi salah satu yang menyenangkan bagi orang tua. Mereka memiliki menantu dan menimang cucu, itu idaman setiap orang tua.

Mengabdikan diri kepada orang tua tidak lantas membuat kita membuang keinginan untuk menikah. Bilamana sudah beberapa tahun membantu orang tua, sudah dirasa cukup sementara, tidak ada kebutuhan besar lainnya yang dibutuhkan orang tua, tidak ada salahnya mulai memikirkan masa depan. Apalagi kalau sudah menyiapkan sedikit tabungan bagi orang tua dan bisa menikah dengan biaya sendiri tanpa membebani Bapak dan Ibu. Menikah bisa dilakukan. Bantuan untuk orang tua tidak akan terputus dan berhenti sampai disini.

Peranan Penting Calon Suami Yang Memiliki Naluri Kasih Sayang dan Paham Agama

Seseorang yang hatinya cenderung dipenuhi kasih, tiada terbesit dalam jiwanya membatasi kewajiban anak kepada orang tuanya dan tidak pula akan mengurangi hak orang tua terhadap anaknya

Oleh karena itu, memiliki calon suami yang memahami harapan Sobat dan menerima kondisi keluarga adalah sebuah langkah yang tepat. Hampir dipastikan dia akan mendukung karena dia juga memiliki rasa sayang kepada kedua orang tuanya. Ditambah kalau dia memiliki ilmu agama yang baik, dia tidak akan melarang sesuatu yang baik. Dia paham betul akhlak kepada orang tua dan azab Allah bagi anak yang durhaka, yang membiarkan orang tua terlunta-lunta.

Menjadi suami isteri baginya berarti memiliki empat orang tua. Memperlakukan mereka dengan sama, tidak membedakan satu sama lain. Membantu tidak akan berhenti karena sudah menikah. Ketika memiliki masih bisa membantu orang tua sesuai dengan kemampuan. Itu bisa dilakukan secara terus menerus karena selama orang tua masih hidup maka hakikatnya menjadi tanggungan anaknya.

Jikapun setelah menikah diuji dengan keadaan keuangan sulit, pasti ada jalan keluar dan pengaturannya. Laki-laki berjiwa besar dia tidak akan main kasar baik dalam tindakan maupun dalam perkataan karena masalah harta.

Karena sejatinya setelah menikah akan ada 3 impian : impian suami sebagai seorang pribadi, impian isteri sebagai seorang pribadi dan impian bersama suami isteri. Semua impian itu akan terkolaborasi dengan beberapa penyesuaian dan kerjasama yang harmonis.

Terakhir, komunikasi menjadi yang terpenting disini. Sebelum memutuskan menikah, ceritakan dan beritahulah calon suamimu tentang dirimu dan harapan-harapanmu untuk keluarga. Mudah-mudahan dia bisa memaklumi dan mendukung niat muliamu.

Jika dia meninggalkan karena niatmu ingin berbakti kepada keluarga dan dia tidak suka masih memikirkan orang tua setelah menjadi isterinya, tidak usah bersedih. Mungkin itu lebih baik karena hatinya begitu miskin kepedulian untuk keluarga dan tiada kemurnian cinta. [HW/Yefra Desfita Ningsih]

Jumat, 10 Juni 2016

8 Tips Ini Akan Berguna Bagi Bunda Dalam Menyiapkan Moment Lebaran Yang Hemat, Khidmat dan Bermakna

HIJABERSWORLD.COM----Setelah berpuasa selama satu bulan penuh, hari raya Idul Fitri merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu umat Islam. Umat Islam menempatkan tanggal  1 syawal sebagai salah satu hari paling istimewa dalam setahun. Untuk menyambut Idul Fitri , segala sesuatunya juga harus istimewa mulai dari batin yang fitrah kembali hingga suasana lebaran.

Hal yang yang paling terlihat tentunya adalah suasana lebaran yang berbeda daripada hari-hari lainnya seperti pakaian baru, makanan, tampilan rumah atau acara-acara silaturahmi yang lebih intens selama bebarapa hari permulaan bulan syawal. Nah, dalam hal ini kita ibu rumah tangga biasanya adalah yang paling direpotkan ya.

Lebaran hari istimewa. Photo via sweetfajr.com


Berbagai persiapan lebaran biasanya menjadi tanggung jawab seorang ibu rumah tangga, mulai dari pengeloaan uang untuk berbagai keperluan, masalah dekorasi rumah, rencana-rencana kegiatan selama lebaran, terutama masalah makanan. Segalanya harus disiapkan dengan sebaik-baiknya agar suasana lebaran benar-benar terasa istimewa, ceria, berkesan namun tetap khidmat.

Nah, sebagai ibu rumah tangga, tips-tips apa saja yang bisa dilakukan untuk persiapan lebaran? Bagaimana caranya agar lebaran hemat, lancar, sesuai keuangan dan memberi arti? Kita simak tips-tips berikut yuk Sob :

Pertama, Agar Persiapan Mantap, Buat List Kebutuhan Lebaran
Hal pertama yang harus dilakukan dalam mempersiapkan lebaran adalah membuat list atau daftar kebutuhan selama lebaran. Kelompokkan kebutuhan-kebutuhan tersebut kedalam beberapa klasifikasi umum seperti kebutuhan makanan, kebutuhan baju, kebutuhan tampilan rumah, anggaran THR, anggaran rekreasi lebaran sampai anggaran mudik bagi yang mudik lebaran. Segalanya harus sudah dicatat jauh-jauh hari sebelum lebaran agar bisa  finansialnya bisa dipersiapkan.

Khusus persiapan membeli baju lebaran anak, Bunda bisa membaca  5 Tips Penting Dalam Memilih dan Membeli Baju Muslim Anak

Kedua, Hindari Harga Melonjak Dengan Belanja Di Awal
Jika budget sudah ada, maka manfaatkanlah untuk membeli kebutuhan-kebutuhan lebih awal. Kenapa? Karena selama yang kita amati, segala sesuatunya mengalami lonjakan harga yang cukup drastis menjelang lebaran, mulai dari bahan-bahan makanan hingga pakaian, sepatu dan lain-lainnya. Jika membeli beberapa hari menjelang hari H akan menyebabkan besarnya financial yang harus dikeluarkan.

Nah, cobalah beli lebih awal seperti pakaian, dan kebutuhan tampilan lainnya. Tidak hanya pakaian, bahan makanan pun bisa dibeli lebih awal. Sekarang masing-masing rumah sudah memiliki lemari pendingin sehingga bisa menyimpan makanan agar tahan lama. Bahan yang paling disarankan untuk dibeli lebih awal adalah daging dan bumbu-bumbu. Karena bahan-bahan ini mengalami kenaikan harga sangat drastis menjelang lebaran.

Ketiga, Hemat Dengan Makanan Buatan Sendiri
Lebaran identik dengan kue-kue kering untuk dihidangkan di ruang tamu. Berbagai macam kue disajikan untuk menambah semarak hari lebaran. Pebisnis kue pun mengambil kesempatan dengan menjual berbagai jenis kue kering yang menarik. Namun jika kita ingin hemat, kita bisa kok membuat kue sendiri dirumah.

Kue siap saji yang dibeli biasanya menakar harga yang sangat tinggi hingga 4 kali lipat, itulah kenapa lebih baik membuatnya sendiri di rumah untuk lebih hemat. Budget untuk satu jenis kue yang dibeli malah bisa menjadi berbagai macam kue jika dibuat sendiri. Lagi pula banyak kok buku-buku resep kue yang bisa kita jadian panduan sehingga kita juga bisa membuat berbagai jenis kue.

Keempat, Siaga, Persiapkan Pelaratan Makan Lebih Banyak
Pada saat lebaran, pasti akan lebih banyak tamu yang datang silih berganti bukan? Nah, selain hidangan, kita juga harus mempersiapkan peralatan makan yang banyak dari biasa. Sebab saking silih bergantinya tamu yang datang, kita tidak sempat mencuci peralatan sehingga bisa-bisa pas tamu datang, tidak ada lagi gelas yang bersih, atau piring yang bersih. Nah, tengsin kan? Jadi persiapkan lebih banyak peralatan makan seperti gelas dan piring untuk menyambut tamu yang akan datang silih berganti.

Kelima, Jika Mudik, Pesan Tiket Lebih Awal
Bagi perantau, lebaran adalah waktunya mudik. Bisa dibayangkan berapa banyak warga perantauan yang akan mudik? Apa yang biasanya terjadi? Kehabisan tiket? Atau tiket dikuasai calo-calo sehingga harganya menjadi berlipat-lipat. Nah, sebagaimana halnya mempersiapkan bahan-bahan lebaran, persiapkan juga masalah transportasi jauh-jauh hari agar tidak kehabisan tiket. Jika tiket sudah ditangan, kita tidak akan was-was lagi jika-jika kehabisan tiket dan gagal mudik.

Keenam, Terlalu Excited, Hati-Hati Terlalu Kalap Belanja
Lebaran identik dengan segala sesuatu yang serba baru, apalagi untuk penampilan. Semua orang ingin terlihat istimewa dengan memakai segala sesuatu yang baru seperti baju, kerudung, sepatu, hingga assesoris. Tampil istimewa dan berkesan di hari yang special tentu wajar. Bahkan memakai baju baru termasuk yang disunnahkan untuk shalat Idul Fitri. Namun bukan berarti segala-galanya harus baru dari ujung kaki hingga ujung kepala. Jika ada assesoris, sepatu atau kerudung yang masih bagus dan bisa dipadu-padankan kenapa tidak.

Tampil istimewa bukan berarti segalanya mewah hingga kita terlalu kalap membeli segalanya yang berhubungan dengan penampilan. Malah ada yang memberi beberapa potong pakaian untuk tiap kegiatan yang berbeda. Ingat lho Sob, abis lebaran kita masih punya banyak kebutuhan. Jadi istimewalah sekedarnya saja. Tidak baru pun bahkan tidak apa-apa kecuali bagi anak-anak. Hal terpenting bagi anak-anak memang baju dan sepatu baru. Jadi pastikan budget  kita ada untuk membeli baju dan sepatu bagi anak-anak.

Ketujuh, Banyak Tamu, Pecantik Rumah
Karena banyaknya tamu yang akan  berkunjung ke rumah, buatlah tamu senyaman mungkin dengan kondisi rumah yang nyaman, rapi dan indah. Jika perlu perbaharui cat rumah agar lebih cerah dan keluarkan gorden serta furniture-furniture terbaik untuk membuat rumah terlihat lebih rapi dan indah.

Selain rapi dan indah, yang perlu diperhatikan lagi adalah kondisi rumah berkesan lebih lapang. Bila perlu masukkan benda-benda yang tidak berguna dan mempersempit ruang tamu kedalam kamar buat sementara agar ruang tamu terlihat lebih luas untuk menampung tamu. Pastikan juga kamar mandi rapi dan bersih jika sewaktu-waktu tamu ingin menumpang ke kamar mandi. Pastikan memberikan pemandangan rumah yang rapi dan indah bagi tamu yang berkunjung ke rumah kita.

Kedelapan, Daripada Berlebihan, Lebih Baik Berbagi
Hal yang terpenting adalah ingat bahwa hakikat lebaran bukanlah perayaan dengan bermewah-mewahan dan bersenang-senang. Namun hakikatnya adalah kembalinya fitrah hati. Jangan sampai sikap berlebih-lebihan kita di hari lebaran merusak esensi kembali fitrahnya jiwa umat muslim.

Ingatkan keluarga untuk tetap berbagi. Dari budget yang dianggarkan untuk persiapan lebaran, sediakan juga untuk berbagi pada rakyat yang kurang mampu agar mereka juga bisa mencicipi lebaran. Ayo Raih Amal Berbagi Ini Karena Menjadi Salah Satu Rahasia Bernilai Tinggi Saat Ramadhan

Jadi seorang ibu rumah tangga memang mempunyai tanggung jawab yang tidak sedikit apalagi pada hari-hari spesial seperti lebaran. Terkadang malah stress sendiri memikirkan ini ini. Nah, semoga tips Idul Fitri sederhana diatas bisa bermanfaat ya Sob.[HW/Yefra Desfita Ningsih]


Selasa, 07 Juni 2016

Bunda, Ini 5 Tips Penting Dalam Memilih dan Membeli Baju Muslim Anak

HIJABERSWORLD.COM----Bagi anak-anak, lebaran paling identik dengan baju baru. Membeli baju baru adalah hal yang paling mereka tunggu-tunggu menjelang Idul Fitri datang. Bahkan pertanyaan sudah membeli baju baru atau belum menjadi pertanyaan yang paling sering saling dilontarkan anak-anak selama bulan Ramadhan. Bagi anak-anak tidak lengkap rasanya lebaran tanpa baju baru.

Memilihkan pakaian untuk anak. Photo via muslimmatters


Nah, ibu-ibu sudah memikirkan belum untuk membelikan baju baru buat si kecil, terutama baju muslim sebab baju muslimlah yang paling diharapkan anak-anak untuk dipakai sewaktu shalat Idul Fitri. Namun, memilih baju muslim buat anak-anak gampang-gampang susah juga lho. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang membuat penggunaan pakaian bagi anak-anak dan orang dewasa sedikit berbeda.

Perbedaan yang paling menonjol adalah aktivitas si anak yang cukup aktif, mudah berkeringat atau bahkan mood  mereka saat memakai pakaiaan tersebut.  Harus ada beberapa hal penting yang menjadi pertimbangan kita saat membelikan baju muslim buat anak. Apa sajakah pertimbangan dan tips-tipsnya?

Pertama, Perhatikan Bahannya
Hal yang pertama yang harus diperhatikan adalah bahannya.  Hal ini disebabkan kulit anak-anak masih sensitif sehingga butuh baju berbahan lembut. Selain berbahan lembut, bahan baju juga sebaiknya adalah bahan yang bisa menyerap keringat karena anak-anak cenderung sangat mudah berkeringat karena aktif  bergerak.  Jika bahannya panas dan bikin gerah, anak-anak akan merasa tidak betah memakai pakaian tersebut.

Kedua, Perhatikan Modelnya
Anak-anak sering tidak tahan apabila seluruh tubuhnya tertutup. Mereka akan merasa panas, gerah dan merasa geraknya terbatas. Jadi pastikan untuk tidak memilih model busana muslim yang ribet. Pilihkan model pakaian yang simple sehingga tidak membatasi gerak anak-anak.

Jangan memilih model yang terlalu berlebihan dan mewah karena akan menyebabkan anak berpenampilan tidak sesuai usia.  Bagi anak perempuan model busana muslim dress maxi sederhana bisa menjadi pilihan, atau juga bisa model busana dengan celana panjang.

Sekarang memang banyak model busana muslim yang ditawarkan namun tetap pastikan jangan terlalu ribet sehingga membatasi gerak  mereka. Untuk anak-anak pilih yang sederhana saja. Begitupula untuk cowok. Pemilihan baju untuk anak cowok jauh lebih mudah dengan memilih stelan koko dengan motif kotak-kotak.

Ketiga, Perhatikan Ukuran
Untuk anak-anak jangan memilih pakaian yang terlalu pas  badan. Selain tidak pas dilihatnya, juga agar pakaian tersebut masih bisa digunakan untuk kesempatan lainnya karena anak cenderung mengalami pertumbuhan yang cepat. Jadi apabila ukuran yang dibeli sangat pas, bisa saja baju tersebut hanya bisa dipakai sekali dua kali saja, sayang kan?

Keempat, Pemilihan Warna dan Motif
Hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah pemilihan warna dan motif bajunya.  Bagi anak-anak, motif dan warna bisa mempengaruhi mood mereka juga lho.  Nah, pilihah warna-warna ceria agar anak juga terlihat lebih ceria.  Pilih motif yang sesuai karakter mereka. Ada mungkin yang cukup girly sehingga suka motif bunga-bunga, atau adapula yang suka karakter-karakter kartun.

Bagi cowok cukup simpel, motif kotak-kotak atau polos bisa menjadi pilihan. Yang terpenting mereka suka. Pemilihan motif juga disesuaikan dengan porsi badan mereka. Bagi anak-anak yang memiliki postur tubuh mungil, motif dengan pola besar lebih baik dipilih agar anak tambah lebih berisi. Sebaliknya, bagi anak-anak yang bertubuh tambun, pemilihan motif kecil atau garis vertikal bisa menjadi pilihan yang tepat.

Kelima, Pemilihan Hijab dan Kopiah
Sebagaimana muslimah, maka bagi wanita belum dikatakan berpakaian muslim jika belum memakai hijab. Meskipun anak-anak belum diwajibkan berhijab, namun kesadaran berhijab  harus ditanamkan dan dimulai sedari kecil, agar setelah dewasa nanti menjadi kebiasaan dan kebutuhan.

Agar anak-anak cinta hijab, pilihlah hijab sesimpel mungkin sehingga anak tidak merasa ribet saat memakainya. Pastikan juga bahannya sejuk sehinggga tidak membuat mereka kepanasan dan ingin melepasnya. Dalam hal ini hijab instan menjadi pilihan terbaik. Tidak perlu mengajarkan dulu anak-anak dengan model hijab yang sulit sehingga mereka akan merasa ribet jika memakai hijab.

Saat mencoba hijab, bawa anak-anak ke depan cermin, lalu puji mereka kalau mereka lebih cantik dan manis jika berhijab, dengan demikian mereka akan antusias membeli dan memakai hijab. Tidak mau ketinggalan, anak laki-lakipun memakai kopiah untuk melengkapi busana muslim mereka. Jadikan mereka terlihat tetap muda dengan membeli kopiah senada dengan warna baju. Biasanya baju stelan muslim sekaligus terdapat hijab dan kopiahnya jadi ibu tidak perlu terlalu khawatir.

Nah, demikianlah hal-hal yang bisa ibu pertimbangkan saat membeli baju muslim bagi anak-anak. Semoga bermanfaat ya Bunda.[HW/"1" Ichie]

Kamis, 19 November 2015

Ini 5 Inspirasi, Pesan Moral & Spiritual Dari Film Haji Backpacker

HJABERS WORLD.COM---Menonton sebuah film sekaligus jalan-jalan pasti menyenangkan ya Sob. Film-film seperti itulah yang sepertinya saat ini mulai banyak diproduksi oleh insan perfilman di Indonesia, terutama untuk film-film bertema religi.

Setelah sukses membawa kita jalan-jalan ke Turki dan melihat peradaban di sana beberapa tahun lalu melalui film 99 Cahaya di Langit Eropa. Tak lama kemudian kita melihat keindahan China melalui Assalamu’alaikum Beijing. Nah, film yang berikut ini mengajak kita melihat beberapa negara. Tidak tanggung-tanggung Sob, ada sembilan negara. Semua itu hanya bisa kita dapatkan di film “Haji Backpacker”.

Mada ketika di mekah. Photo Falcon Pictures via showbiz.liputan6


Film ini berkisah tentang pencarian jati diri seorang pemuda bernama Mada yang merasa putus asa dan marah pada ayahnya dan juga pada Tuhan. Mada kecewa pada ayahnya karena setiap harapan yang dijanjikan ayahnya tidak kunjung terwujud, terlebih saat patah hati dari calon istrinya.  Hal tersebut tidak hanya membuat Mada merasa kecewa pada ayahnya yang dianggapnya pembohong karena hanya bisa menebar harapan. Namun, lebih dari itu, Mada juga marah pada Tuhan dan mulai meninggalkan kewajibannya sebagai seorang  muslim.

Batin Mada berontak, jiwanya tidak lagi tenang, amarahnya meluap sehingga Mada memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan untuk mencari jati diri.  Memulai dari Thailand, Mada mendapatkan cobaan dan ujian hidup yang luar biasa, yang menguji imannya. Berbagai kisah hidup yang dilihatnya mulai membuatnya belajar tentang kehidupan satu demi satu dan kembali kepada Allah.

Keinginan kembali pada Allah semakin timbul saat Mada mendengar kabar bahwa ayahnya telah meninggal. Mada menyesal luar biasa telah meninggalkan ayahnya dan juga membenci ayahnya yang selalu memberinya nasihat terbaik. Meski begitu, Mada masih tidak mau diajak melaksanakan shalat jenazah ghoib untuk ayahnya. Tersandung sebuah masalah dengan para preman membuat Mada harus terlempar dari Thailand. Awalnya dia hanya pindah dari satu negara ke negara berikutnya tanpa tujuan yang jelas.

Namun, beberapa waktu kemudian, dia mulai mendapatkan hidayah. Ketika dia mengalami mimpi aneh berulang kali saat di China. Demi menjemput maaf ayahnya, Mada melakukan perjalanan spiritual hingga sampai ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Mungkin cara Mada yang tidak biasa dalam melakukan perjalanan yang berpindah dari satu negara ke negara lain dengan berbagai kekurangan dan tantangan inilah yang membuat produsen film memberi judul Haji Backpaker.

Sebagian kita mungkin melihat film ini dari sisi jalan-jalannya saja, tetapi tidak hanya itu Sob. Dalam film haji backpacker terdapat juga berbagai pelajaran yang bisa kita petik terutama dari perjalanan hidup Mada, si tokoh utama dari film ini. Apa saja pelajaran, makna dan pesan moral dari film Haji Backpacker tersebut?

Pertama, agar tidak putus asa dengan rencana Allah
Masalah utama dalam fim ini adalah tentang keputusasaan. Seorang Mada yang merasa harapan-harapannya tidak kunjung terwujud sehingga dia akhirnya putus asa dan berhenti berdoa. Mada bahkan berhenti untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim. Bukan kebahagiaan yang Mada dapatkan setelah itu, tidak juga terwujudnya keinginan. Mada ingin berhenti berharap tapi Mada tetap tidak mendapatkan ketenangan. Jiwanya malah menjadi semakin labil.

Dalam Islam, Allah sangat melarang kita untuk berputus asa terhadap rencananya. Memang manusia bisa berencana, manusia bisa berusaha, tapi tetap Allah yang memutuskan. Hanya saja terkadang kita menganggap harapan kita yang tidak terwujud adalah kabar buruk. Bukan Sob, justru Allah merencanakan hal yang lebih baik. Kita saja yang terkadang terfokus pada keinginan kita hingga kita tidak menyadari rencana Allah yang justru lebih baik.

Kedua, harus tetap menjaga bakti kepada orang tua
Ridho Allah terdapat pada ridho orang tua. Begitu pepatah orang bijak. Bagaimana mungkin Allah akan meridhoi langkah kita sedangkan kita tidak mendapat ridho orang tua, apalagi kita malah marah pada orang tua kita yang selalu memberikan nasihat yang baik.

Itu pulah yang terjadi pada tokoh Mada, harapan yang tidak terwujud serta kekasih yang pergi meninggalkannya membuat Mada marah pada ayahnya. Bukannya menjaga ayahnya yang sudah tua, Mada malah meninggalkan ayahnya dan membiarkan ayahnya hidup sendiri. Padahal menjaga orang tua di usia senja mereka merupakan pembuka pintu surga.

Bagaimana kalau di saat kita tidak di samping mereka, mereka ternyata menghembuskan nafas terakhir. Apa yang kita dapatkan? Tidak ada, melainkan hanya penyesalan yang sangat dalam seperti yang dialami Mada. Alangkah hancurnya hati saat mengetahui ayahnya sudah meninggal sewaktu melakukan haji dan dia tak dapat berjumpa walau sekedar melihat mayatnya saja.

Apa pesan moralnya? Temanilah orang tua kita menjalani sisa usia mereka. Kasih sayang seorang anak ketika usia senja merupakan semangat hidup mereka. Kebahagian tiada terkira di penghujung usia mereka. Jangan sampai kita menyia-nyiakan mereka dan menimbulkan penyesalan saat mereka
telah tiada.

Ketiga, urusan jodoh ada di tangan Allah
Mungkin bukan sebuah hal baru lagi bagi kita mendengar bahwa jodoh itu ditangan Allah. Sebanyak apapun kita mencintai seseorang, seerat apapun sebuah hubungan, jika bukan jodoh, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jika ternyata orang yang kita inginkan selama ini bukan jodoh kita berarti ada yang lebih baik. Sebenarnya simpel tetapi kita yang terkadang terlalu terbawa perasaan menanggapi hal tersebut dengan kekecewaan yang berlebihan bahkan sampai marah pada Allah.

Keempat, menggali pelajaran dalam setiap perjalanan
Hal yang paling baik dari karakter Mada adalah akhirnya Mada dapat memetik pelajaran dari segala peristiwa yang dialaminya selama perjalanan spriritualnya. Untunglah Mada orangnya peka dan cerdas untuk dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang dialami dan dilihatnya.

Mada akhirnya kembali mendapatkan hidayah dan semakin dekat dengan Allah melalui perjalanan-perjalanannya. Bukan kebetulan semata, karena ternyata di dalam Al-Quran terdapat sebuah ayat untuk menuruh kita menjelajah dunia untuk mendapatkan pelajaran hidup darinya.

"Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa." (QS. 27: 69)

Kelima, belajar budaya Islam di berbagai negara 
Selain pesan moral dan pelajaran hidup, bonusnya kita akan mendapatkan banyak sekali wawasan tentang Islam di berbagai negara melalui latar negara berbeda yang diambil dalam film ini. Belajar budaya Islam tentu lebih nyata kalau kita langsung melihat di negara yang bersangkutan dibanding membaca sejarahnya saja.

Film Haji Backpacker memang penuh insprirasi. Nah, bagaimana? Sahabat yang belum menonton, tertarik? Atau Sahabat jadi penasaran bagaimana tips melakukan perjalanan haji ala backpacker seperti Mada. Hm, kalau iya, sepertinya Sahabat harus mempelajari lebih mendalam tentang seluk beluk pergi haji dan umrah dengan cara backpacker ini.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Selasa, 03 November 2015

8 Tips Untuk Menjemput Kembali Semangat Ibadah Yang Kendor dan Hilang

HIJABERSWORLD.COM---Pernah nggak sih Sobat mendapatkan pertanyaan seperti ini dari seseorang :
Kok kamu sudah jarang puasa sunnah sih sekarang?
Tumben kamu bangunnya kesiangan, biasanya subuh sudah bangun, tahajud, baca Al-quran dan 
shAlat subuh tepat waktu?
Biasanya tiap bulan kamu bagi-bagi makanan buat anak yatim kan? Sekarang nggak lagi ya?"

Atau yang lebih ekstrim Sob,
Lho, kamu nggak shalat?
Kamu nggak puasa?
..dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan menurunnya semangat kita dalam
beribadah.

Bukan pertanyaan dari seseorang saja, pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin juga berasal dari kita sendiri kenapa sekarang kita sudah mulai tinggalkan ibadah-ibadah wajib maupun sunnah. Padahal sebelumnya kita selalu tepat waktu shalat wajib serta mengiringi dengan ibadah sunnah.

Seorang muslimah membaca Alquran . Photo Oscar Siagian/ Getty Images via slate


Sebenarnya  naik turunnya semangat kita dalam melakukan sesuatu sudah lumrah di dalam kehidupan. Sama halnya belajar, terkadang kita semangat, terkadang malas. Tapi kalau ibadah bahaya lho Sob. Awalnya mungkin kita meninggalkan ibadah sunnah, tapi kalau semakin hari semangat ibadah kita kendor jangan-jangan nanti yang wajib juga ikutan tidak dikerjakan. Naudzubillah. 

Jika semangat ibadah kita kendor, kita harus berusaha segera menjemputnya kembali agar tidak semakin kebablasan. Jika semakin jauh dari Allah, akan semakin sulit bagi kita untuk kembali dekat. Nah, agar kita semangat lagi beribadah, mari sama-sama kita renungkan beberapa hal berikut ini :

Pertama, apakah kita beribah murni karena Allah? 
Pertama-tama tentunya kita harus tahu dulu Sob, tujuan kita beribadah itu apa sih sebenarnya. Apakah memang murni karena Allah? Atau apakah kita beribadah karena disuruh orang tua, karena ingin terlihat shaleh, atau untuk orientasi bersifat keduniaan lainnya?

Jika tujuannya begitu, tentu semangatnya  akan mudah naik turun ya Sob? Kalau ada orang tua dirumah ibadahnya rajin misalnya, pas orang tua nggak dirumahm ya absen. Atau pas ada gebetan rajin shalat dan puasa sunnah tapi ketika putus dengan gebetan, shalat dan puasa sunnahnya hilang entah kemana.

Kedua, usahakan ibadah sebagai kebutuhan bukan hanya sebagai kewajiban  
Suatu kewajiban terkadang memberi kesan memberatkan. Kewajiban seolah-olah membuat seseorang terpaksa untuk melakukannya termasuk dalam ibadah. Ketika kita menganggap ibadah hanya sebagai kewajiban semata, maka yang kita rasakan hanyalah berat mengerjakannya. Seperti anak sekolah yang disuruh mengerjakan latihan matematika yang dirasanya sulit. Selesai latihan, ya sudah begitu saja bahkan berusaha menghindar.

Coba merubah mindset, bagaimana kalau kita menganggap ibadah sebagai kebutuhan, di mana kita akan merasakan kekurangan jika kita melewatkannya. Mari kita anggap ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Ketika kita menyadari bahwa semakin kuat kita beribadah, maka semakin dekat hubungan kita dengan Allah, mudah-mudahan semakin terpacu meningkatkan ibadah kita.

Ketiga, melakukan secara rutin dan jaga agar tidak terlewat 
Tips lainnya agar semangat beribadah tidak kendor adalah melakukan ibadah secara rutin. Jika ibadah tersebut menjadi suatu rutinitas yang dikerjakan setiap hari, kita akan merasa kehilangan kalau tidak mengerjakannya. Sekali kita melewatkan ibadah, seterusnya kita akan menjadi malas. Akhirnya kita tidak lagi melakukannya sama sekali. Bukan lebih rajin ibadah bukan malah lebih jarang.

Keempat, kasih makan rohani biar semangat 
Layaknya jasmani kita, rohani juga perlu nutrisi lho Sob.  Orang-orang bilang santapan rohani. Nah, kita perlu mendengarkan pengajian-pengajian untuk menambah wawasan kita tentang Islam dan untuk meningkatkan ibadah kita.

Tidak terbiasa ikut pengajian dan tidak ada teman? Tenang Sob, dunia kan sudah canggih. Mari kita manfaatkan teknologi yang ada. Daripada kita menonton hal-hal yang kurang penting mending kita mencari tayangan-tanyangan ceramah di youtube. Kamu bisa memilih penceramah yang disuka dan topik apa yang ingin dipelajari.

Ingat ya Sob, jasmani saja kalau tidak dikasih makan lemas kan Sob? Nah, begitu juga rohani kita, jadi tidak bersemangat beribadahnya kalau tidak dikasih makan.

Kelima, berkumpul dengan orang-orang saleh
Sobat pernah dengar lagu Opick  dengan judul obat hati? Coba ingat apa obat hati yang ke-5?  Yup, berkumpul dengan orang-orang saleh.  Berkumpul dengan orang-orang saleh ini akan membuat kita berlomba-lomba dalam beribadah Sob. Orang-orang yang saleh akan saling mendukung dan mengingatkan kita tentang ibadah yang harus kita kerjakan ataupun ibadah yang dianjurkan.

Dengan melihat ibadah orang-orang di sekitar kita maka semangat ibadah kita akan tetap terjaga. Untuk berkumpul dengan orang-orang saleh ini kita bisa mengikuti suatu organisasi, komunitas atau bergabung dengan situs-situs Islam.

Keenam, mengingat bahwa ajal bisa datang kapan saja 
Hal selanjutnya yang bisa kita jadikan pertimbangan adalah kematian Sob. Kematian siapa yang bisa menerka kapan akan datang. Bagaimana kalau kita dipanggil saat kita sedang malas beribadah? Astagfirullah,  jangan sampai ya Sob ini terjadi dengan kita. Yuk selalu menjaga kualitas dan kuantitas  ibadah kita, sehingga jika suatu waktu ajal akan datang menjemput, kita sudah siap.

Ketujuh, hindari hobi yang melenakan 
Salah satu alasan kenapa semangat ibadah kita menurun adalah adanya aktivitas menarik yang pada akhirnya membuat kita lalai. Aktivitas-aktivitas tersebut saking menariknya  sampai-sampai membuat kita lupa untuk melakukan ibadah baik itu ibadah sunnah bahkan ibadah wajib sekalipun.

Salah satunya yang sering kita lakukan, mungkin nonton film drama dengan puluhan episode. Apalagi di laptop, habis satu episode pengen lanjut lagi episode berikutnya sehingga kita terlena, dan lupa dengan ibadah. Wah kita harus hati-hati ya Sob.

Kedelapan, banyak membaca bacaan berbau Islam 
Seperti halnya menonton atau mendengarkan ceramah, membaca buku-buku Islam juga bisa menjadi nutrisi rohani kita. Dengan banyak membaca, maka kita akan merasa semakin banyak hal yang belum kita tahu. Jika demikian, kita akan menjadi haus ilmu dan terus belajar mempelajari tentang Islam termasuk mempelajari ibadah-ibadah beserta keutamannya. Ketika kita mengetahui keutamaan dari ibadah-ibadah yang kita lakukan maka kita akan semakin semangat untuk melaksanakan ibadah. Selain tu, kita juga bisa membaca kisah-kisah orang saleh yang taat beribadah.

Nah, Sobatku, itulah 8 tips yang bisa kita lakukan untuk menjemput kembali semangat ibadah kita kendor. Iman seseorang pasti naik turun. Ketika turun, kita harus berusaha untuk membuatnya naik kembali. Semoga bermanfaat ya Sob. Sobat punya tips tambahan? Yuk ikut berpartisipasi di kolom komentar. []

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Minggu, 01 November 2015

Berbagai Bahaya Virus Suudzon atau Buruk Sangka Dalam Kehidupan

HIJABERSWORLD.COM---Sebuah persahabatan yang sudah terjalin dari kecil hancur karena terjadi kesalahpahaman. Sebuah rumah tangga yang sudah dibina selama bertahun-tahun bisa berantakan hanya karena sebuah pesan singkat yang salah sambung.

Kenapa hal-hal seperti itu bisa terjadi? Kebanyakannya tidak lain diakibatkan oleh prasangka buruk. Penjelasan terkadang sudah tidak dibutuhkan, atau bahkan seseorang tidak mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan karena prasangka buruk telah terlanjur membuat seseorang memutuskan ikatan.

Perselisihan antara suami dan isteri di depan anak. Photo via soundvision


Kita tentu sudah tahu ya apa itu suudzan atau berburuk sangka.  Namun, tanpa disadari salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya ini sering menyusup ke dalam fikiran. Kita sangat rentan diserang penyakit berburuk sangka  mulai dari tingkat ringan sampai tingkat yang paling berat. Padahal berburuk sangka adalah salah satu sikap yang menyebabkan dosa.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan pra-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari pra-sangka itu adalah dosa.” (QS. al-Hujarat: 12)

Pertama, buruk sangka dapat merusak hati dan ketentraman batin
Tidak mudah memang Sob, akal kita terkadang terlalu “pintar” untuk mengaitkan dan mengira-ngira suatu kemungkinan buruk terhadap sesuatu yang kita lihat. Suudzon masuk ke dalam fikiran dan hati kita seperti virus yang menyerang dan menyebar. Virus yang membuat kita memikirkan hal-hal negatif tentang sesuatu secara berantai.

Adakalanya fikiran negatif yang kita ciptakan tersebut menimbulkan kegelisahan pada jiwa. Selain itu, juga menimbulkan ketakutan, rasa benci, menyalahkan dan bahkan menyakiti perasaan orang lain. Misalnya saja, seorang dengan penampilan tatoan dan tindikan. Orang dengan tampilan seperti itu kadangkala menimbulkan suatu asumsi dalam fikiran kita kalau dia adalah seorang preman, pencopet atau jambret.

Hal pertama, yang kita lakukan biasanya adalah memandangnya dengan pandangan menyelidik dan penuh curiga. Jika orang tersebut menyadari kita memandangnya, akan membuat hatinya tersinggung dan terluka karena dianggap negatif hanya dengan penampilannya. Hal lain yang kita rasakan juga bisa berupa kegelisahan  dan rasa terancam. Tidak ada lagi ketenangan hati di dalam batin kita. Begitulah bagaimana virus suudzon telah menggerogoti hati kita.

Kedua, buruk sangka bisa menjadi fitnah
Berburuk sangka juga bisa menggiring kita menciptakan fitnah-fitnah yang sangat berbahaya. Kita semua tahu kan Sob betapa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kenapa? Sebab fitnah mampu membunuh harga diri seseorang di depan orang lain. Fitnah membuat seseorang yang tidak bersalah menjadi buruk di pandangan semua manusia. Fitnah tersebut bisa muncul diawali adanya prasangka. Bahaya kan Sob?

Ketiga, buruk sangka dapat menghancurkan suatu hubungan
Bukan hanya perasaan dan jiwa kita saja yang bisa rusak dan gelisah karena fikiran negatif yang kita ciptakan sendiri. Seperti pembuka artikel ini, berburuk sangka dapat menghancurkan hubungan karena hilangnya sikap saling percaya.  Jika kepercayaan terhadap sahabat sudah hilang, setiap yang dikerjakannya dan yang kita lihat hanyalah kesalahan-kesalahannya saja meski sebenarnya sahabat kita baik. Hal ini akan membuat kita akhirnya memutuskan persahabatan. Rumah tangga juga berantakan karena di hati selalu timbul fikiran buruk.

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran.” (QS.Yunus : 36)

Keempat, Allah menuruti prasangka hamba terhadapNya 
Di samping berburuk sangka kepada sesama manusia, terkadang kita juga khilaf berburuk sangka kepada Allah. Hal ini sering terjadi ketika kita mendapatkan musibah, ketika rezeki kita tidak selancar rezeki orang lain, ketika keinginan kita tidak terwujud.  Kita seringkali mengeluh dengan mengatakan bahwa Allah tidak adil, Allah tidak mendengar doa kita dan berbagai anggapan buruk lainnya.

Ketika kita ditimpa musibah seperti sakit, punya masalah lantas kita putus asa dan berhenti berdoa. Nah, hal tersebut juga termasuk buruk sangka kepada Allah Sob. Itu artinya kita tidak percaya bahwa bagi Allah semuanya mungkin. Masalah seberat apapun, penyakit separah apapun bisa dihilangkan jika kita berdoa dan berbaik sangka kalau Allah akan mengabulkan. Namun jika kita sudah berburuk sangka dan meragukan Allah, maka itulah yang akan terjadi karena Allah menuruti prasangka hambaNya.

Aku menuruti prasangka hamba terhadapKu, jika ia berprasangka baik terhadapKu, maka baginya kebaikan, maka jangan berprasangka terhadap Allah kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari)

Mari mencermati hadist tersebut. Allah menuruti prasangka kita. Betapa sebuah rahasia besar yang telah Allah beritahu kepada kita. Ketika kita berprasangka yang baik-baik, maka yang baiklah yang akan Allah berikan.  Sebaliknya, ketika kita berprasangka buruk pada Allah, maka Allah akan menuruti prasangka kita.

Semoga kita terhindar dari berburuk sangka ya Sob. Bagaimana menurut Sobat? Punya tambahan bahaya berburuk sangka yang lain? Yuk berbagi di komentar.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Jumat, 30 Oktober 2015

Perkuat Optimisme dan Dorong Terwujudnya Harapan dengan Shalat Hajat

HIJABERSWORLD.COM----Mengingat akhir-akhir ini sedang terjadi ujian kabut asap yang semakin parah serta kemarau panjang di beberapa daerah,  masyarakat Indonesia gencar melakukan shalat istisqa guna meminta diturunkannya hujan. Shalat istisqa memang merupakan shalat yang dilakukan khusus untuk meminta diturunkannya hujan.

Allahlah yang mengatur segala yang ada dilangit dan dibumi, termasuk dalam menurunkan hujan. Begitulah kasih sayang Allah kepada hambaNya. Allah memberikan ujian pada hambaNya, tetapi Allah juga yang memberikan fasilitas bagi kita untuk mengatasi berbagai ujian tersebut.  Seperti harapan lepas dari kemarau dan kabut asap yang difasilitasi Allah dengan shalat istisqa.

Muslim shalat dan berdoa. Photo via new-muslims


Tidak perlu ritual-ritual apapun, sesajen ataupun tumbal. Apapun bentuknya, Allah hanya menyuruh kita berwudhu dan shalat karena hanya dengan meminta izinNya-lah segala sesuatu bisa  terjadi atau tidak. Hanya dengan mendekatkan diri kepadaNya maka Allah akan mendengar doa yang kita panjatkan.

Di dalam Al-Qur`an, Allah SWT berfirman “ dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar.” (QS Al-Baqarah 2: 45)

Ketika Allah memberikan kita ujian berupa cobaan atau musibah, kita dapat memohon kepada Allah melalui shalat tahajud dan dhuha. Shalat tahajud adalah salah satu shalat dengan waktu yang mustajab untuk berdoa. Ketika kita dihadapkan pada dua pilihan sulit atau ketika kita harus mengambil  sebuah keputusan, Allah juga memfasilitasi kita dengan shalat istiqarah.

Begitu pula jika kita punya suatu urusan untuk dilakukan dan ingin urusan tersebut berjalan dengan lancar dan dimudahkan. Allah juga memfasilitasi kita dengan satu shalat sunnah khusus. Shalat tersebut adalah shalat hajat. Pasti Sobat sudah benar dengar kan?

Secara bahasa, hajat berarti keperluan atau kebutuhan. Jadi pengertian shalat sunnah hajat adalah shalat sunnah yang dilaksanakan karena kita mempunyai maksud atau keperluan tertentu dan berharap supaya Allah SWT mengabulkan atau memudahkan keperluan tersebut.

Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi saw Setelah itu, mengucapkan Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana…” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kapan kita melaksanakan shalat hajat?
Berbeda dengan shalat tahajud yang hanya bisa kita lakukan pada malam hari atau shalat dhuha yang bisa kita lakukan di pagi hari, maka shalat hajat bisa kita lakukan kapan saja, asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan. Beberapa sumber menyebutkan kalau lebih baik dilakukan pada malam hari.

Seperti shalat sunat lainnya, shalat hajat sedikitnya dikerjakan dua rakaat dan sebanyak-banyaknya 12 rakaat dengan satu salam setiap dua rakaat. Cara mengerjakan shalat hajatpun sama dengan shalat sunat lainnya, baik gerakan, rakaat, maupun bacaannya. Hal yang sedikit berbeda dari shalat hajat adalah doa atau bacaan-bacaan khusus yang kita baca setelah shalat. Apa saja bacaan tersebut?

Dalam kitab Tajul Jamil lil Ushul dijelaskan bahwa setelah melakukan shalat hajat, dianjurkan untuk membaca istigfar sebanyak 100 kali. Selesai membaca istighfar dilanjutkan membaca shalawat 100x dan setelah itu memanjatkan doa agar Allah mengabulkan dan memudahkan hajat atau keperluan yang kita inginkan.

Dianjurkannya melakukan shalat ini tentu ada keistimewaan dan keutamaannya ya Sob? Apa sih keutamaan dari shalat hajat ini?

Pertama, mewujudkan keinginan dan memudahkan urusan
Jika kita mempunyai suatu keinginan hal penting yang harus kita lakukan tentunya adalah berusaha kan Sob?  Namun, secerdas apapun kita, sebesar apapun kita berusaha, tidak akan pernah terwujud tanpa izin Allah. Karena Allahlah Maha Pengatur segala urusan didunia ini.

Nah, disinilah peran dan keutamaan shalat Hajat. Kita tetap meminta kepada Allah agar urusan kita dimudahkan, agar sesuatu yang kita inginkan tercapai, karena Allah menyukai hamba yang merendahkan diri dengan berdoa padaNya.

Rasulullah SWT bersabda: “ Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah SWT berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad).

Kedua, menenangkan hati 
Begitupun sebaliknya Sob, terkadang kita takut, cemas, dan khawatir jika saja hajat yang ingin kita laksanakan mendapatkan halangan dan rintangan. Apalagi suatu hajat besar dan penting dalam kehidupan kita. Bagi yang rajin melakukan shalat dan apalagi membarenginya dengan shalat hajat, ketakutan dan kecemasan tersebut akan sirna sebab kita yakin Allah akan menolong kita.

" Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar." (QS Al-Baqarah 2: 45)

Ketiga, menumbuhkan sikap optimis
Adakalanya juga kita pesimis terhadap sesuatu yang menjadi keinginan kita. Kita mungkin merasa lemah, merasa tidak punya cukup daya untuk membuat keinginan tersebut terwujud. dengan melakukan shalat hajat bisa menumbuhkan sifat optimis. Karena Allah berjanji akan mengabulkan keinginan kita jika kita memintanya dan mengerjakan shalat hajad secara bersungguh-sungguh.

Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad).

Nah, Sobat itulah sedikit ulasan tentang shalat hajat beserta manfaatnya. Bagaimana? Adakah Sobat punya hajat dan ingin melaksanakan shalat hajat? Semoga apa-apa yang menjadi hajat Sobat terpenuhi ya. []

Penulis : Yefra Desfita Ningsih