Tampilkan postingan dengan label SPIRITUAL BEAUTY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPIRITUAL BEAUTY. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2016

IKHTIAR dan DOA, 2 Kunci Terwujudnya Takdir

HIJABERSWORLD.COM---Setiap saat kita selalu memohon yang terbaik. Allah mungkin sudah menjawab doa-doa kita secara tidak langsung. Sesuatu yang terbaik mungkin sudah ada dihadapan. Namun, kita sendiri yang tidak bisa mengenali karena mata, hati dan pikiran yang tertutup. Sesuatu yang diharapkan mungkin sudah sangat dekat tapi kita yang tidak bisa "menemukan" dan "melihatnya".

Bahkan ketika hati bicara bahwa sesuatu itu yang terbaik, kita sering mengabaikannya karena ego, nafsu dan keserakahan.  Kita berpikir " pasti masih ada yang lebih baik dari ini, ini masih kurang baik, saya ingin mendapat yang lebih baik dari orang lain dan sebagainya".

Kenali takdir dan siapkan diri menerima takdir
Mungkin juga kita tidak mendapat yang terbaik karena kita sendiri yang merasa "tidak layak" dan tidak siap dengan yang terbaik tersebut. Kalau memang begitu apa gunanya kita selalu memohon yang terbaik? Sementara ketika yang baik itu ada dan kita bisa mengenalinya, kita menghindari dan bahkan tidak mau menerima.

Jika memang menginginkan yang terbaik, maka juga harus berusaha menjadi yang terbaik. Tak peduli seperti apapun kekurangan yang dimiliki, setiap orang pantas mendapat yang terbaik selama hidupnya diisi dengan niat yang baik.Ketika kemudian Allah memberikan yang terbaik dihadapan, kita pun berusaha memantaskan atau melayakkan diri agar pantas mendapat yang terbaik itu. Bukan sebaliknya.

Jika  menghindari dan tidak mau "melayakkan diri" kenapa tidak berpuas diri saja menerima apa yang ada? Untuk apa meminta yang lebih baik sementara kita merasa minder menerimanya? Begitu kesempatan berlalu dan ketika tidak mendapatkan yang lebih baik dari sebelumnya kita pun meratapi.

“ Ya Allah, kenapa saya cuma mendapat yang seperti ini? 
“ Apakah saya tidak pantas mendapat yang lebih baik dari ini?

Allah selalu memberikan yang terbaik hanya saja kita yang tidak bersyukur dan tidak mau menjemput, ingin menunggu saja tanpa usaha. " Allah tidaklah menurunkan rezeki langsung dari langit. Namun, dibutuhkan "sesuatu" agar rezeki itu turun dari langit".

Dengan dalih memasrahkan diri dan keimanan, kita sering lupa bahwa sumber dan pintu rezeki itu harus dijemput bukan ditunggu. Kita selalu bilang bahwa Allah tidak pernah lupa dengan kita tapi itu bukan alasan bagi kita untuk tidak bertindak.

Sama seperti halnya makan, kita harus berusaha mengambil piring, nasi dan mengunyahnya. Kita tidak kenyang dengan sendirinya kalau kita tidak berusaha memakannya. Begitu juga dengan rezeki kita.

Berhenti menunggu, mulai menjemput
Memang Allah Penyayang dan Pengasih,
Memang Allah Maha Mendengar,
Memang seekor burung pun sudah dijamin Allah rezekinya, begitu juga dengan manusia.
Tapi apakah sudah berusaha untuk menjemput pemberian Allah itu atau hanya menunggu?

Meskipun paham, kadang kita masih lupa dalam dunia nyata bahwa pasrah itu setelah berusaha bukan sebelum berusaha.
Kalau belum berusaha untuk menjemput rezeki, bagaimana mungkin Allah akan memberikannya kepada kita?
Bahkan ketika sudah berusaha menjemput pun, belum tentu hasilnya sesuai harapan. Allah kadang masih menguji, menguji dan menguji.
Menjemput saja belum tentu membawa hasil apalagi hanya menunggu.

Kadang kita berpikir bahwa bila sesuatu telah ditakdirkan maka akan terjadi baik seseorang berusaha atau tidak. Kita harus selalu waspada agar tidak terjerumus pada kekeliruan tawakal terhadap takdir. Binatang saja yang tidak memiliki akal terus berusaha memenuhi keperluan hidupnya, apakah pantas manusia yang berakal berpikir bahwa Allah akan "menghidangkan" sesuatu begitu saja tanpa ada "SEBAB" ?



Dalam "Terapi Penyakit Hati", Ibnul Qoyyim al-Jauzi mengingatkan bahwa sesuatu ditakdirkan dengan berbagai sebab. Segala sesuatu ditakdirkan tidak lepas dari sebab-sebabnya. Oleh karena itu, bila seorang hamba membawa sebab tersebut, takdir pasti terjadi. Namun, bila ia tidak membawa sebab tersebut, takdir tidak akan terjadi.

Beberapa dari sebab itu adalah adanya IKHTIAR dan DOA.
Ketika orang lain lebih murah rezeki, bahagia dan impiannya terwujud, mungkinkah karena ikhtiar dan doa mereka jauh lebih banyak dari kita? Ya, itu mungkin saja karena mereka memang membawa "sebab" yang lebih banyak dibanding kita sehingga banyak harapannya yang menjadi nyata.

Tidak ada yang salah ketika kita meminta padaNya, yang kurang tepat adalah ketika kita hanya berdiam diri, mengandalkan doa tanpa usaha. Jika kita ingin mendapat yang terbaik dalam hidup kita, maka mengiringinya dengan membuat "sebab" sebanyak-banyaknya adalah sesuatu yang mutlak.

Memang tidak mudah tapi selama kita mau berusaha, tidak berpangku tangan, cepat atau lambat doa-doa kita akan terjawab karena siapa yang bersabar maka akan sampai pada tujuannya dan siapa yang bersunguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya. Sudah siap melipatgandakan IKHTIAR dan DOA, 2 kunci untuk mewujudkan takdir? [ HW/Fitzel]


Jumat, 03 Juni 2016

Ayo Raih Amal Ini !!! Mengungkap Rahasia Salah Satu Amalan Di Bulan Ramadhan

HIJABERSWORLD.COM----Dalam hitungan hari, kerinduan-kerinduan umat muslim yang membuncah pada bulan sya’ban akan segera berakhir. Kerinduan akan bulan penuh keberkahan akan segera  terobati dengan datangnya Ramadhan. Kenapa Ramadhan begitu dirindu? Bukankah ada sebelas bulan dalam setahun? Kenapa bulan Ramadhan yang paling dinanti?

Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan, dimana banyak amalan-amalan khusus yang dijanjikan Allah dengan pahala yang banyak. Tidak hanya amalan khusus, amalan-amalan sunnah biasa pun juga akan diberi ganjaran berlipat-lipat ganda pada bulan Ramadhan sehingga jika kita tidak melakukan amalan-amalan tersebut, maka alangkah meruginya kita karena banyak pula kesempatan mengumpulkan pahala yang dilewatkan.

Berbagi makanan.Photo via guardian


Selama ini mungkin kita cukup familiar dengan beberapa amalan khusus pada bulan Ramadhan seperti shalat tarawih, bersedekah dan tadarus. Namun tahukah Sobat? Bahwa ada satu amalan yang mungkin selama ini belum terlalu familiar bagi kita padahal mempunyai rahasia yang sangat bermanfaat bagi kita. Amalan tersebut adalah memberikan makanan berbuka untuk orang yang sedang berpuasa. Lalu apa saja rahasia yang terdapat pada amalan memberi makan orang yang sedang berpuasa ini?

Pertama, Mendapatkan Pahala Berpuasa Ganda
Jika berpuasa dan memberi makanan berbuka untuk mereka yang berpuasa, maka akan mendapatkan pahala puasa ganda. Selain pahala puasa diri sendiri, juga memperoleh pahala puasa orang yang diberi makanan berbuka asal dengan niat yang lurus tanpa riya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Barang siapa yang memberi buka orang yang puasa maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR Ahmad dalam Musnadnya, Tirmidzi dalam Jami’nya, Ibnu Majah dalam Sunannya, dan Ibnu Hiban dalam Shahihnya, dan dishahihkan oleh Tirmidzi)

Dengan jelas Rasululullah menyebutkan bahwa ketika seseorang memberi makan bagi orang yang berpuasa, maka pahala orang yang berpuasa tersebut juga sampai padanya. Bukankah ini merupakan hal yang sangat istimewa Sobat?

Kedua, Doa Yang Mustajab Dari Orang Yang Berpuasa
Sobat tentu sudah pernah mendengar bahwa salah satu doa yang mustajab adalah doa orang yang berpuasa. Apa hubungannya dengan memberi makan orang yang berpuasa? Tentu ada hubungannya Sobat. Mereka yang kita bantu mereka dengan memberinya makanan untuk berbuka akan membalas dengan doa saat mereka berbuka. Mereka akan menyertakan kita dalam doanya  sebab kita telah ikhlas berbagi rezeki dengan mereka. Dan ingat Sob, doa mereka mustajab. Doa mereka punya kesempatan besar untuk dikabulkan oleh Allah.

Ketiga, Mengasah Kepedulian Sosial dan Mendapatkan Kedamaian di Hati
Banyak kita mendengar, sebagai sesama umat muslim, kita harus saling peduli. Bahkan diibaratkan seperti tubuh yang apabila salah satu bagian sakit bagian lainnya juga turut merasakan sakit. Jika seorang muslim yang kurang beruntung merasa lapar, maka yang lainnya juga seharusnya turut merasakan laparnya saudara kita tersebut sehingga muncul kepedulian. Kepedulian yang bukan hanya sekedar kata kata peduli namun direalisasikan dalam tindakan nyata. Salah satunya adalah dengan berbagi rezeki pada mereka.

Memberikan makanan berbuka pada mereka merupakan salah satu wujud nyata dari kepedulian kita terhadap saudara muslim.  Pilihlah siapa yang rasanya paling pantas dan paling butuh mendapatkan rezeki dari kita sehingga bukan hanya pahala memberi makan yang kita dapatkan namun juga pahala membantu, manfaat bersedekah pada orang yang membutuhkan serta kedamaian hati yang didapat setelah berbagi. Percayalah Sobat, akan ada kedamaian batin yang luar biasa saat kita memberi pada orang yang membutuhkan. Memberi makan pada saat mereka lapar, memberi minum pada saat mereka haus.

Keempat, Selamat Dari Mubazir 
Pada bulan Ramadhan biasanya makanan yang tersedia lebih banyak daripada hari biasa. Menahan lapar dan haus seharian membuat semua makanan terasa sangat menggiurkan untuk disantap saat berbuka  nanti. Akibatnya kita menyiapkan berbagai macam masakan untuk berbuka, mulai dari  kolak, pudding,  minuman-minuman segar, aneka lauk , buah-buahan hingga cemilan. Padahal saat berbuka tidak semua akan habis termakan.

Coba sobat ingat-ingat lagi apa memang ini pernah terjadi? Ya, memang sering.  Makanan yang rasanya akan habis disantap saat berbuka malah bersisa tidak dimakan, menjadi mubazir. Rugi secara keuangan dan rugi secara pahala. Bukankah kita tahu mubazir itu teman setan?

Nah, agar hal ini tidak terjadi dan membuat kita mendaftarkan diri secara tidak langsung menjadi teman syaitan, bagaimana kalau kita kelola rezeki kita agar berkah dunia akhirat Sob? Caranya? Sisihkan sebagaian anggaran berbuka puasa kita yang banyak tersebut beberapanya untuk memberi makanan berbuka bagi saudara kita yang lain.

Tidak perlu buka puasa terlalu bermewah-mewah dan berlebihan sedangkan ada saudara kita yang mungkin hanya berbuka puasa dengan air putih saja. Mengalihkan sedikit rezeki kita ada mereka akan  membuat harta kita berkah di dunia tanpa mubazir serta menjadi tabungan pahala buat akhirat kelak.
Sobat sudah berencana untuk memberi makan orang yang berpuasa sebagai ladang pahala Ramadhan kali ini?  Semoga Ya Sob. [HW/Yefra Desfita Ningsih]

Kamis, 02 Juni 2016

[RAHASIA RAMADHAN] Ini 7 Daftar Ibadah Sunnah Ramadhan Bernilai Besar dan Sayang Dilewatkan

HIJABERSWORLD.COM---Bahagia itu sederhana, seperti ikan kecil bertemu danau, seperti bumi bertemu hujan, seperti pohon bertemu angin, seperti hati para muslim yang merindu di bulan sya’ban. Rindu Ramadhan. Ya, dalam hitungan hari kita InsyaAllah akan bertemu Ramadhan ya Sob. 30 hari mulia dari 366 hari selama setahun. 30 hari penuh berkah dari 366 hari selama revolusi bumi mengelilingi matahari. Bukankah itu artinya bulan Ramadhan sangat istimewa Sob? Ya, tentu saja.

Beribadah di bulan suci.Photo via islamichelp


Seperti istimewanya bulan dimana pertama kali Al-Qur’an diturunkan ini, terdapat juga amalan-amalan sunnah yang memberi kita kesempatan untuk mendulang pahala sebesar-besarnya. Ada amalan-amalan khusus yang hanya bisa kita lakukan pada bulan Ramadhan, serta ada pula amalan yang nilainya jadi berlipat ganda pada bulan Ramadhan yang sayang sekali kalau kita lewatkan.

Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya.” ( HR. Bukhari Muslim )

Apa saja amalan tersebut? Kita simak berikut ini yuk Sob.

Pertama, Shalat Tarawih
Salah satu ibadah sunnah yang hanya khusus kita laksanakan pada bulan Ramadhan adalah shalat tarawih. Moment shalat tarawih termasuk salah satu moment yang sangat kita nanti-nantikan selama bulan Ramadhan. Selain untuk menambah pundi-pundi amal, shalat tarawih berjamaah di mesjid juga menjadi salah satu media silaturahmi dengan sesama muslim lainnya serta madrasah untuk mendapatkan ilmu dari tausiah-tausiah yang menyertainya. Disisi Allah terutama, melaksanakan shalat tarawih akan mendapatkan ganjaran luar biasa dimana dosa-dosa akan diampuni bagi siapa yang sungguh-sungguh melaksanakannya karena Allah.

Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan kepada kalian, dan aku mensyariatkan kepada kalian agar mendirikan qiyam pada malam harinya (dengan shalat tarawih). Maka Barangsiapa yang berpuasa dan mendirikan qiyam pada malam harinya karena iman dan mengharap ridha Allah SWT niscaya keluar segala dosa-dosanya seakan ia baru dilahirkan dari rahim ibunya”.(Nasai, Ibnu Majah dan Musnad Imam Ahmad)

Dalam riwayat lain juga disebutkan :
Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman (membenarkan janji-janji Allah SWT) dan ihtisaban (mangharap ridha Allah SWT dan pahala) niscaya diampunkan baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari dan Muslim)

Kedua, Membaca Al-Quran
Membaca Al-Quran sebenarnya bukanlah amalan khusus pada bulan Ramadhan, sebab kita dianjurkan untuk selalu membaca Al-Quran setiap hari. Namun pada bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk lebih memperbanyak membaca Al-Quran sebab bulan Ramadhan merupakan bulan turunnya Al-Quran untuk pertama kali. Pada saat bulan Ramadhan diriwayatkan bahwa malaikat turut bersama orang-orang yang bertadarus pada malam bulan Ramadhan.

Jibril menemuinya pada tiap malam-malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya.” (HR. Bukhari No. 3220)

Ketiga, Shalat Sunnah
Amalan sunnah selanjutnya yang sangat sayang untuk dilewatkan adalah shalat-shalat sunnah selain shalat tarawih, baik itu shalat rawatib, shalat tahajjud dan juga shalat dhuha. Sebagaimana Allah telah menjanjikan bahwa ibadah akan bernilai ganda pada bulan Ramadhan begitu juga shalat sunnah. Sedangkan pada hari biasa saja Allah menjanjikan ganjaran luar bisa bagi orang-orang yang rajin shalat sunnah apalagi di bulan Ramadhan, bulan dilipatgandakannya segala amal.

Barang siapa yang shalat dalam satu hari satu malam dua belas rakaat, selain shalat wajib, dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga”. (H.R Muslim)

Keempat, Shadaqah
Salah satu rahasia bulan Ramadhan adalah agar kita tahu bagaimana saudara-saudara kita yang kurang beruntung hidup selama ini. Berpuasa mengingatkan dan menyadarkan kita bahwa betapa beratnya menahan rasa lapar saat tidak ada sesuatu yang dapat dimakan, bagaimana kering bibir menahan rasa haus saat tidak ada sesuatu yang dapat melepaskan dahaga.

Berpuasa sedikit banyaknya membuat kita merasakan rasa lapar dan haus yang saudara-saudara kita rasakan sepanjang hari. Bukan hanya dari terbit fajar sampai terbenam matahari, namun mereka mungkin mengalaminya selama  berhari-hari.

Hal ini akan menimbulkan tumbuhnya rasa kepedulian pada diri kita. Bagaimana caranya? Bersedekah. Bersedekah pada mereka yang hidup dalam kekurangan diharapkan dapat meringankan sedikit beban mereka. Memang Sob, bukan hanya pada bulan Ramadhan saja kita harus bersedekah, namun alangkah baiknya jika amalan ini kita tingkatkan pada bulan Ramadhan karena Rasulullah bersabda bahwa sebaik-baik shadaqah adalah shadaqah pada bulan Ramadhan.

Sebaik-baiknya shadaqah adalah shadaqah pada bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

Kelima, Memberi Makanan Berbuka Untuk Orang Berpuasa
Hal yang mungkin terlihat kecil terkadang bernilai sangat besar dimata Allah. Salah satunya adalah memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa. Hal ini merupakan salah satu amalan yang sangat sayang untuk kita lewatkan Sob, apalagi jika kita punya rezeki yang berlebih.

Daripada menghabiskan banyak uang untuk membeli makanan-makanan yang mahal yang nantinya malah akan mubazir, alangkah baiknya jika kita menyisihkan sebagiannya untuk membelikan lalu memberikannya pada orang-orang yang berpuasa sebagai makanan berbuka bagi mereka.

Kita bisa memberikannya ada anak-anak yatim, kaum-kaum dhuafa, atau siapapun itu yang sedang berpuasa dan pantas mendapatkannya. Ketahuilah Sobat, sungguh hal ini ternyata besar nilainya dimata Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah :

Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (Shahih Nasa’i dan Tirmidzi)

Semakin banyak orang yang kita sediakan menu berbuka baginya, semakin besar pula pahala yang akan kita dapatkan. Allah memberikan kita jalan untuk menyalurkan rezeki di jalan yang benar-benar mulia.

Keenam, Menyegerakan Berbuka Puasa
Amalan sunnah yang juga sangat sayang jika kita abaikan adalah menyegerakan berbuka puasa. Nah, kalau yang ini sudah pasti ya Sob. Kita mah 10 menit menjelang azan maghrib sudah tongkrongin meja makan serta menu-menu buka puasanya. Ternyata menyegerakan berbuka puasa termasuk salah satu sunnah puasa yang jika kita laksanakan mendapat pahala yang besar disisi Allah.

Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ketujuh, Makan Sahur
Selanjutnya kita juga disunnahkan untuk makan sahur sebelum fajar. Allah selalu menyiratkan rahasia dalam setiap amalan wajib maupun sunnah yang Allah perintahkan. Sahur bermanfaat untuk mempersiapkan diri menjalankan puasa pada siang hari. Sahur bermanfaat untuk menyimpan energi karena selama berpuasa kita tidak makan apa-apa. Nah, tidak malas bangun dini hari buat sahur kan Sob? Selain untuk persiapan untuk puasa, juga dapat pahalanya.

Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bukankah mendapatkan pahala Allah begitu mudah di bulan Ramadhan Sob, selagi kita ikhlas maka bulan Ramadhan benar-benar menjadi lahan untuk panen pahala sebanyak-banyaknya. Bukankah sangat sayang untuk kita lewatkan Sobat? Semoga amalan-amalan di atas bisa kita laksanakan sebaik-baikknya Ramadhan ini ya Sob,sebab tidak ada yang bisa tahu, akankan kita bisa bersua lagi di Ramadhan selanjutnya.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Selasa, 31 Mei 2016

Sudahkah Sobat Punya List Target Optimalkan Ramadhan Tahun Ini? 6 Target Berikut Bisa Jadi Pertimbangan dan Membantu

HIJABERSWORLD.COM---Bagi umat Islam, bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti, bulan yang dirindu-rindu. Bahkan jika boleh meminta, mungkin kita ingin Ramadhan sepanjang waktu. Kenapa? Sebab pada bulan Ramadhan  begitu banyak kemuliaan dan keberkahan yang menjadikannya sebagai bulan paling istimewa dibanding sebelas bulan lainnya.

Sekilas Tentang Keistimewaan Bulan Ramadhan
Kenapa bulan Ramadhan begitu mulia dan istimewa?

Pertama, bulan Ramadhan merupakan bulan dimana ayat Al-Quran ( Al-Alaq 1-5) pertama kali diwahyukan pada Rasulullah. Dimana merupakan permulaan turunnya cahaya serta petunjuk yang menjadi penuntun kita sampai saat sekarang ini hinggga akhr zaman nanti.

Kedua, bulan Ramadhan berupakan bulan penuh keberkahan dimana pintu-pintu surga dibuka seluas-luasnya sedangkan pintu neraka ditutup.

Ketiga, bulan Ramadhan merupakan bulan dimana terdapat suatu malam paling mulia diantara beribu-ribu malam yaitu malam Lailatul Qadr yang didambakan-dambakan bagi semua orang namun hanya orang-orang terpilih yang mendapatkannya.

Keempat, Ramadhan merupakan bulan pengampunan, dimana Allah membuka pintu taubat seluas-luasnya untuk mengembalikan hamba-hambaNya kembali pada fitrah. Selanjutnya, Ramadhan merupakan bulan dimana pahala ibadah-ibadah kita akan dilipat gandakan sehingga menjadi ladang pahala yang luar biasa bagi umat Islam yang mau mendapatkan berkahnya.

Ramadhan Mubarak.Photo via eidmubarakwishess


Begitu istimewa dan mulianya bulan ini, betapa meruginya kita apabila berkah dan kemuliaannya tidak bisa kita dapatkan dan kita optimalkan. Betapa meruginya kita jika pada bulan Ramadhan kita tidak dapat apa-apa kecuali haus dan lapar.

Beberapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga…" (HR Bukhari dan Muslim)

Padahal, betapa banyak keberkahan, kelimpahan dan pahala yang bisa kita dapatkan jika kita mengoptimalkan ibadah pada bulan yang dirindu-rindu ini. Hal-hal apa yang perlu kita lakukan dan tingkatkan untuk Ramadhan ini? Sudahkah Sobat menyiapkan target-target khusus bulan Ramadhan?

Target Ibadah Mengoptimalkan Bulan Ramadhan
Kita tidak pernah tahu Sobat, apakah kita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan selanjutnya. Karena itu, selagi masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan mulia ini, mari kita optimalkan ibadah selama bulan Ramadhan. Mari kita susun target-target ibadah agar Ramadhan menjadi lebih berkah.

Sobat sudah punya target-target tertentu? Kalau belum Sobat bisa menjadikan hal-hal berikut sebagai acuan target ibadah  bulan Ramadhan. Atau apabila sudah punya target mungkin ada yang bisa ditambahkan. Apa saja? Yuk kita lihat selengkapnya :

Pertama, Puasa Penuh Satu Bulan
Sebagaimana kita tahu, esensi utama bulan Ramadhan adalah berpuasa. Karena itu, ibadah utama yang harus kita jalani selain shalat tentunya adalah puasa sebab puasa merupakan hal yang wajib dilakukan selama bulan Ramadhan.

Targetkanlah untuk dapat berpuasa penuh selain masa haid agar ibadah puasa menjadi maksimal. Untuk mencapai target tersebut hal yang harus Sobat persiapkan adalah kesehatan. Tetap jaga asupan gizi selama berbuka dan sahur agar tubuh tetap fit untuk berpuasa sebulan penuh tanpa sakit.

Kedua, Merutinkan Shalat Tarawih
Meskipun ibadah sunnah, namun shalat tarawih merupakan ibadah sunnah paling utama selama bulan Ramadhan.

Barangsiapa yang shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai, maka akan dicatat baginya (pahala) shalat sepanjang malam.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, dan ia berkata hadits hasan shahih)

Targetkanlah untuk dapat menjalani sholat tarawih penuh selama sebulan. Susunlah rutinitas agar tidak ada rutinitas malam hari yang bisa mengganggu waktu Sobat untuk shalat tarawih.

Ketiga, Merutinkan Shalat-Shalat Sunnah
Selain shalat tarawih, rutinkan juga melaksanakan shalat-shalat sunnah seperti shalat sunnah rawatib, dhuha dan shalat tahajjud selama Ramadhan. Tahukah Sobat? Ibadah pada bulan Ramadhan memiliki pahala yang berlipat-lipat ganda. Bukankah sayang jika kita tidak mengambil pahala Allah tersebut?

Biasanya mungkin kita sediki sulit untuk bangun tengah malam untuk shalat tahajjud, namun sadarkah Sobat? Bulan Ramadhan memberi kita peluang seluas-luasnya untuk shalat tahajjud yaitu saat sebelum sahur.  Bangunlah kira-kira 15 menit sebelum jadwal sahur sehingga bisa Sobat gunakan untuk shalat tahajjud. Jika kita rutin melaksakannya pada waktu Ramadhan, pada bulan-bulan berikutnya insyaallah akan menjadi terbiasa.

Keempat, Khatam Al-Quran
Salah satu riwayat menyebutkan bahwa Jibril turun pada bulan Ramadhan pada orang-orang yang membaca Al-Quran. Itu sebabnya membaca Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi sangat istimewa.

Rasulullah  adalah orang yang paling dermawan dan lebih akan dermawan lagi di bulan Ramadhan ketika Jibril  menemuinya pada setiap malam, lalu saling membacakan Al-Qur’an dengannya.” (HR. Al-Bukhari)

Nah, jadikan baca Al-Quran sebagai salah satu agenda wajib amalan Sobat setiap harinya. Targetkan bahwa selama Ramadhan Sobat bisa menamatkan Al-Quran. Berat? Tidak Sob. Dalam Al-Quran terdapat 30 juz.  Targetkan satu juz sehari. Sehari kita shalat lima kali sehari semalam, bagilah satu juz tersebut pada tiap-tiap selesai shalat entah itu selesai shalat wajib, dhuha, tahajjud atau waktu-waktu renggang.  Bisa tamat? Pasti bisa Sobat, jika kita  bersungguh-sungguh. Sobat sudah tulis khatam Al-Quran sebagai salah satu target ibadah bulan Ramadhan?

Kelima, Memberi Makan Berbuka Bagi Orang Yang Berpuasa
Target ibadah selanjutnya yang wajib masuk pada agenda Ramadhan kita adalah memberi makanan berbuka  bagi orang yang berpuasa. Sobat sudah pernah baca hadits mengenai faidah atau manfaat memberi makanan berbuka pada orang yang berpuasa bukan? Pahala orang yang kita beri makanan tersebut juga sampai pada kita, pahala yang utuh tidak kurang satupun.

Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At-Tirmidzi)

Sobat bisa bayangkan semakin banyak yang kita beri makanan berbuka, semakin banyak pahala puasa yang dilimpahkan bagi kita. Jika Sobat punya rezeki berlebih, betapa mulia dan kerennya jika amalan ini  masuk pada salah satu list target ibadah Sobat.

Selain untuk mendapatkan pahala dari Allah, kita juga bisa saling berbagi kepedulian pada saudara-saudara kita yang mungkin kesulitan untuk mendapatkan makanan. Betapa berkahnya jika kita menjadi tempat penitipan rezki mereka. Daripada beli makanan banyak tapi mubazir, lebih baik dialokasikan pada yang berpahala dan bersifat membantu kan Sob?

Keenam, Meningkatkan Infak dan Sedekah
Amalan memberi makan orang yang berpuasa seiring dengan amalan bersedekah. Bersedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan.” (HR.Tirmidzi)

Nah, coba targetkan berapa sedekah yang bisa Sobat berikan untuk Ramadhan tahun ini. Berapa rezeki yang Sobat bisa sisihkan untuk diberikan pada orang yang membutuhkan. Targetkan dan sisihkan uang tersebut  dari sekarang agar sampai pada niat kita.

Banyak orang kekurangan disekitar kita, yang barangkali tidak punya apa-apa untuk  menyambut hari Idul Fitri walau hanya untuk sekedar beli  makanan. Mari kita sedikit lapangkan beban mereka dengan menyisihkan rezeki yang Allah limpahkan. Percayalah Sobat, menjadi tempat penitipan rezeki dari Allah untuk orang lain itu keren. Memberi sedikit kebahagiaan bagi orang lain serta menabung pahala untuk akhirat kelak.

Nah Sobat, itulah beberapa target ibadah yang bisa kita lakukan selama bulan Ramadhan. Kenapa kita butuh target? Agar kita punya tujuan jelas untuk diraih dan dicapai. Bahkan jika perlu, tuliskan target-target tersebut sebagai bentuk konkrit dari kesungguhan kita dan agar kita diingatkan jika lupa.

Letakkan di tempat yang mudah terlihat agar jika kita lengah kita bisa melihatnya kapan saja. Pada awalnya mungkin terlihat terpaksa Sobat karena harus berpatokan pada target, namun percayalah lama-lama hal tersebut akan menjadi kebiasaan yang dikerjakan secara ikhlas.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Kamis, 26 Mei 2016

Tahsin Al-Qur’an : Pengertian, Dasar dan Urgensinya

HIJABERSWORLD.COM----Setiap hari kita selalu mengucapkan ayat-ayat Allah, baik saat melaksanakan shalat, maupun saat membaca Al-Quran (mengaji) dalam berbagai kesempatan. Sebagai mukjizat yang paling luar biasa, membaca Al-Quran memiliki banyak sekali keistimewaan baik kelimpahan berkah hidup, penenang hati dan pahala disisi Allah. Allah bahkan menjanjikan 10 pahala disetiap satu huruf Al-Quran yang kita baca. Tapi sudahkah pahala tersebut benar-benar kita dapatkan? Sudah benarkah bacaan Al-Quran kita?

Muslimah membaca Al-Qur'an. Foto via themuslimtimes


Jika kita masih merasa bahwa bacaan Al-Quran kita belum baik atau jika ingin belajar lagi bagaimana menyempurnakan bacaan Al-Quran menjadi lebih baik dan lebih bagus, sebaiknya kita belajar tahsin dalam membaca Al-Quran? Apa itu tahsin? Sebelumnya, perlu kita ketahui dulu sekilas, kesalahan-kesalahan apa yang biasanya terjadi saat kita membaca Al-Quran.

Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Membaca Al-Quran
Disadari atau tidak, terkadang kita melakukan kesalahan-kesalahan dalam membaca Al-Quran  yang menyebabkan bacaan kita menjadi kurang sempurna. Kesalahan-kesalahan tersebut bisa dikategorikan menjadi dua bagian umum, yaitu :

Pertama, Al-Lahnul Jaliy
AL-Lahnul Jaliy merupakan kesalahan yang terdengar dengan jelas, baik oleh para ahli Al-Quran maupun oleh orang biasa. Kesalahan tersebut meliputi, perubahan bunyi huruf menjadi huruf lain, perubahan harkat, masalah mad, serta masalah tasydid. Kaidah-kaidah ini jika terjadi kesalahan akan sangat mudah dikenali.

Kedua, Al-Lahnul Khofiy
Al-Lahnul Khofiy adalah kesalahan membaca Al-Quran yang tidak mudah dikenali atau disadari oleh yang mendengar kecuali oang yang benar-benar paham ilmu tajwid. Kesalahan-kesalahan ini biasanya meliputi kaidah-kaidah tajwid yag cukup kompleks seperti mad wajib muttashil atau lazim dengan dua atau tiga harakat, masalah-masalah dengang seperti idgham gunnah dan bilaghunnah, ikhfa, izhar dan kaidah tajwid lainnya.

Pengertian Tahsin
Tahsin berasal dari bahasa Arab yaitu “‘hassana-yuhassinu’ yang berarti memperbaiki, memperbagus, meningkatkan, memperindah atau menjadikan lebih baik dari sebelumnya. Secara istilah tahsin didefinisikan sebagai kegiatan atau metode untuk menyempurnakan pengucapan huruf-huruf Al-Quran sebaik-baiknya mulai dari pengucapan huruf serta kebenaran tajwid-tajwid dan kaidah-kaidahnya.

Jumhur ulama sering menyamakan metode tahsin dengan metode belajar tajwid. Sebagaimana sudah kita sama-sama ketahui, tajwid yaitu mengeluarkan setiap huruf hijaiyah dari tempat keluarnya masing-masing sesuai dengan hak dan mustahaqnya.

Urgensi dan Dasar Diperintahkannya Tahsin Al-Quran
Al-Quran tertulis dalam bahasa Arab yang terdiri dari 26 huruf hijaiyah. Ada beberapa huruf hijaiyah yang pengucapannya hampir mirip namun akan membentuk kata-kata yang mempunyai maksud yang berbeda. Sedikit saja salah entah itu cara pengucapannya, harkat atau  panjang pendeknya hingga dengungnya bisa menyebabkan kesalahan makna dan arti. Itulah sebabnya kita sangat perlu mempelajari cara  membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Dalam beberapa firmannya, Allah SWT juga telah memerintahkan kita untuk membaca Al-Quran dengan baik dan benar agar kita bisa mendapatkan berkah dan pelajaran darinya sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Muzzamil ayat 4 berikut:

" Dan bacalah Al-Quran dengan tartil.” (Q.S. Al-Muzzammil 73: 4).

Pada ayat diatas secara gamblang Allah memerintahkan kita untuk membaca Al-Quran secara tartil atau sebenar-benarnya, baik pengucapan, dan harkat agar tidak menyalahi makna yang ada pada Al-Quran tersebut.

Rasulullah sebagai penerima mukjizat Al-Quran juga sudah mengingatkan kita untuk membaca Al-Quran dengan baik dan fasih sebagaimana terdapat dalam salah satu hadis beliau :
" Bacalah AlQuran dengan cara dan suara orang Arab yang fasih.” (HR. Thabrani)

Tahsin Merupakan Wujud Kesungguhan
Banyak yang “bisa” membaca Al-Quran. Bahkan banyak sekali yang mempunyai suara yang sangat bagus dan irama yang sangat bagus saat membaca Al-Quran. Namun belum tentu sempurna, dapat belum tentu tepat dan bagus belum tentu serius. Tahsin adalah salah satu bentuk kesungguhan dan penghormatan kita saat membaca Al-Quran.

Tidak hanya irama yang bagus saja yang menjadi perhatian, namun yang terpenting adalah tepat atau benarnya bacaan kita. Membaca Al-Quran dengan tepat dan benar menunjukkan keseriusan kesungguhan dan penghormatan kita terhadap Al-Quran yang merupakan ayat-ayat Allah.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Selasa, 24 Mei 2016

Shalat Istikharah, Tujuan, Tata Cara dan Kapan Pelaksanaan

HIJABERSWOLRD.COM---Hidup penuh dengan pilihan-pilihan sulit, begitu asumsi yang sering kita dengar ditengah masyarakat. Ya, benar Sobat. Akan masa-masa tertentu dimana kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit dalam hidup. Namun bagaimanapun pilihan tersebut harus diputuskan.

Shalat istikharah kapan saja tapi lebih tenang malam hari. Foto via islamweb.net


Terkadang plilihan tersebut amat sangat sulit hingga pertarungan logika maupun analisis rasa saja tidak cukup. Kemana kita kembali? Ya, pada siapa lagi? Allah. PadaNyalah kita minta untuk ditunjukkan, padaNya lah kita minta diberi kemantapan hati untuk memutuskan.

Dalam hal ini Allah telah memberi kita media khusus untuk itu. Ibadah khusus yang dimaksudkan untuk mendapatkan petunjuk kemantapan hati dalam memutuskan sesuatu atau menentukan sebuah pilihan. Media tersebut adalah shalat istikharah.

Pengertian Shalat Istikharah
Secara bahasa Istikharah mempunyai makna “memilih” atau meminta pilihan akan sesuatu sehingga mendapatkan pilihat yang tepat dan terbaik. Jadi shalat istikharah adalah shalat sunnah yang dilaksanakan dengan tujuan memohon bantuan dan petunjuk Allah untuk memilih diantara dua pilihan atau untuk memantapkan hati terhadap suatu keputusan.

Dalil disunnahkannya shalat istikharah terdapat dalam salah satu riwayat berikut:

Rasulullah SWT mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).

Shalat istikharah sering dilakukan saat orang-orang menemukan pilihan sulit dalam hidup dan ingin memilih yang terbaik demi tercapainya kebaikan dimasa yang akan datang. Pilihan-pilihan sulit itu umumnya terkait masalah jodoh, memilih pekerjaan, memilih pendidikan hingga masalah-masalah lainnya.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Istikharah
Pada dasaranya, pelaksanaan shalat istikharah sama saja dengan pelasanna shalat sunnah lainnya. Kecuali niat. Shalat istikharah dilakukan minimal dua rakaat. Bacaannya sama sebagaimana kita shalat biasa. Tidak juga ada ayat pendek tertentu yang disarankan setelah membaca surat alfatihah. Boleh membaca ayat pendek apa saja.

Namun, ada bacaan khusus yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat. Salah satu riwayat dari Jabir R.A menyebutkan setelah shalat istikharah. Sebuah hadits tentang do'a setelah shalat istikharah dari Jabir r.a mengemukakan bahwa do'a tersebut dapat berbunyi :

Alloohumma inni astakhiiruka bi'ilmika wa astaqdiruka biqudrotika wa as aluka min fadhlikal 'adzhiimi. Fainnaka taqdiru walaa aqdiru walaa a'lamu wa anta 'al-laamulghuyuubi. Alloohumma inkunta ta'lamu anna haadzal amro khoirun lii fii diinii wama'aasyii faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baariklii fiihi wa inkunta ta'lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii wa 'aajilihi fashrifhu 'annii washrifnii 'anhu waqdurlil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bihi.

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon  kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku  di dunia atau akhirat- sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”

Kapan Waktu Untuk Melaksankan Shalat Istikharah
Tidak ada waktu khusus untuk melaksanakan shalat istikharah. Shalat istikharah bisa dilaksanakan kapan saja baik pagi, siang, sore ataupun malam. Namun alangkah baiknya apabila memilih waktu-waktu dimana mustajabnya doa untuk dikabulkan Allah. Waktu yang sangat dianjurkan adalah pada sepertiga malam sebab sepertiga malam merupakan waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa pada Allah sebagaimana disebutan di dalam hadis :

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Tabaraka wataa'la turun ke langit dunia pada setiap malam, yaitu pada 1/3 malam terakhir seraya berfirman, 'Siapa yang berdo'a kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu niscaya akan Aku berikan dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain karena sepertiga malam merupakan waktu mustajab untuk berdoa, suasana malam yang hening juga bisa meningkatkan kekhusukan kita saat beribadah dan berdoa pada Allah SWT.

Allah kurang baik bagaimana lagi Sob, Allah  bahkan menolong kita untuk menentukan pilihan terbaik dalam hidup agar berkah dimasa yang akan datang. Apa Sobat punya keraguan saat ini? Apa Sobat punya pilihan yang sulit untuk diputuskan?

Mari kita kembalikan semuanya pada Allah. Allah akan berikan pentunjuknya. Melalui apa? Apa saja. Melalui mimpi, melalui kemantapan hati, dan apa saja  yang harus kita selalu yakini itulah hasil istikharah pada Allah maka itulah jalan terbaik. InsyaAllah.

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Minggu, 22 Mei 2016

Ini Daftar Puasa Sunnah Yang Harus Diketahui Beserta Keutamaannya

HIJABERSWORLD.COM----Selalu ada keutamaan dalam setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hambaNya. Bukan hanya sekedar kegiatan untuk kepentingan Allah namun sesungguhnya setiap ibadah adalah untuk manusia itu sendiri. Bagi yang melaksanakannya akan mendapatkan manfaat baik manfaat yang langsung terasa di dunia, apalagi manfaat pahala disisi Allah. Sedang yang tidak melaksanakan maka merugilah mereka.Salah satunya adalah puasa.

Puasa. Foto via islamcity


Bagi yang tidak tahu esensi puasa, puasa barangkali terlihat sebagai kegiatan”menyiksa diri”. Seharian kita tidak boleh makan dan minum walau setetespun.  Seharian kita harus menahan syahwat juga. Nafsu seolah dikekang.

Namun sesungguhnya dibalik itu semua, puasa sungguh menyimpan keistimewaan baik untuk fisik apalagi untuk jiwa manusia. Karena istimewanya ibadah puasa,Allah bahkan memilih satu bulan yang dikhususkan untuk beribadah puasa. Ya, benar bulan Ramadhan. Bulan dimana setiap umat Islam diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh.

Rasulullah menunjukkan pada umatnya bahwa pahala puasa tidak hanya bisa didapatkan pada bulan Ramadhan namun juga bisa dilakukan pada hari-hari tertentu. Berikut ini adalah macam-macam puasa sunnah, berserta keutamanaan-keutamaan bagi yang  melakukannya.

Pertama, Puasa Senin Kamis
Puasa Senin Kamis adalah salah satu puasa sunnah yang cukup familiar bagi setiap muslim dan paling banyak dilakukan.Puasa Senin dan Kamis menjadi salah satu amalan sunnah yang istimewa karena amalan dihadapkan pada Allah pada hari tersebut sehingga Allah akan langsung menerima amalan tersebut. Hal ini disebutkan dalam salah satu hadis Rasulullah berikut :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi No.747 Shahih dilihat dari jalur lainnya).

Disunnahkannya berpuasa pada hari Senin dan Kamis juga didasarkan pada hadis Rasululah sebagai berikut :

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis.” (HR. An Nasai No. 2360 dan Ibnu Majah No. 1739)

Kedua, Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal
Puasa Syawal maksudnya adalah puasa enam hari pada bulan Syawal. Puasa enam Syawal boleh dilakukan pada tanggal mana saja baik awal bulan ataupun akhir bulan, kecuali pada tanggal 1 sebab satu Syawal merupakan hari raya idul fitri dan merupakan salah satu hari diharamkannya puasa.

Tahukan Sobat bahwa bahwa puasa Syawal sangat istimewa dan sangat sayang untuk dilewatkan. Rasulullah dalam sabdanya menyebutkan bahwa puasa 6 hari dibulan Syawal sama nilainya dengan berpuasa selama setahun. Sangat sayang kalau untuk kita lewatkan kan Sob?

" Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia  seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim No. 1164)

Ketiga, Puasa Arafah
Puasa sunnah selanjutnya adalah puasa Arafah. Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijjah bertepatan dengan wukufnya jamaah haji di Padang Arafah. Karena itu umat Islam yang tidak sedang melaksanakan haji disunahkan untuk melaksanakan puasa pada tanggal tersebut.

Bagi orang yang melaksanakan puasa Arafah akan mendapatkan keutamaan yaitu dihapuskan dosa-dosanya pada apda tahun yang lalu serta  tahun yang akan datang. Betapa Murah Hatinya Allah memberikan kita cara-cara untuk menghapus dosa.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arofah? Beliau menjawab, ”Puasa ‘Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim No. 1162)

Keempat, Puasa Asyura
Puasa yang keistimewaannya juga hampir  sama dengan puasa Arafah adalah puasa pada hari Asyura. Hari Asyura merupakan hari kesepuluh pada bulan Muharram. Keutamaan puasa Asyura adalah dihapuskannya dosa-dosa setahun yang lalu. Hal ini dinyatakan dalam hadis RAsulullah sebagai berikut.

" Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu..” (HR. Muslim No. 1162).

Kelima, Puasa Daud
Rasulullah juga melakukan puasa sebagaimana puasanya Nabi Daud AS. Tata cara puasa Nabi Daud adalah puasa sehari dan berbuka sehari. Contohnya, hari Senin berpuasa, Selasa tidak, Rabu puasa, Kamis tidak dan seterusnya. Riwayat menyebutkan bahwa puasa Daud merupakan puasa yang paling disukai  Alllah sebab terlihat kesungguhan dalam melakukannya.

“…Yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari. Kemudian puasa sehari dan tidak puasa sehari. Keutamaannya adalah karena puasa ini adalah puasa yang paling disukai oleh Allah." (HR. Bukhari-Muslim).

Dalam riwayat lain Rasulullah juga bersabda:
Tidak ada puasa (yang lebih utama) diatas puasa Dawud Alaihisssalam, setengah tahun, berpuasalah sehari dan berbukalah sehari.” (HR.Bukhari No. 1879, Muslim No.1159)

Keenam, Puasa Sunnah 3 Hari Setiap Bulan
Selain pada tanggal-tanggal atau hari tertentu, puasa sunnah juga bisa dilakukan setiap bulannya selama 3 hari. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr, bahwasanya Rasululullah SAW bersabda :

Dan sesungguhnya cukup bagimu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,karena sesungguhnya bagimu pada setiap kebaikan mendapat sepuluh kali semisalnya,maka itu sama dengan berpuasa setahun penuh.” (HR.Bukhari No.1874, Muslim No.1159)

Juga dari hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata:
Teman setiaku Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memberi wasiat kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,mengerjakan shalat dua raka’at dhuha,dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur.” (HR.Bukhari No.1180)

Tanggal berarapakah 3 hari yang dimaksud tersebut? Terserah, boleh diawal maupun diakhir atau juga ditengah-tengah asalkan tidak pada waktu diharamkan berpuasa.

Ketujuh, Puasa Pada Bulan Sya’ban 
Selain bulan Ramadhan yang dikhususkan untuk melaknsanakan puasa wajib, bulan Sya’ban juga merupakan bulan baik untuk menjalankan puasa sunnah. Hal ini didasarkan pada sunnah Rasulullah yang mana beliau sering sekali berpuasa pada bulan Sya’ban sebagaimana diriwayatkan di dalam hadis berikut:

Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata:
Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR.Bukhari No.1868)

Salah satu keutamaan  puasa sunnah pada bulan Sya’ban adalah sebagai latihan dan pembiasaan untuk berpuasa sebulan penuh yang akan datang, yaitu bulan Ramadhan. Karena itu perbanyaklah puasa pada bulan Sya’ban, terserah mau hati pasa saja selainkan sehari atau dua hari menjelang memasuki Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah :

Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari dan dua hari, kecuali seseorang yang biasa berpuasa pada hari itu maka boleh baginya berpuasa." (HR.Muslim No.1082)

Kedelapan, Puasa Pada Hari-Hari Awal Bulan Zulhijjah 
Puasa sunnah selanjutnya adalah puasa pada permulaan bulan Zulhijjah. 10 hari pertama pada bulan Zulhijjah merupakan hari-hari yang sangat utama untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah, termasuk puasa. Hal ini berlandaskan pada salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, yaitu;

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Daud No. 2438, At Tirmidzi No. 757, Ibnu Majah No. 1727, dan Ahmad No. 1968. Shahih).

Keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas. Dalam riwayat lain juga disebutkan, Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya.” (HR. Abu Daud No. 2437. Shahih)

Sesungguhnya Allah memberikan kita jalan-jalan ataupun cara-cara untuk bisa mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Tinggal kita apakah mau mengambilnya sebagai bekal di kehidupan sesungguhnya di akhirat nanti, atau melewatkannya demi kesibukan dunia yang hanya sebatas persinggahan. Semoga Allah senantiasa membuka pintu hati kita untuk memilih ya Sob.

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Minggu, 01 Mei 2016

Sering Melewatkan Tahajud Karena Susah Bangun? 10 Tips Ini Mungkin Dapat Membantu Sobat Menjaga Waktu Tajahud

HIJABERSWORLD.COM---Shalat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rajin tidaknya seseorang melakukan shalat malam ini bahkan bagi sebagian orang menjadi barometer untuk melihat seberapa baik ibadah seseorang. Selain karena mempunyai banyak keutamaan dan keistimewaan, shalat tahajud mempunyai tantangan sendiri sehingga hanya orang-orang yang benar-benar kuat niat ibadahnya yang bisa melakukannya.

Kenapa demikian? Sebab shalat tahajud dilakukan pada waktu malam hari yang merupakan waktu yang digunakan untuk istirahat. Hal ini bisa menunjukkan seberapa besar kesungguhan seseorang dalam mendekatkan diri pada Allah sebab mereka harus memilih terbangun untuk shalat meski mengantuk atau memilih melanjutkan istirahat saja karena tahajud hanya ibadah sunnah.

Ilustrasi shalat. Photo via muslimpress


Realitanya memang banyak yang tidak memilih untuk bangun sehingga melewatkan shalat tahajud.
Padahal, shalat tahajud banyak sekali keutamaan dan keistimewaannya. Diantara  adalah sebagai salah satu ibadah paling dianjurkan setelah shalat 5 waktu, ibadah media terkabulnya doa, media untuk mendapatkan tempat mulia disisi Allah hingga ibadah yang dapat memancarkan sinar pada wajah orang-orang yang melalukannya. Melewatkan shalat tahajud berarti melewatkan kesempatan-kesempatan untuk mendapatkan hikmah dan keistimewaan dari shalat tahajud. Bukankah begitu Sob?

Sayangnya, rasa kantuk bagi kebanyakan orang begitu susah dilawan, apalagi jika harus terjaga tengah malam yang merupakan waktu paling efektif untuk istirahat.  Bagi Sobat yang punya kesulitan saat bangun buat shalat tahajud, mungkin Sobat akan menyetel alarm praktis yang ada di ponsel masing-masing. Tapi terkadang alarm tidak membuat kita bangun, sebab saat alarm berbunyi bukanya segera bangun malah dengan cepat meraih ponsel untuk mematikan alarm tersebut.

Lalu bagaimana carannya agar kita tidak melewatkan waktu berharga tersebut? Nah, tips-tips berikut mungkin bisa membantu untuk bangun agar bisa melaksanakan shalat tahajud :

Pertama, tidur sebelum jam 10
Hal pertama yang harus diperhatikan agar bisa bangun pada sepertiga adalah tidur lebih awal agar jam istirahat tidak terganggu. Selain itu, jika tidur terlalu larut akan susah bangun pada tengah malam sebab mata baru terpejam sebentar saja. Tidurlah sebelum jam 10, sehingga sudah punya waktu tidur sekitar 5-6 jam untuk terbangun pada jam 3.

Kedua, jangan lupa niatkan sebelum tidur
Segala sesuatu akan berjalan jika diawali dengan niat. Sobat pasti setuju kan? Tanpa niat maka tidak akan ada arah tentang apa yang akan kita kerjakan. Begitu pula untuk shalat tahajud. Sebelum tidur, niatkanlah untuk terbangun tengah malam buat melaksanakan shalat tahajud.

Biasanya, jika sudah diniatkan, Allah akan memberi cara untuk membuat kita terbangun entah itu melalui mimpi, bunyi sesuatu atau kita terbangun sendirinya. Hal yang penting diniatkan dengan ikhlas di dalam hati bahwa kita ingin melaksanakan shalat tahajud. Ingat ya Sob, niat yang sebenar niat.

Ketiga, tidurlah dalam keadaan berwudhu
Biasakanlah tidur dalam keadaan suci atau berwudhu. Hal ini akan membantu kita untuk selalu mengingat Allah meskipun menjelang tidur. Hal ini akan menset otak kita untuk terus ingat dan mengirim sinyal untuk bangun untuk melaksanakan shalat.

Keempat, tidur ala Rasulullah dengan miring ke kanan
Tahukan Sobat kenapa rasulullah begitu mudah terjaga untuk melaksanakan shalat malam? Hal tersebut dikarenakan Rasulullah tidak tidur terlalu dalam. Beliau hanya tidur ringan sehingga mudah bangun dan dibangunkan. Bagaimana caranya? Tidurlah sebagaimana tidurnya Rasulullah. Rasulullah tidur dengan menghadap ke kanan. Posisi ini membuat jantung tetap berada di atas sehingga tidur tidak terlalu dalam.

Kelima, minum air putih lebih banyak sebelum tidur
Sebelum tidur minumlah lebih banyak air putih agar beberapa jam setelah tidur Sobat mempunyai rasa ingin buang kecil. Tidak seorangpun yang bisa menahan buang air kecil sehingga semalas apapun bangun, sengantuk apapun mata, pasti akan segera bangun untuk ke kamar mandi. Nah, saat bangun itulah dimanfaatkan untuk langsung berwudhu dan shalat.

Keenam, jangan makan sebelum tidur
Hindari makan sebelum tidur, sebab hal tersebut akan membuat Sobat tertidur dengan sangat pulas sehingga sulit bangun. Jika tidur jam 10 usahakan makan paling lama jam 7 agar tidak terlalu berefek pada tidur.

Ketujuh, minta tolong bangunkan
Jika tidur Sobat benar-benar dalam dan sangat susah sekali untuk bangun meski sudah melakukan hal-hal diatas, maka mintalah bantuan seseorang untuk membangunkan. Bisa keluarga dan bisa juga teman yang tinggal serumah jika kebetulan mereka juga terbangun.

Kedelapan, jangan tunda-tunda
Beberapa diantara kita terkadang punya kebiasaan “sebentar lagi saja”. Saat melihat pada jam maka kita akan menunda mungkin 10 menit lagi, 15 menit lagi atau meskipun cuma 5 menit lagi. Hal ini menjadi musuh besar saat kita ingin bangun tengah malam. Saat menunggu waktu yang “sedikit” tersebut terkadang kita malah kebablasan hingga pagi dan akhirnya melewatkan shalat. Saat terbangun dan membuka mata, langsung saja bangun dan cuci muka jangan tunda-tunda walau 5 menit sekalipun.

Kesembilan, biasakan setiap waktu
Jadikan bangun tengah malam sebagai rutinitas setiap malamnya. Jadikan jam tertentu sebagai jam wajib Sobat bangun sehingga lama-lama akan menjadi kebiasaan setiap harinya dan Sobat tidak akan susah lagi untuk bangun tidur buat shalat tahajud.

Kesepuluh, jangan lupa berdoa pada Allah
Tips ampuh berikutnya jangan lupa berdoa pada Allah ya Sob. Mintalah Allah menuntun kita untuk bangun dengan niat yang mulia untuk  melaksanakan shalat, berdoa lalu yakinlah bahwa Sobat tidak akan melewatkan shalat tahajud lagi kali ini.

Nah, itulah tips-tips agar susah bangun tengah malam tidak lagi menjadi alasan kita buat melewatkan shalat tahajud. Dengan menjalankan tips-tips tersebut lalu menjadikannya kebiasaaan maka shalat tahajud pun akan menjadi rutinitas yang sangat sayang apabila dilewatkan. Semoga bermanfaat ya Sob.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Senin, 08 Februari 2016

Astagfirullah, Ternyata 6 Orang Ini Akan Kekal Selamanya di Neraka

HIJABERSWORLD.COM---Dunia hanya persinggahan, begitu yang sering kita dengar. Ada yang singgah dalam jangka waktu yang lama, namun ada pula manusia yang hanya punya waktu singkat singgah di dunia. Sayangnya. kita tidak pernah tahu berapa lama waktu yang kita punya. Itulah kenapa kita harus memaksimalkan waktu yang ada di dunia agar bisa mendapatkan tempat yang mulia di akhirat, yaitu surga.

Namun, jika hidup di dunia hanya untuk singgah, dengan niat hanya untuk mencari kesenangan, niscaya  bukan surga yang didapatkan, sebaliknya neraka akan menjadi ancaman. Neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali. Sehina-hina seseorang di dunia, maka jauh lebih hina apabila mendapatkan ganjaran neraka di akhirat. Apalagi jika kekal disana.

"... maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah baginya, dia kekal didalamnya. Itulah kehinaan yang besar."  (QS. At-Taubah :63)

Harta, tahta, dan segala yang dipunya dalam kehidupan fana ini tidak ada artinya jika dikehidupan selanjutnya malah kekal di neraka. Kekal, ya kekal atau keadaan yang tiada berkesudahan. Tiada akhirnya.

Gambaran siksaan di neraka. Foto diggsjourney.com via merdeka.com

Sanggupkah kita? Tiada  sedetikpun  waktu kecuali siksaan bertubi-tubi. Siapakah kiranya yang menjadi penghuni kekal neraka? Adakah kita salah satunya? Apa mungkin prilaku kita saat ini secara tidak sengaja akan menuntun kita sebagai penghuni tetap di neraka selama-lamanya? Yuk simak daftar-daftar penghuni neraka di bawah ini ya Sob :

Pertama, orang-orang kafir
Golongan pertama yang sudah pasti masuk di dalam neraka adalah orang-orang kafir. Mereka dengan terang-terangan menentang Allah. Dalam banyak ayat dalam Al-Quran Allah berulang kali menyebutkan bahwa balasan bagi orang kafir yang enggan menyembah Allah adalah neraka, dan mereka kekal di dalamnya. Salah satunya sebagaimana yang terkandung dalam ayat berikut :

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni Neraka. Mereka Kekal didalamnya." (QS. Al-Baqarah: 39)

Kedua, orang-orang yang menyesatkan manusia dari agama Allah
Tidak akan pernah mencicipi surga orang-orang yang mengajak manusia pada kesesatan. Sebab barang siapa yang berusaha menyesatkan manusia, sama derajatnya dengan iblis.

Dan hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya : "Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia", lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki ". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An`am : 128)

Ketiga, orang-orang munafik
Sebahaya-bahaya manusia adalah manusia munafik. Mereka terlihat benar padahal salah, mereka terlihat baik tetapi jahat. Sebagaimana sabda Rasulullah mengatakan bahwa ciri-ciri orang munafik adalah dusta bila berkata, ingkar ketika berjanji dan berkhianat ketika dipercaya. Inilah yang banyak disekitar kita Sobat.

Susah mendeteksi orang-orang seperti ini karena mereka bertindak dan berkata tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya. Kita rentan sekali terhadap hal ini.
Mari kita sama-sama koreksi diri, pernahkah kita berdusta bila berkata?
Apakah kita dapat dipercaya untuk diberikan amanat dan apakah kita sudah menepati segala janji?

Jangan-jangan dengan melakukan perbuatan-perbuatan tersebut kita sedang mendaftar untuk jadi penghuni tetap neraka. Astagfirullah, semoga kita dijauhkan ya Sob dari sifat munafik yang mudah sekali menyerang hati tersebut.

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal." (QS. At-Taubah : 68)

Keempat, para pembunuh
Alangkah kejamnya seorang pembunuh. Pantaslah Allah membarikan ganjaran yang sangat luar bisa bagi seorang pembunuh. Tiada ampun, nyawa seseorang yang sengaja dihilangkan akan diganti dengan neraka selamanya. Ya, para pembunuh bersama orang-orang kafir dan munafik kekal di neraka.

Barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya adalah Neraka Jahanam dan ia kekal di dalamnya.” (An-Nisaa : 93)

Kelima, para pengambil riba
Jangan pernah menganggap sepele dosa riba. Barangkali kita menganggapnya sebagai dosa yang enteng. Tapi apakah kita masih menganggap hal ini remeh jika kekal di neraka adalah balasannya?

Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Al Baqarah: 275)

Keenam, orang-orang musyrik
Sirik adalah dosa yang tidak terampuni. Tiada yang suka disekutukan apalagi Allah. Tiada yang patut disembah selain Allah. Tidak gunung, tidak bulan. Hanya Allah pemilik segala sesuatu dan hanya pada Allahlah kita meminta.

Sesajen, menyembah batu, menyembah pohon, merupakan wujud nyata dari syirik. Percaya pada mitos-mitos bertuahnya sebuah benda juga tergolong pada syirik.
Semoga kita selalu sadar bahwa jimat, batu-batuan tidak punya kekuatan gaib apapun. Jangan sampai hal sepeti itu membuat kita pelan-pelan menuju rumah penyiksaan yang kekal yaitu neraka.

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di neraka.” (QS. At-Taubah : 17)

Berbeda dengan surga yang merupakan tempat segala yang indah, neraka tempat yang buruk, tempat penyiksaan dan penderitaan. Umumnya, tidak ada manusia yang mengharapkan masuk neraka. Semuanya ingin dijebloskan ke surga.

Nah, semoga tulisan ini bisa menjadi renungan. Sudahkah kita masuk kategori orang yang masuk surga atau jangan-jangan selama ini malah telah berbuat seperti ahli-ahli neraka di atas? Semoga bisa jadi self reminder dan bermanfaat.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Minggu, 20 Desember 2015

Subhanallah, Ternyata 4 Orang Ini Yang Dirindukan Oleh Surga

HIJABERSWORLD.COM---Surga,  taman keindahan yang Allah janjikan untuk hamba-hamba yang terpilih dan balasan terindah yang Allah persiapkan bagi orang-orang yang mengabdikan hidup untuk agamaNya. Surga, suatu hadiah dari Allah atas amal baik yang dilakukan di dunia.

Ilustrasi menuju surga. Photo via missiononislam


Surga, tempat yang paling diimpikan dan tempat kebahagian abadi. Tiada keindahan yang mampu menandingi surga. Bahkan tiada yang bisa membayangkan betapa indah dan luar biasanya surga. Seberapa besar kerinduan kita saat ini ingin disurga Sob?

Rindu merupakan suatu perasaan yang membuncah tak sabar ingin segera bertemu. Rasanya senang dan kadang juga khawatir. Dalam pergaulan dengan sesama manusia, betapa menyenangkan ketika kedatangan kita dirindu dan diharapkan oleh seseorang. Dirindukan oleh orang yang diharapkan menjadi suatu keberuntungan, sumber kebahagiaan sekaligus penghargaan.

Bagaimana kalau yang merindukan kita adalah surga ?

Ya, surga yang mengharapkan kita menjadi penghuninya. Tentu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ya Sob bagaimana rasanya. Selain kita yang merindu surga, ternyata surga telah terlebih dahulu merindu kita. Subhanallah,  alangkah bahagia dan terhormatnya mereka yang dirindu surga.

Siapakah mereka? Apakah diri kita sudah termasuk pada golongan-golongan yang dirindukan surga tersebut? Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda :

Surga rindu akan empat golongan manusia, yaitu orang-orang yang membaca al-quran, menjaga lidah, memberi makanan pada orang yang sedang lapar dan orang yang berpuasa di bulan ramadhan." (HR.Abu Daud dan Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

Pertama, Orang Yang Membaca Al-Qur’an dan Mengamalkannya
Al-Qur’an spesial karena merupakan firman-firman Allah. Membaca Al-Qur’an berarti sebuah usaha untuk lebih dekat pada Allah dan juga mengenal Islam lebih jauh untuk mendapatkan pedoman hidup di dunia.

Lalu membaca Al-Qur’an yang bagaimana yang membuat kita dirindukan surga Sob? Surga akan rindu pada orang-orang yang membaca Al-Qur’an  dan mengamalkan apa yang telah dibacanya. Itulah golongan yang dirindu surga.

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Bagaimana, sudah berapa  ayat yang dibaca hari ini? Minggu ini? Bulan ini? Semoga hitungannya bukan perbulan ya Sob. Dari 24 jam waktu dalam sehari, semoga bisa diluangkan untuk membaca Al-Qur'an ya dan tidak disibukkan oleh aktivitas yang tidak bermanfaat.

Kedua, Orang Yang Bisa Menjaga Lisannya 
Lisan bisa lebih tajam dari pedang, begitu ungkapan pepatah. Itu benar sekali Sob. Banyak hal buruk yang terjadi hanya karena mulut salah bicara. Namun belakangan ini sering beredar asumsi “ biarlah mulut pedas berbisa, tapi apa adanya, daripada orang-orang yang pendiam tapi memendam perasaan di dalam hati mereka.”  Kalimat-kalimat ini  belakangan muncul untuk membenarkan sifat blak-blakan yang melukai seseorang.

Tidak sedikit juga yang jadi ikut-ikutan menyudutkan mereka yang pendiam sebagai seorang munafik. Padahal mereka sedang berusaha menjaga lisannya agar tidak menyakiti. Asumsi-asumsi seperti ini jangan sampai menyesatkan kita. Jangan sampai kita membenarkan kata-kata kasar, kata–kata menyakitkan yang bisa menyebabkan perpecahan dan hal buruk lainnya. Bagaimanapun lisan harus dijaga. Kita meski memikirkan setiap kata yang akan diucapkan, tapi tidak semua yang terfikir mesti dilisankan atau diucapkan.

Dari Sahl bin Sa’d Rasulullah bersabda : 
Barangsiapa yang bisa menjamin/menjaga untukku apa yang berada di antara dua rahangnya (mulut) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari).

Bukan hanya lisan Sob. Meluasnya penggunaan media sosial membuat kita bebas mengutarakan apa saja. Cermatilah, saat ini begitu banyak masalah yang muncul karena kicau di media sosial. Saling bullly, saling menghina dan sebagainya.

Bagaimanapun, diam jauh lebih baik daripada ucapan-ucapan yang tidak berguna. Duhai Sobatku, semoga kita senantiasa bisa menjaga lisan sebab lisan begitu mudah tergelincir.

Ketiga, Orang Yang Memberi Makan Orang Yang Sedang Lapar 
Allah, Sang Pemilik surga sangat menyukai hamba yang peduli terhadap sesama manusia. Seorang hamba yang penuh kepedulian tidak akan  membiarkan saudaranya menderita karena manahan lapar.

Sobat, Allah menciptakan kita dengan takaran rezeki yang berbeda. Di luar sana, banyak orang yang kurang beruntung. Sementara, Allah melebihkan rezeki kepada kita agar bisa berbagi. Sayangnya, meski sudah berkecukupan,  sebagian dari kita masih ada yang merasa takut  berbagi karena khawatir tidak mencukupi bagi diri dan keluarga. Takut harta berkurang.

Percayalah Sobat, berbagi tidak pernah membuat kita kekurangan. Tidak  perlu takut, karena Allah tahu hambaNya yang berniat baik. Masih ingat dengan kisah Rasulullah yang berbagi sebutir apel untuk seorang yang ditemuinya di jalan. Padahal Beliau hanya punya sebutir apel tersebut untuk dimakan bersama istri beliau Aisyah, RA. Allah akan mengganti dari setiap apa yang kita berikan secara ikhlas. Teruslah berbuat baik. Semakin engkau berbuat baik, semakin surga merindukanmu.

Siapa saja orang mukmin yang mau memberi makan saudaranya sesama mukmin yang lapar, niscaya Allah akan memberinya buah-buahan Surga. Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi minum saudaranya sesama mukmin yang sedang dahaga, niscaya Allah akan memberinya minuman Rahiqul Makhtum.” (HR. At-Tirmidzi dengan sanad hasan)

Sudah berapa orang yang kita lepaskan raga lapar dan dahaganya Sobat? Semoga kita selalu menjadi seseorang yang peka dan ikhlas untuk berbagi ya Sob.

Keempat, Orang Yang Ikhlas Berpuasa Di Bulan Ramadhan
Ramadhan merupakan suatu bulan istimewa dimana pada saat itu Allah membuka pintu pahala sebesar-besarnya buat hambaNya.

Sebagaimana dalam hadis dalam kitab Sahih Bukhari:
"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari Muslim)

Sebagaimana yang diketahui, puasa adalah amalan wajib yang harus dilakukan sewaktu bulan Ramadhan. Mari mengingat kembali, apakah niat puasa kita sewaktu Ramadhan kemaren sudah benar? Niat karena Allah atau tuntutan  bulan Ramadhan saja  atau karena tuntutan sosial?

Tanda niat yang lurus yaitu seseorang akan berusaha meninggalkan hal-hal yang merusak puasa seperti membicarakan orang lain, berburuk sangka, mengeluh dan lainnya. Jika hal ini belum kita miliki, mudah-mudahan Ramadhan yang akan datang bisa berbenah diri jika masih diberi usia oleh Allah.

Merindukan itu menyenangkan, tapi dirindukan adalah sebuah penghormatan. Hanya saja, pantaskah kita menjadi sosok yang dirindukan surga? Surga memang tempat terindah, sudah pantaskah kita memasukinya? Semoga kita senantiasa memantaskan diri menjadi orang-orang yang dirindukan surga ya Sob.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Jumat, 18 Desember 2015

3 Investasi Bernilai Tinggi Untuk Tiket Menuju Akhirat

HIJABERSWORLD.COM---“Dunia hanya persinggahan sementara, akhirat kampung abadi untuk selamanya. Akhiratlah tujuan hidup yang sesungguhnya”, mungkin Sobat sering mendengar kalimat-kalimat seperti ini.

Kalimat tersebut adalah pengingat agar kita memikirkan kehidupan masa depan. Memang penting bagi kita untuk  mempunyai investasi masa depan di dunia. Namun investasi akhirat merupakan investasi paling utama dan jauh lebih penting. Investasi untuk urusan dunia berhenti begitu menutup mata. Sementara, investasi akhirat membantu pada kehidupan sesudah mati.

Anak yang shaleh, salah satu investasi tertinggi untuk akhirat. Photo via pinterest


Investasi dunia diperlukan agar bisa bertahan hidup tetapi investasi akhirat juga tidak boleh dilupakan karena penting setelah meninggalkan dunia.  Banyak amalan-amalan yang bisa dilakukan di dunia sebagai investasi kehidupan akhirat. Selagi Allah masih memberikan kita nafas, selagi hati kita masih mempunyai iman kepada Allah, maka selama itu pulalah kita bisa menabung amal untuk akhirat.

Namun, layaknya investasi di dunia yang kita inginkan tetap memberikan manfaat di masa depan meskipun sudah tidak bekerja, begitu pulalah hendaknya investasi akhirat. Meskipun kita sudah tidak ada lagi di dunia, meski raga dan hati tak lagi bisa melakukan amalan-amalan, namun masih ada pahala-pahala yang terus mengalir untuk kita. Menambah pundi-pundi pahala kita sebagai bekal di akhirat nanti. Itulah setinggi-tinggi investasi akhirat.

Apa sajakah investasi tingkat tinggi tersebut?

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda : “Jika anak Adam meninggal. Maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat serta doa anak yang shaleh” ( H.R Muslim)

Dalam hadis diatas, disebutkan bahwa ada 3 amalan yang tidak terputus pahalanya meskipun kita sudah meninggal yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat serta doa anak yang saleh. Berikut penjelasan beserta langkah-langkah untuk melakukan dan mendapatkan  amalan-amalan tersebut.

Pertama, sedekah jariyah 
Sedekah jariyah didefinisikan sebagai sedekah yang diberikan demi kepentingan dan manfaat bagi banyak orang. Sedekah jariyah akan terus mengalir pahalanya selama sedekah tersebut memberikan manfaat baik orang lain.

Sedekah jariyah dapat berupa sumbangan untuk pembangunan mesjid, baik itu berupa tanah, bahan bangunan maupun perlengkapan di dalam mesjid yang bermanfaat bagi umat Islam.  Tiada yang lebih menyenangkan daripada perasaan bahagia ketika kita bisa memberi manfaat dalam jangka panjang.

Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah bersabda :
Sebaik-baik manusia adalah yang lebih banyak manfaatnya untuk manusia lain.” (H.R.Muslim )

Apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan amalan dari sedekah jariyah ini?

1. Biasakan bersedekah meski kecil
Sedekah jariyah tidak harus berupa bentuk atau nominal yang besar. Tidak harus mewakafkan tanah untuk mesjid, menyumbangkan jutaan rupiah untuk pembangunan sekolah, atau membangun irigasi. Sedekah jariyah tidak harus selalu mahal. Selagi apa yang kita berikan memberi manfaat, maka hal tersebut termasuk sedekah jariyah. Sedekah jariyah dapat berupa wakaf al-quran, sajadah mesjid, mukena dan hal-hal kecil lainnya.

2. Menjaga keikhlasan 
Hal terpenting dalam bersedekah adalah ikhlas. Tidak ada boleh ada embel-embel duniawi yang boleh mengiringi sedekah yang kita lakukan jika kita menginginkan sedekah itu sebagai sedekah jariyah. Dunia modern saat ini sangat mengerikan Sobat. Adanya media sosial bisa menjadi jebakan yang berbahaya buat kita hingga terkadang tanpa kita sadari kita memberitahu dunia tentang apa yang kita lakukan termasuk masalah sedekah.

Jika ini yang terjadi kita mungkin hanya dapat investasi dunia Sobat. Dimana kita mendapat pujian, kenaikan harga diri,  dan status dalam masyarakat, namun kita tidak dapat apa-apa untuk  investasi akhirat. Sebaliknya, sifat ini bisa menghanguskan amalan-amalan kita sebelumnya. Semoga kita terhindar dari hal ini ya Sob.

Kedua, Ilmu yang Bermanfaat
Beruntunglah bagi mereka yang senang berbagi ilmu untuk orang lain yaitu ilmu yang bermanfaat terutama ilmu agama. Ketika seseorang berbagi ilmu agama berarti dia telah memberitahu orang lain untuk menegakkan agama Allah serta mendekatkan diri pada Allah. Allah akan memberi bonus pada orang-orang seperti ini.

Jika seseorang menyampaikan ilmu dan kemudian ilmu tersebut dijalankan oleh orang yang menerimanya, maka amalan perbuatan tersebut juga mengalir padanya. Subhanallah, betapa  hal ini merupakan sebuah investasi akhirat yang sangat luar biasa. Orang yang beramal dan kita terus mendapatkan alirannya.

Rasululullah Saw bersabda :
Barang siapa menunjukkan suatu kebaikan, maka dia mendapat pahala yang sama dengan orang yang mengamalkannya.” (H.R Muslim )

Bagaimana mendapatkan amalan luar biasa ini?
Sebagian mungkin berfikir, kita harus menjadi ustad dulu untuk bisa menyampaikan ilmu yang bermanfaat, atau menjadi guru dulu agar ilmu kita bisa dibagi. Tak harus Sobat. Tidak selalu harus menjadi guru maupun ustadzah, tapi jika itu bisa, alangkah lebih baiknya.

Jadi kita bisa lebih leluasa memberikan ilmu yang bermanfaat dan tentunya juga lebih mudah diterima oleh orang lain. Selain itu, hal-hal berikut bisa kita lakukan untuk mencapai hal tersebut.

1. Menulis buku 
Ilmu tidak harus disampaikan secara lisan. Terkadang ada diantara kita yang punya banyak ilmu untuk dibagi tapi tidak terlalu berani bicara di depan umum. enghalang lainnya mungkin kita takut respon yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Makanya menulis merupakan suatu hal yang sangat baik untuk berbagi ilmu yang kita miliki.

Ketika ilmu itu diamalkan maka pahalanya akan dikirim untuk kita. Kelebihan menyampaikan dakwah lewat tulisan, tulisan bisa tahan sampai waktu yang lama. Bertahun-tahun hingga kita meninggalpun saat buku tersebut dibaca dan diamalkan, maka bonus pahalanya akan mengalir untuk kita.

2. Manfaatkan  media sosial
Teknologi yang sudah sangat canggih saat ini merupakan media dakwah dan berbagi ilmu yang sangat efektif. Orang-orang bisa berbagi dan mendapatkan ilmu agama di media sosial hanya dengan menggunakan gadget.

Daripada kita mengupdate status yang tidak jelas, membuka aib sendiri, menghujat orang lain lebih baik kita gunakan untuk investasi akhirat. Pastinya dengan berbagi ilmu-ilmu yang bermanfaat. Sedikit ilmu sederhana yang menyentuh hati seseorang hingga dia mengamalkannya akan memberikan pahala yang terus mengalir buat kita.

Bayangkan jika banyak orang di media sosial yang tergugah dengan postingan Sobat dan mereka mengamalkannya, pahala berlipat ganda akan terus dialirkan pada Sobat meski sudah meninggal sekalipun.

3. Berbagi ilmu bukan untuk menyombongkan diri tapi ikhlas 
Ilmu dituntut dan dibagi bertujuan untuk mendapatkan manfaat positif, terlebih ilmu agama. Jangan sampai salah gunakan ilmu untuk menyombongkan diri bahkan untuk menghina orang lain. Tapi sampaikan dan bagilah ilmu dengan tujuan benar-benar berdakwah demi kebaikan.

Barangsiapayang menuntut ilmu untuk menghina orang-orang bodoh, atau untuk saling menyombongkan diri terbadap para Ulama atau untuk memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya, maka hendaklah ia mencari tempat duduknya di neraka. " (HR. At-Turmudzi).

4. Sampaikan ilmu dengan cara yang baik 
Bagaimana ilmu yang kita bagi  bisa sampai dan bermanfaat pada orang lain? Ketika kita bisa menyampaikannya dengan bahasa yang baik dan mudah diterima. Ada kalanya orang enggan dan tidak mengambil manfaat dari ilmu yang kita berikan karena cara kita yang kurang baik.

Orang-orang tidak suka dengan gaya bahasa yang menghujat, menekan, kasar dan menggurui. Ilmu sepenting apapun akan susah diterima karena bahasa yang kurang tepat. Jadi kita harus berpandai-pandai dalam menyampaikan ilmu agar mudah dipahami dan menggugah hati orang lain untuk mengamalkan.

Ketiga, Doa Anak Yang Shaleh
Tiada anugerah terbesar yang setiap orang tua melebihi anugerah dikaruniai anak-anak yang shaleh. Anak-anak yang menjadi investasi pahala di akhirat nanti. Sebab doa anak-anak yang saleh akan selalu mengalir pada orang tuanya. Bagaimana  agar investasi ini bisa kita dapatkan untuk bekal di akhirat nanti?

1. Memberikan pendidikan agama untuk anak 
Salah satu tanggung jawab setiap orang tua terhadap anaknya adalah mengajarkan  ilmu agama. Ilmu agama merupakan pegangan yang harus dimiliki untuk mengarungi kehidupan di dunia dan akhirat. Jika kita mendidik anak tentang ilmu agama sejak kecil maka dia akan  tumbuh menjadi anak yang shaleh. Anak yang shaleh akan senantiasa mendoakan orang tuanya meski orang tua telah meninggal.

2. Tunjukkan kasih sayang
Bagaimana cara agar seorang anak selalu mendoakan orang tuanya? Tunjukkan pada sang anak betapa besar kasih sayang kita terhadap mereka. Jangan pernah melakukan sikap-sikap yang menimbulkan kebencian di hati anak-anak.

Nah, Sobat itulah 3 investasi akhirat yang nilainya tidak akan pernah terputus serta beberapa tips untuk melakukannya. Alangkah ruginya jika kita tidak mempersiapkannya dari sekarang.

Semoga kita untuk terus berinvestasi untuk akhirat ya Sob. Mari berinvestasi untuk dunia sekaligus diniatkan dalam rangka ibadah. Mari menabung amal dan investasi di atas untuk hidup setelah mati. (Hijabers World)

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Rabu, 25 November 2015

9 Waktu Berharga Ini Penting Dijaga Agar Doa Cepat Menjadi Nyata

HIJABERSWORLD.COM---Sobat, sebagaimana diketahui, hanya di tangan Allahlah berlakunya segala sesuatu. Sekuat apapun berusaha, secerdas apapun pemikiran kita. Tetap saja segala keinginan, seluruh mimpi, segenap cita-cita hanya akan terwujud melalui izin Allah. Tiada yang bisa menyombongkan diri dengan mengingkari kuasa Allah. Dan doa adalah jalan buat kita meminta kepadaNya.

Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Al-Mu’min:  60 )

Muslimah kecil berdoa. Photo via hilalplaza


Setiap saat kita berdoa, baik itu untuk sebuah pencapaian yang ingin diraih, diberi kemudahan dalam kehidupan, diteguhkan hati, dikuatkan menghadapi cobaan serta berdoa untuk hal-hal lainnya. Mungkin diantara kita ada yang berfikir, kenapa doaku belum terjawab? Padahal aku sudah melakukan semua yang Allah perintahkan, melakukan ibadah dengan baik, memberi kebaikan untuk sesama, tetapi doaku tidak kunjung terkabul. Bukankah Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa setiap hambaNya? Apa Allah pilih kasih?

Astagfirullah, semoga lisan dan hati tidak pernah terlegincir mengucap hal tersebut ya Sob. Sebenarnya, ada waktu-waktu tertentu yang membuat doa cepat terkabul lho Sob. Waktu yang sangat dianjurkan agar doa semakin dekat menjadi nyata. Selama ini mungkin kita belum tahu sehingga menyia-nyiakan waktu berharga yang menyebabkan doa cepat terkabul.  Nah, agar bisa memanfaatkan waktu-waktu mulia tersebut agar tidak menjadi sia-sia, cari tahu yuk Sob, kapan saja waktu yang mustajab untuk berdoa.

Pertama, pada waktu sepertiga malam terakhir 
Apa Sobat rutin melalukan shalat tahajud? Biasanya Sobat melakukan shalat tahajud jam berapa? Kita sering mendengar kalau waktu yang paling utama untuk melakukan shalat tahajud adalah ketika sepertiga malam terakhir kan? Ternyata rahasianya adalah karena pada saat sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Siapa yang bersungguh-sungguh berdoa pada waktu tersebut, maka Allah akan kabulkan doanya.

Sebagaimana Rasulullah bersabda :

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Tabaraka wataa'la turun ke langit dunia pada setiap malam, yaitu pada 1/3 malam terakhir seraya berfirman, 'Siapa yang berdo'a kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu niscaya akan Aku berikan dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, hari arafah ( 9 Zulhijjah) 
Sobat sering puasa tanggal 9 Zulhijah? Selain menjadi waktu disunatkannya berpuasa, hari arafah ternyata juga menjadi waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Hari Arafah menjadi istimewa karena pada hari yang bertepatan dengan hari kedua pelaksanaan ibadah haji tersebut umat Islam berkumpul  di gunung Arafah untuk menyembah Allah. Dengan demikian Allah menjadikan hari Arafah menjadi istimewa tidak hanya bagi yang menjalankan ibadah haji tapi bagi seluruh umat Islam. Salah satunya dengan mengabulkan setiap doa pada hari tersebut.

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah :
Doa yang paling baik adalah doa ketika hari Arafah.” ( HR. At. Tirmidzi No. 3585.)

Apa mungkin kita pernah menyia-nyiakan hari istimewa ini Sob?  Kedepannya mudah-mudahan tidak ya Sob.

Ketiga, waktu ketika azan berkumandang 
Terkadang mungkin kita masih anggap remeh azan ya Sob. Maksudnya seperti ini, pada saat azan berkumandang, kita terkadang hanya tok berfikiran kalau itu pertanda masuk shalat. Padahal banyak keutamaan dari azan. Menghentikan segala aktifitas dan menyempatkan untuk menjawab azan adalah salah satu amalan dengan pahala yang sangat besar serta dapat menggugurkan dosa.  Berdoa sewaktu azan bahkan merupakan salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa.

Apabila pemanggil memanggil (muadzin mengumandangkan adzan) maka dibukalah pintu-pintu langit dan dikabulkan doa.” (HR. Abu Awaanah dalam musnadnya, Imam Al-Hakim dalam Mustadraknya dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ al-Shaghiir No. 803)

Keempat, waktu antara azan dan iqamah 
Sesudah azan menjelang iqamah juga merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah secara tegas bersabda :
Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Tirmidzi No.212, ia berkata: “Hasan Shahih”)
Semoga waktu-waktu singkat diantara azan dan iqamah bisa kita isi dengan memanjatkan doa ya Sob.

Kelima, waktu hujan turun 
Hujan adalah rahmat, begitu istilah yang kita sering dengar ya Sob.  Yup, benar sekali. Selain rahmat bagi bumi dimana tumbuhan  dapat tumbuh subur, sungai-sungai terairi dan udara terasa sejuk. Hujan ternyata menyimpan rahasia sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa.

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’ No. 3078)

Nah, sekarang tinggal kitanya nih Sob. Mau menunggu hujan berhenti sambil ngedumel dan mengeluh, atau memanfaatkan moment untuk meminta pada Allah. Mustajab lho Sob.

Keenam, setiap selesai shalat fardu 
Betapa penyayangnya Allah Sob yang sebenarnya memberikan banyak waktu-waktu mustajab buat kita berdoa. Bahkan disetiap kita selesai melakukan shalat wajib adalah waktu yang mustajab buat berdoa. Itu artinya 5 kali sehari.

Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib.” (HR. Tirmidzi No.3499)

Tidak mengapa  merendah kepada Allah karena memang Allah lah yang Maha Tinggi. Tidak mengapa meminta setiap saat karena memang Allahlah satu-satunya tempat kita meminta. Tidak apa mengulang doa yang sama, karena Allah suka hambanya yang bersungguh-sungguh dan tidak akan bosan dengan doa yang sama. Rugi kan Sob, setiap selesai salam kita langsung tinggalkan sajadah dan menyiakan kesempatan untuk dikabulkannya doa.

Ketujuh, pada hari Jum’at 
Sebagaimana kita tahu, Jum’at memang seolah menjadi hari yang cukup istimewa ya Sob di dalam Islam. Contohnya saja, ada shalat jum’at, adanya sunnah-sunnah tertentu pada hari Jum’at dan bahkan yang meninggal pada hari Jum’at merupakan salah satu pertanda husnul khotimah. Subhanallah. Selain itu, hari Jum’at menjadi lebih istimewa karena merupakan hari dimana mustajabnya doa.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda:

Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta”. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (HR. Bukhari No. 935, Muslim No. 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

Oya, Sobat sudah punya doa untuk dipanjatkan pada hari Jum’at nanti?

Kedelapan, ketika berbuka puasa 
Beruntunglah bagi mereka yang rajin melaksanakan ibadah puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah karena padanya terdapat banyak keutamaan. Tidak hanya manfaat pahala yang kita dapatkan ketika puasa, tapi juga kesehatan, sosial dan psikologi. Dan Allah menambahkan bonus luar biasa bagi mereka yang berpuasa dimana jika ia berdoa pada saat berbuka maka akan dikabulkan doanya.

"Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi.” (HR. Tirmidzi No.2528, Ibnu Majah No.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Yuk, kita tingkatkan frekuensi puasa sunnah yuk, Sob. Tapi ketika mau berbuka, jangan kalap kolak dulu ya. Manfaatkan waktu mustajabnya buat berdoa.

Kesembilan, waktu dhuha (setelah shalat dhuha) 
Menyempatkan sedikit waktu yang kita punya untuk melaksanakan shalat dhuha ternyata sangat banyak keistimewaannya. Diantaranya karena waktu dhuha merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Hal ini didasarkan pada sebuah riwayat.

Anas bin Malik RA berkata, saya melihat Rasulullah SAW pada waktu bepergian, melakukan shalat dhuha sebanyak delapan rakaat, setelah selesai beliau bersabda :

Sesungguhnya saya shalat penuh dengan harapan dan kecemasan. Saya memohonkan kepada Allah tiga hal lalu dikabulkannya dua dan ditolak yang satunya. Saya mohon supaya umatku jangan diuji dengan musim paceklik dan ini dikabulkan, saya memohon pula agar umatku tidak dapat dikalahkan oleh musuhnya dan ini pun dikabulkan, lalu saya memohon agar umatku jangan sampai terpecah belah menjadi beberapa golongan dan ini ditolakNya.” (HR. Ahmad, An Nasa’I, Al Hakim, dan Ibnu Khuzaimah)

Nah, Sobatku, itulah waktu-waktu istimewa yang barangkali sering terlewatkan oleh kita padahal merupakan salah satu rahasia terkabulnya doa.

Bagaimana Sahabat? Sudah mempersiapkan diri untuk berdoa? Kalau takut lupa, mungkin Sahabat bisa mencatatnya atau bisa berkunjung kembali di blog tempat berbagi informasi dan inspirasi Islami ini. Semoga kedepannya, kita semakin bisa memanfaatkan waktu-waktu mustajab tersebut ya. Apapun doa dan harapan Sobat, semoga Allah mengabulkannya.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih