Tampilkan postingan dengan label SPIRITUAL BEAUTY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPIRITUAL BEAUTY. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2016

IKHTIAR dan DOA, 2 Kunci Terwujudnya Takdir

HIJABERSWORLD.COM---Setiap saat kita selalu memohon yang terbaik. Allah mungkin sudah menjawab doa-doa kita secara tidak langsung. Sesuatu yang terbaik mungkin sudah ada dihadapan. Namun, kita sendiri yang tidak bisa mengenali karena mata, hati dan pikiran yang tertutup. Sesuatu yang diharapkan mungkin sudah sangat dekat tapi kita yang tidak bisa "menemukan" dan "melihatnya".

Bahkan ketika hati bicara bahwa sesuatu itu yang terbaik, kita sering mengabaikannya karena ego, nafsu dan keserakahan.  Kita berpikir " pasti masih ada yang lebih baik dari ini, ini masih kurang baik, saya ingin mendapat yang lebih baik dari orang lain dan sebagainya".

Kenali takdir dan siapkan diri menerima takdir
Mungkin juga kita tidak mendapat yang terbaik karena kita sendiri yang merasa "tidak layak" dan tidak siap dengan yang terbaik tersebut. Kalau memang begitu apa gunanya kita selalu memohon yang terbaik? Sementara ketika yang baik itu ada dan kita bisa mengenalinya, kita menghindari dan bahkan tidak mau menerima.

Jika memang menginginkan yang terbaik, maka juga harus berusaha menjadi yang terbaik. Tak peduli seperti apapun kekurangan yang dimiliki, setiap orang pantas mendapat yang terbaik selama hidupnya diisi dengan niat yang baik.Ketika kemudian Allah memberikan yang terbaik dihadapan, kita pun berusaha memantaskan atau melayakkan diri agar pantas mendapat yang terbaik itu. Bukan sebaliknya.

Jika  menghindari dan tidak mau "melayakkan diri" kenapa tidak berpuas diri saja menerima apa yang ada? Untuk apa meminta yang lebih baik sementara kita merasa minder menerimanya? Begitu kesempatan berlalu dan ketika tidak mendapatkan yang lebih baik dari sebelumnya kita pun meratapi.

“ Ya Allah, kenapa saya cuma mendapat yang seperti ini? 
“ Apakah saya tidak pantas mendapat yang lebih baik dari ini?

Allah selalu memberikan yang terbaik hanya saja kita yang tidak bersyukur dan tidak mau menjemput, ingin menunggu saja tanpa usaha. " Allah tidaklah menurunkan rezeki langsung dari langit. Namun, dibutuhkan "sesuatu" agar rezeki itu turun dari langit".

Dengan dalih memasrahkan diri dan keimanan, kita sering lupa bahwa sumber dan pintu rezeki itu harus dijemput bukan ditunggu. Kita selalu bilang bahwa Allah tidak pernah lupa dengan kita tapi itu bukan alasan bagi kita untuk tidak bertindak.

Sama seperti halnya makan, kita harus berusaha mengambil piring, nasi dan mengunyahnya. Kita tidak kenyang dengan sendirinya kalau kita tidak berusaha memakannya. Begitu juga dengan rezeki kita.

Berhenti menunggu, mulai menjemput
Memang Allah Penyayang dan Pengasih,
Memang Allah Maha Mendengar,
Memang seekor burung pun sudah dijamin Allah rezekinya, begitu juga dengan manusia.
Tapi apakah sudah berusaha untuk menjemput pemberian Allah itu atau hanya menunggu?

Meskipun paham, kadang kita masih lupa dalam dunia nyata bahwa pasrah itu setelah berusaha bukan sebelum berusaha.
Kalau belum berusaha untuk menjemput rezeki, bagaimana mungkin Allah akan memberikannya kepada kita?
Bahkan ketika sudah berusaha menjemput pun, belum tentu hasilnya sesuai harapan. Allah kadang masih menguji, menguji dan menguji.
Menjemput saja belum tentu membawa hasil apalagi hanya menunggu.

Kadang kita berpikir bahwa bila sesuatu telah ditakdirkan maka akan terjadi baik seseorang berusaha atau tidak. Kita harus selalu waspada agar tidak terjerumus pada kekeliruan tawakal terhadap takdir. Binatang saja yang tidak memiliki akal terus berusaha memenuhi keperluan hidupnya, apakah pantas manusia yang berakal berpikir bahwa Allah akan "menghidangkan" sesuatu begitu saja tanpa ada "SEBAB" ?



Dalam "Terapi Penyakit Hati", Ibnul Qoyyim al-Jauzi mengingatkan bahwa sesuatu ditakdirkan dengan berbagai sebab. Segala sesuatu ditakdirkan tidak lepas dari sebab-sebabnya. Oleh karena itu, bila seorang hamba membawa sebab tersebut, takdir pasti terjadi. Namun, bila ia tidak membawa sebab tersebut, takdir tidak akan terjadi.

Beberapa dari sebab itu adalah adanya IKHTIAR dan DOA.
Ketika orang lain lebih murah rezeki, bahagia dan impiannya terwujud, mungkinkah karena ikhtiar dan doa mereka jauh lebih banyak dari kita? Ya, itu mungkin saja karena mereka memang membawa "sebab" yang lebih banyak dibanding kita sehingga banyak harapannya yang menjadi nyata.

Tidak ada yang salah ketika kita meminta padaNya, yang kurang tepat adalah ketika kita hanya berdiam diri, mengandalkan doa tanpa usaha. Jika kita ingin mendapat yang terbaik dalam hidup kita, maka mengiringinya dengan membuat "sebab" sebanyak-banyaknya adalah sesuatu yang mutlak.

Memang tidak mudah tapi selama kita mau berusaha, tidak berpangku tangan, cepat atau lambat doa-doa kita akan terjawab karena siapa yang bersabar maka akan sampai pada tujuannya dan siapa yang bersunguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya. Sudah siap melipatgandakan IKHTIAR dan DOA, 2 kunci untuk mewujudkan takdir? [ HW/Fitzel]


Jumat, 03 Juni 2016

Ayo Raih Amal Ini !!! Mengungkap Rahasia Salah Satu Amalan Di Bulan Ramadhan

HIJABERSWORLD.COM----Dalam hitungan hari, kerinduan-kerinduan umat muslim yang membuncah pada bulan sya’ban akan segera berakhir. Kerinduan akan bulan penuh keberkahan akan segera  terobati dengan datangnya Ramadhan. Kenapa Ramadhan begitu dirindu? Bukankah ada sebelas bulan dalam setahun? Kenapa bulan Ramadhan yang paling dinanti?

Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan, dimana banyak amalan-amalan khusus yang dijanjikan Allah dengan pahala yang banyak. Tidak hanya amalan khusus, amalan-amalan sunnah biasa pun juga akan diberi ganjaran berlipat-lipat ganda pada bulan Ramadhan sehingga jika kita tidak melakukan amalan-amalan tersebut, maka alangkah meruginya kita karena banyak pula kesempatan mengumpulkan pahala yang dilewatkan.

Berbagi makanan.Photo via guardian


Selama ini mungkin kita cukup familiar dengan beberapa amalan khusus pada bulan Ramadhan seperti shalat tarawih, bersedekah dan tadarus. Namun tahukah Sobat? Bahwa ada satu amalan yang mungkin selama ini belum terlalu familiar bagi kita padahal mempunyai rahasia yang sangat bermanfaat bagi kita. Amalan tersebut adalah memberikan makanan berbuka untuk orang yang sedang berpuasa. Lalu apa saja rahasia yang terdapat pada amalan memberi makan orang yang sedang berpuasa ini?

Pertama, Mendapatkan Pahala Berpuasa Ganda
Jika berpuasa dan memberi makanan berbuka untuk mereka yang berpuasa, maka akan mendapatkan pahala puasa ganda. Selain pahala puasa diri sendiri, juga memperoleh pahala puasa orang yang diberi makanan berbuka asal dengan niat yang lurus tanpa riya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Barang siapa yang memberi buka orang yang puasa maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR Ahmad dalam Musnadnya, Tirmidzi dalam Jami’nya, Ibnu Majah dalam Sunannya, dan Ibnu Hiban dalam Shahihnya, dan dishahihkan oleh Tirmidzi)

Dengan jelas Rasululullah menyebutkan bahwa ketika seseorang memberi makan bagi orang yang berpuasa, maka pahala orang yang berpuasa tersebut juga sampai padanya. Bukankah ini merupakan hal yang sangat istimewa Sobat?

Kedua, Doa Yang Mustajab Dari Orang Yang Berpuasa
Sobat tentu sudah pernah mendengar bahwa salah satu doa yang mustajab adalah doa orang yang berpuasa. Apa hubungannya dengan memberi makan orang yang berpuasa? Tentu ada hubungannya Sobat. Mereka yang kita bantu mereka dengan memberinya makanan untuk berbuka akan membalas dengan doa saat mereka berbuka. Mereka akan menyertakan kita dalam doanya  sebab kita telah ikhlas berbagi rezeki dengan mereka. Dan ingat Sob, doa mereka mustajab. Doa mereka punya kesempatan besar untuk dikabulkan oleh Allah.

Ketiga, Mengasah Kepedulian Sosial dan Mendapatkan Kedamaian di Hati
Banyak kita mendengar, sebagai sesama umat muslim, kita harus saling peduli. Bahkan diibaratkan seperti tubuh yang apabila salah satu bagian sakit bagian lainnya juga turut merasakan sakit. Jika seorang muslim yang kurang beruntung merasa lapar, maka yang lainnya juga seharusnya turut merasakan laparnya saudara kita tersebut sehingga muncul kepedulian. Kepedulian yang bukan hanya sekedar kata kata peduli namun direalisasikan dalam tindakan nyata. Salah satunya adalah dengan berbagi rezeki pada mereka.

Memberikan makanan berbuka pada mereka merupakan salah satu wujud nyata dari kepedulian kita terhadap saudara muslim.  Pilihlah siapa yang rasanya paling pantas dan paling butuh mendapatkan rezeki dari kita sehingga bukan hanya pahala memberi makan yang kita dapatkan namun juga pahala membantu, manfaat bersedekah pada orang yang membutuhkan serta kedamaian hati yang didapat setelah berbagi. Percayalah Sobat, akan ada kedamaian batin yang luar biasa saat kita memberi pada orang yang membutuhkan. Memberi makan pada saat mereka lapar, memberi minum pada saat mereka haus.

Keempat, Selamat Dari Mubazir 
Pada bulan Ramadhan biasanya makanan yang tersedia lebih banyak daripada hari biasa. Menahan lapar dan haus seharian membuat semua makanan terasa sangat menggiurkan untuk disantap saat berbuka  nanti. Akibatnya kita menyiapkan berbagai macam masakan untuk berbuka, mulai dari  kolak, pudding,  minuman-minuman segar, aneka lauk , buah-buahan hingga cemilan. Padahal saat berbuka tidak semua akan habis termakan.

Coba sobat ingat-ingat lagi apa memang ini pernah terjadi? Ya, memang sering.  Makanan yang rasanya akan habis disantap saat berbuka malah bersisa tidak dimakan, menjadi mubazir. Rugi secara keuangan dan rugi secara pahala. Bukankah kita tahu mubazir itu teman setan?

Nah, agar hal ini tidak terjadi dan membuat kita mendaftarkan diri secara tidak langsung menjadi teman syaitan, bagaimana kalau kita kelola rezeki kita agar berkah dunia akhirat Sob? Caranya? Sisihkan sebagaian anggaran berbuka puasa kita yang banyak tersebut beberapanya untuk memberi makanan berbuka bagi saudara kita yang lain.

Tidak perlu buka puasa terlalu bermewah-mewah dan berlebihan sedangkan ada saudara kita yang mungkin hanya berbuka puasa dengan air putih saja. Mengalihkan sedikit rezeki kita ada mereka akan  membuat harta kita berkah di dunia tanpa mubazir serta menjadi tabungan pahala buat akhirat kelak.
Sobat sudah berencana untuk memberi makan orang yang berpuasa sebagai ladang pahala Ramadhan kali ini?  Semoga Ya Sob. [HW/Yefra Desfita Ningsih]

Kamis, 02 Juni 2016

[RAHASIA RAMADHAN] Ini 7 Daftar Ibadah Sunnah Ramadhan Bernilai Besar dan Sayang Dilewatkan

HIJABERSWORLD.COM---Bahagia itu sederhana, seperti ikan kecil bertemu danau, seperti bumi bertemu hujan, seperti pohon bertemu angin, seperti hati para muslim yang merindu di bulan sya’ban. Rindu Ramadhan. Ya, dalam hitungan hari kita InsyaAllah akan bertemu Ramadhan ya Sob. 30 hari mulia dari 366 hari selama setahun. 30 hari penuh berkah dari 366 hari selama revolusi bumi mengelilingi matahari. Bukankah itu artinya bulan Ramadhan sangat istimewa Sob? Ya, tentu saja.

Beribadah di bulan suci.Photo via islamichelp


Seperti istimewanya bulan dimana pertama kali Al-Qur’an diturunkan ini, terdapat juga amalan-amalan sunnah yang memberi kita kesempatan untuk mendulang pahala sebesar-besarnya. Ada amalan-amalan khusus yang hanya bisa kita lakukan pada bulan Ramadhan, serta ada pula amalan yang nilainya jadi berlipat ganda pada bulan Ramadhan yang sayang sekali kalau kita lewatkan.

Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya.” ( HR. Bukhari Muslim )

Apa saja amalan tersebut? Kita simak berikut ini yuk Sob.

Pertama, Shalat Tarawih
Salah satu ibadah sunnah yang hanya khusus kita laksanakan pada bulan Ramadhan adalah shalat tarawih. Moment shalat tarawih termasuk salah satu moment yang sangat kita nanti-nantikan selama bulan Ramadhan. Selain untuk menambah pundi-pundi amal, shalat tarawih berjamaah di mesjid juga menjadi salah satu media silaturahmi dengan sesama muslim lainnya serta madrasah untuk mendapatkan ilmu dari tausiah-tausiah yang menyertainya. Disisi Allah terutama, melaksanakan shalat tarawih akan mendapatkan ganjaran luar biasa dimana dosa-dosa akan diampuni bagi siapa yang sungguh-sungguh melaksanakannya karena Allah.

Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan kepada kalian, dan aku mensyariatkan kepada kalian agar mendirikan qiyam pada malam harinya (dengan shalat tarawih). Maka Barangsiapa yang berpuasa dan mendirikan qiyam pada malam harinya karena iman dan mengharap ridha Allah SWT niscaya keluar segala dosa-dosanya seakan ia baru dilahirkan dari rahim ibunya”.(Nasai, Ibnu Majah dan Musnad Imam Ahmad)

Dalam riwayat lain juga disebutkan :
Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman (membenarkan janji-janji Allah SWT) dan ihtisaban (mangharap ridha Allah SWT dan pahala) niscaya diampunkan baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari dan Muslim)

Kedua, Membaca Al-Quran
Membaca Al-Quran sebenarnya bukanlah amalan khusus pada bulan Ramadhan, sebab kita dianjurkan untuk selalu membaca Al-Quran setiap hari. Namun pada bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk lebih memperbanyak membaca Al-Quran sebab bulan Ramadhan merupakan bulan turunnya Al-Quran untuk pertama kali. Pada saat bulan Ramadhan diriwayatkan bahwa malaikat turut bersama orang-orang yang bertadarus pada malam bulan Ramadhan.

Jibril menemuinya pada tiap malam-malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya.” (HR. Bukhari No. 3220)

Ketiga, Shalat Sunnah
Amalan sunnah selanjutnya yang sangat sayang untuk dilewatkan adalah shalat-shalat sunnah selain shalat tarawih, baik itu shalat rawatib, shalat tahajjud dan juga shalat dhuha. Sebagaimana Allah telah menjanjikan bahwa ibadah akan bernilai ganda pada bulan Ramadhan begitu juga shalat sunnah. Sedangkan pada hari biasa saja Allah menjanjikan ganjaran luar bisa bagi orang-orang yang rajin shalat sunnah apalagi di bulan Ramadhan, bulan dilipatgandakannya segala amal.

Barang siapa yang shalat dalam satu hari satu malam dua belas rakaat, selain shalat wajib, dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga”. (H.R Muslim)

Keempat, Shadaqah
Salah satu rahasia bulan Ramadhan adalah agar kita tahu bagaimana saudara-saudara kita yang kurang beruntung hidup selama ini. Berpuasa mengingatkan dan menyadarkan kita bahwa betapa beratnya menahan rasa lapar saat tidak ada sesuatu yang dapat dimakan, bagaimana kering bibir menahan rasa haus saat tidak ada sesuatu yang dapat melepaskan dahaga.

Berpuasa sedikit banyaknya membuat kita merasakan rasa lapar dan haus yang saudara-saudara kita rasakan sepanjang hari. Bukan hanya dari terbit fajar sampai terbenam matahari, namun mereka mungkin mengalaminya selama  berhari-hari.

Hal ini akan menimbulkan tumbuhnya rasa kepedulian pada diri kita. Bagaimana caranya? Bersedekah. Bersedekah pada mereka yang hidup dalam kekurangan diharapkan dapat meringankan sedikit beban mereka. Memang Sob, bukan hanya pada bulan Ramadhan saja kita harus bersedekah, namun alangkah baiknya jika amalan ini kita tingkatkan pada bulan Ramadhan karena Rasulullah bersabda bahwa sebaik-baik shadaqah adalah shadaqah pada bulan Ramadhan.

Sebaik-baiknya shadaqah adalah shadaqah pada bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

Kelima, Memberi Makanan Berbuka Untuk Orang Berpuasa
Hal yang mungkin terlihat kecil terkadang bernilai sangat besar dimata Allah. Salah satunya adalah memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa. Hal ini merupakan salah satu amalan yang sangat sayang untuk kita lewatkan Sob, apalagi jika kita punya rezeki yang berlebih.

Daripada menghabiskan banyak uang untuk membeli makanan-makanan yang mahal yang nantinya malah akan mubazir, alangkah baiknya jika kita menyisihkan sebagiannya untuk membelikan lalu memberikannya pada orang-orang yang berpuasa sebagai makanan berbuka bagi mereka.

Kita bisa memberikannya ada anak-anak yatim, kaum-kaum dhuafa, atau siapapun itu yang sedang berpuasa dan pantas mendapatkannya. Ketahuilah Sobat, sungguh hal ini ternyata besar nilainya dimata Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah :

Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (Shahih Nasa’i dan Tirmidzi)

Semakin banyak orang yang kita sediakan menu berbuka baginya, semakin besar pula pahala yang akan kita dapatkan. Allah memberikan kita jalan untuk menyalurkan rezeki di jalan yang benar-benar mulia.

Keenam, Menyegerakan Berbuka Puasa
Amalan sunnah yang juga sangat sayang jika kita abaikan adalah menyegerakan berbuka puasa. Nah, kalau yang ini sudah pasti ya Sob. Kita mah 10 menit menjelang azan maghrib sudah tongkrongin meja makan serta menu-menu buka puasanya. Ternyata menyegerakan berbuka puasa termasuk salah satu sunnah puasa yang jika kita laksanakan mendapat pahala yang besar disisi Allah.

Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ketujuh, Makan Sahur
Selanjutnya kita juga disunnahkan untuk makan sahur sebelum fajar. Allah selalu menyiratkan rahasia dalam setiap amalan wajib maupun sunnah yang Allah perintahkan. Sahur bermanfaat untuk mempersiapkan diri menjalankan puasa pada siang hari. Sahur bermanfaat untuk menyimpan energi karena selama berpuasa kita tidak makan apa-apa. Nah, tidak malas bangun dini hari buat sahur kan Sob? Selain untuk persiapan untuk puasa, juga dapat pahalanya.

Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bukankah mendapatkan pahala Allah begitu mudah di bulan Ramadhan Sob, selagi kita ikhlas maka bulan Ramadhan benar-benar menjadi lahan untuk panen pahala sebanyak-banyaknya. Bukankah sangat sayang untuk kita lewatkan Sobat? Semoga amalan-amalan di atas bisa kita laksanakan sebaik-baikknya Ramadhan ini ya Sob,sebab tidak ada yang bisa tahu, akankan kita bisa bersua lagi di Ramadhan selanjutnya.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Selasa, 31 Mei 2016

Sudahkah Sobat Punya List Target Optimalkan Ramadhan Tahun Ini? 6 Target Berikut Bisa Jadi Pertimbangan dan Membantu

HIJABERSWORLD.COM---Bagi umat Islam, bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti, bulan yang dirindu-rindu. Bahkan jika boleh meminta, mungkin kita ingin Ramadhan sepanjang waktu. Kenapa? Sebab pada bulan Ramadhan  begitu banyak kemuliaan dan keberkahan yang menjadikannya sebagai bulan paling istimewa dibanding sebelas bulan lainnya.

Sekilas Tentang Keistimewaan Bulan Ramadhan
Kenapa bulan Ramadhan begitu mulia dan istimewa?

Pertama, bulan Ramadhan merupakan bulan dimana ayat Al-Quran ( Al-Alaq 1-5) pertama kali diwahyukan pada Rasulullah. Dimana merupakan permulaan turunnya cahaya serta petunjuk yang menjadi penuntun kita sampai saat sekarang ini hinggga akhr zaman nanti.

Kedua, bulan Ramadhan berupakan bulan penuh keberkahan dimana pintu-pintu surga dibuka seluas-luasnya sedangkan pintu neraka ditutup.

Ketiga, bulan Ramadhan merupakan bulan dimana terdapat suatu malam paling mulia diantara beribu-ribu malam yaitu malam Lailatul Qadr yang didambakan-dambakan bagi semua orang namun hanya orang-orang terpilih yang mendapatkannya.

Keempat, Ramadhan merupakan bulan pengampunan, dimana Allah membuka pintu taubat seluas-luasnya untuk mengembalikan hamba-hambaNya kembali pada fitrah. Selanjutnya, Ramadhan merupakan bulan dimana pahala ibadah-ibadah kita akan dilipat gandakan sehingga menjadi ladang pahala yang luar biasa bagi umat Islam yang mau mendapatkan berkahnya.

Ramadhan Mubarak.Photo via eidmubarakwishess


Begitu istimewa dan mulianya bulan ini, betapa meruginya kita apabila berkah dan kemuliaannya tidak bisa kita dapatkan dan kita optimalkan. Betapa meruginya kita jika pada bulan Ramadhan kita tidak dapat apa-apa kecuali haus dan lapar.

Beberapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga…" (HR Bukhari dan Muslim)

Padahal, betapa banyak keberkahan, kelimpahan dan pahala yang bisa kita dapatkan jika kita mengoptimalkan ibadah pada bulan yang dirindu-rindu ini. Hal-hal apa yang perlu kita lakukan dan tingkatkan untuk Ramadhan ini? Sudahkah Sobat menyiapkan target-target khusus bulan Ramadhan?

Target Ibadah Mengoptimalkan Bulan Ramadhan
Kita tidak pernah tahu Sobat, apakah kita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan selanjutnya. Karena itu, selagi masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan mulia ini, mari kita optimalkan ibadah selama bulan Ramadhan. Mari kita susun target-target ibadah agar Ramadhan menjadi lebih berkah.

Sobat sudah punya target-target tertentu? Kalau belum Sobat bisa menjadikan hal-hal berikut sebagai acuan target ibadah  bulan Ramadhan. Atau apabila sudah punya target mungkin ada yang bisa ditambahkan. Apa saja? Yuk kita lihat selengkapnya :

Pertama, Puasa Penuh Satu Bulan
Sebagaimana kita tahu, esensi utama bulan Ramadhan adalah berpuasa. Karena itu, ibadah utama yang harus kita jalani selain shalat tentunya adalah puasa sebab puasa merupakan hal yang wajib dilakukan selama bulan Ramadhan.

Targetkanlah untuk dapat berpuasa penuh selain masa haid agar ibadah puasa menjadi maksimal. Untuk mencapai target tersebut hal yang harus Sobat persiapkan adalah kesehatan. Tetap jaga asupan gizi selama berbuka dan sahur agar tubuh tetap fit untuk berpuasa sebulan penuh tanpa sakit.

Kedua, Merutinkan Shalat Tarawih
Meskipun ibadah sunnah, namun shalat tarawih merupakan ibadah sunnah paling utama selama bulan Ramadhan.

Barangsiapa yang shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai, maka akan dicatat baginya (pahala) shalat sepanjang malam.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, dan ia berkata hadits hasan shahih)

Targetkanlah untuk dapat menjalani sholat tarawih penuh selama sebulan. Susunlah rutinitas agar tidak ada rutinitas malam hari yang bisa mengganggu waktu Sobat untuk shalat tarawih.

Ketiga, Merutinkan Shalat-Shalat Sunnah
Selain shalat tarawih, rutinkan juga melaksanakan shalat-shalat sunnah seperti shalat sunnah rawatib, dhuha dan shalat tahajjud selama Ramadhan. Tahukah Sobat? Ibadah pada bulan Ramadhan memiliki pahala yang berlipat-lipat ganda. Bukankah sayang jika kita tidak mengambil pahala Allah tersebut?

Biasanya mungkin kita sediki sulit untuk bangun tengah malam untuk shalat tahajjud, namun sadarkah Sobat? Bulan Ramadhan memberi kita peluang seluas-luasnya untuk shalat tahajjud yaitu saat sebelum sahur.  Bangunlah kira-kira 15 menit sebelum jadwal sahur sehingga bisa Sobat gunakan untuk shalat tahajjud. Jika kita rutin melaksakannya pada waktu Ramadhan, pada bulan-bulan berikutnya insyaallah akan menjadi terbiasa.

Keempat, Khatam Al-Quran
Salah satu riwayat menyebutkan bahwa Jibril turun pada bulan Ramadhan pada orang-orang yang membaca Al-Quran. Itu sebabnya membaca Al-Quran pada bulan Ramadhan menjadi sangat istimewa.

Rasulullah  adalah orang yang paling dermawan dan lebih akan dermawan lagi di bulan Ramadhan ketika Jibril  menemuinya pada setiap malam, lalu saling membacakan Al-Qur’an dengannya.” (HR. Al-Bukhari)

Nah, jadikan baca Al-Quran sebagai salah satu agenda wajib amalan Sobat setiap harinya. Targetkan bahwa selama Ramadhan Sobat bisa menamatkan Al-Quran. Berat? Tidak Sob. Dalam Al-Quran terdapat 30 juz.  Targetkan satu juz sehari. Sehari kita shalat lima kali sehari semalam, bagilah satu juz tersebut pada tiap-tiap selesai shalat entah itu selesai shalat wajib, dhuha, tahajjud atau waktu-waktu renggang.  Bisa tamat? Pasti bisa Sobat, jika kita  bersungguh-sungguh. Sobat sudah tulis khatam Al-Quran sebagai salah satu target ibadah bulan Ramadhan?

Kelima, Memberi Makan Berbuka Bagi Orang Yang Berpuasa
Target ibadah selanjutnya yang wajib masuk pada agenda Ramadhan kita adalah memberi makanan berbuka  bagi orang yang berpuasa. Sobat sudah pernah baca hadits mengenai faidah atau manfaat memberi makanan berbuka pada orang yang berpuasa bukan? Pahala orang yang kita beri makanan tersebut juga sampai pada kita, pahala yang utuh tidak kurang satupun.

Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At-Tirmidzi)

Sobat bisa bayangkan semakin banyak yang kita beri makanan berbuka, semakin banyak pahala puasa yang dilimpahkan bagi kita. Jika Sobat punya rezeki berlebih, betapa mulia dan kerennya jika amalan ini  masuk pada salah satu list target ibadah Sobat.

Selain untuk mendapatkan pahala dari Allah, kita juga bisa saling berbagi kepedulian pada saudara-saudara kita yang mungkin kesulitan untuk mendapatkan makanan. Betapa berkahnya jika kita menjadi tempat penitipan rezki mereka. Daripada beli makanan banyak tapi mubazir, lebih baik dialokasikan pada yang berpahala dan bersifat membantu kan Sob?

Keenam, Meningkatkan Infak dan Sedekah
Amalan memberi makan orang yang berpuasa seiring dengan amalan bersedekah. Bersedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan.” (HR.Tirmidzi)

Nah, coba targetkan berapa sedekah yang bisa Sobat berikan untuk Ramadhan tahun ini. Berapa rezeki yang Sobat bisa sisihkan untuk diberikan pada orang yang membutuhkan. Targetkan dan sisihkan uang tersebut  dari sekarang agar sampai pada niat kita.

Banyak orang kekurangan disekitar kita, yang barangkali tidak punya apa-apa untuk  menyambut hari Idul Fitri walau hanya untuk sekedar beli  makanan. Mari kita sedikit lapangkan beban mereka dengan menyisihkan rezeki yang Allah limpahkan. Percayalah Sobat, menjadi tempat penitipan rezeki dari Allah untuk orang lain itu keren. Memberi sedikit kebahagiaan bagi orang lain serta menabung pahala untuk akhirat kelak.

Nah Sobat, itulah beberapa target ibadah yang bisa kita lakukan selama bulan Ramadhan. Kenapa kita butuh target? Agar kita punya tujuan jelas untuk diraih dan dicapai. Bahkan jika perlu, tuliskan target-target tersebut sebagai bentuk konkrit dari kesungguhan kita dan agar kita diingatkan jika lupa.

Letakkan di tempat yang mudah terlihat agar jika kita lengah kita bisa melihatnya kapan saja. Pada awalnya mungkin terlihat terpaksa Sobat karena harus berpatokan pada target, namun percayalah lama-lama hal tersebut akan menjadi kebiasaan yang dikerjakan secara ikhlas.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Kamis, 26 Mei 2016

Tahsin Al-Qur’an : Pengertian, Dasar dan Urgensinya

HIJABERSWORLD.COM----Setiap hari kita selalu mengucapkan ayat-ayat Allah, baik saat melaksanakan shalat, maupun saat membaca Al-Quran (mengaji) dalam berbagai kesempatan. Sebagai mukjizat yang paling luar biasa, membaca Al-Quran memiliki banyak sekali keistimewaan baik kelimpahan berkah hidup, penenang hati dan pahala disisi Allah. Allah bahkan menjanjikan 10 pahala disetiap satu huruf Al-Quran yang kita baca. Tapi sudahkah pahala tersebut benar-benar kita dapatkan? Sudah benarkah bacaan Al-Quran kita?

Muslimah membaca Al-Qur'an. Foto via themuslimtimes


Jika kita masih merasa bahwa bacaan Al-Quran kita belum baik atau jika ingin belajar lagi bagaimana menyempurnakan bacaan Al-Quran menjadi lebih baik dan lebih bagus, sebaiknya kita belajar tahsin dalam membaca Al-Quran? Apa itu tahsin? Sebelumnya, perlu kita ketahui dulu sekilas, kesalahan-kesalahan apa yang biasanya terjadi saat kita membaca Al-Quran.

Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Membaca Al-Quran
Disadari atau tidak, terkadang kita melakukan kesalahan-kesalahan dalam membaca Al-Quran  yang menyebabkan bacaan kita menjadi kurang sempurna. Kesalahan-kesalahan tersebut bisa dikategorikan menjadi dua bagian umum, yaitu :

Pertama, Al-Lahnul Jaliy
AL-Lahnul Jaliy merupakan kesalahan yang terdengar dengan jelas, baik oleh para ahli Al-Quran maupun oleh orang biasa. Kesalahan tersebut meliputi, perubahan bunyi huruf menjadi huruf lain, perubahan harkat, masalah mad, serta masalah tasydid. Kaidah-kaidah ini jika terjadi kesalahan akan sangat mudah dikenali.

Kedua, Al-Lahnul Khofiy
Al-Lahnul Khofiy adalah kesalahan membaca Al-Quran yang tidak mudah dikenali atau disadari oleh yang mendengar kecuali oang yang benar-benar paham ilmu tajwid. Kesalahan-kesalahan ini biasanya meliputi kaidah-kaidah tajwid yag cukup kompleks seperti mad wajib muttashil atau lazim dengan dua atau tiga harakat, masalah-masalah dengang seperti idgham gunnah dan bilaghunnah, ikhfa, izhar dan kaidah tajwid lainnya.

Pengertian Tahsin
Tahsin berasal dari bahasa Arab yaitu “‘hassana-yuhassinu’ yang berarti memperbaiki, memperbagus, meningkatkan, memperindah atau menjadikan lebih baik dari sebelumnya. Secara istilah tahsin didefinisikan sebagai kegiatan atau metode untuk menyempurnakan pengucapan huruf-huruf Al-Quran sebaik-baiknya mulai dari pengucapan huruf serta kebenaran tajwid-tajwid dan kaidah-kaidahnya.

Jumhur ulama sering menyamakan metode tahsin dengan metode belajar tajwid. Sebagaimana sudah kita sama-sama ketahui, tajwid yaitu mengeluarkan setiap huruf hijaiyah dari tempat keluarnya masing-masing sesuai dengan hak dan mustahaqnya.

Urgensi dan Dasar Diperintahkannya Tahsin Al-Quran
Al-Quran tertulis dalam bahasa Arab yang terdiri dari 26 huruf hijaiyah. Ada beberapa huruf hijaiyah yang pengucapannya hampir mirip namun akan membentuk kata-kata yang mempunyai maksud yang berbeda. Sedikit saja salah entah itu cara pengucapannya, harkat atau  panjang pendeknya hingga dengungnya bisa menyebabkan kesalahan makna dan arti. Itulah sebabnya kita sangat perlu mempelajari cara  membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Dalam beberapa firmannya, Allah SWT juga telah memerintahkan kita untuk membaca Al-Quran dengan baik dan benar agar kita bisa mendapatkan berkah dan pelajaran darinya sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Muzzamil ayat 4 berikut:

" Dan bacalah Al-Quran dengan tartil.” (Q.S. Al-Muzzammil 73: 4).

Pada ayat diatas secara gamblang Allah memerintahkan kita untuk membaca Al-Quran secara tartil atau sebenar-benarnya, baik pengucapan, dan harkat agar tidak menyalahi makna yang ada pada Al-Quran tersebut.

Rasulullah sebagai penerima mukjizat Al-Quran juga sudah mengingatkan kita untuk membaca Al-Quran dengan baik dan fasih sebagaimana terdapat dalam salah satu hadis beliau :
" Bacalah AlQuran dengan cara dan suara orang Arab yang fasih.” (HR. Thabrani)

Tahsin Merupakan Wujud Kesungguhan
Banyak yang “bisa” membaca Al-Quran. Bahkan banyak sekali yang mempunyai suara yang sangat bagus dan irama yang sangat bagus saat membaca Al-Quran. Namun belum tentu sempurna, dapat belum tentu tepat dan bagus belum tentu serius. Tahsin adalah salah satu bentuk kesungguhan dan penghormatan kita saat membaca Al-Quran.

Tidak hanya irama yang bagus saja yang menjadi perhatian, namun yang terpenting adalah tepat atau benarnya bacaan kita. Membaca Al-Quran dengan tepat dan benar menunjukkan keseriusan kesungguhan dan penghormatan kita terhadap Al-Quran yang merupakan ayat-ayat Allah.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Selasa, 24 Mei 2016

Shalat Istikharah, Tujuan, Tata Cara dan Kapan Pelaksanaan

HIJABERSWOLRD.COM---Hidup penuh dengan pilihan-pilihan sulit, begitu asumsi yang sering kita dengar ditengah masyarakat. Ya, benar Sobat. Akan masa-masa tertentu dimana kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit dalam hidup. Namun bagaimanapun pilihan tersebut harus diputuskan.

Shalat istikharah kapan saja tapi lebih tenang malam hari. Foto via islamweb.net


Terkadang plilihan tersebut amat sangat sulit hingga pertarungan logika maupun analisis rasa saja tidak cukup. Kemana kita kembali? Ya, pada siapa lagi? Allah. PadaNyalah kita minta untuk ditunjukkan, padaNya lah kita minta diberi kemantapan hati untuk memutuskan.

Dalam hal ini Allah telah memberi kita media khusus untuk itu. Ibadah khusus yang dimaksudkan untuk mendapatkan petunjuk kemantapan hati dalam memutuskan sesuatu atau menentukan sebuah pilihan. Media tersebut adalah shalat istikharah.

Pengertian Shalat Istikharah
Secara bahasa Istikharah mempunyai makna “memilih” atau meminta pilihan akan sesuatu sehingga mendapatkan pilihat yang tepat dan terbaik. Jadi shalat istikharah adalah shalat sunnah yang dilaksanakan dengan tujuan memohon bantuan dan petunjuk Allah untuk memilih diantara dua pilihan atau untuk memantapkan hati terhadap suatu keputusan.

Dalil disunnahkannya shalat istikharah terdapat dalam salah satu riwayat berikut:

Rasulullah SWT mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).

Shalat istikharah sering dilakukan saat orang-orang menemukan pilihan sulit dalam hidup dan ingin memilih yang terbaik demi tercapainya kebaikan dimasa yang akan datang. Pilihan-pilihan sulit itu umumnya terkait masalah jodoh, memilih pekerjaan, memilih pendidikan hingga masalah-masalah lainnya.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Istikharah
Pada dasaranya, pelaksanaan shalat istikharah sama saja dengan pelasanna shalat sunnah lainnya. Kecuali niat. Shalat istikharah dilakukan minimal dua rakaat. Bacaannya sama sebagaimana kita shalat biasa. Tidak juga ada ayat pendek tertentu yang disarankan setelah membaca surat alfatihah. Boleh membaca ayat pendek apa saja.

Namun, ada bacaan khusus yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat. Salah satu riwayat dari Jabir R.A menyebutkan setelah shalat istikharah. Sebuah hadits tentang do'a setelah shalat istikharah dari Jabir r.a mengemukakan bahwa do'a tersebut dapat berbunyi :

Alloohumma inni astakhiiruka bi'ilmika wa astaqdiruka biqudrotika wa as aluka min fadhlikal 'adzhiimi. Fainnaka taqdiru walaa aqdiru walaa a'lamu wa anta 'al-laamulghuyuubi. Alloohumma inkunta ta'lamu anna haadzal amro khoirun lii fii diinii wama'aasyii faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baariklii fiihi wa inkunta ta'lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii wa 'aajilihi fashrifhu 'annii washrifnii 'anhu waqdurlil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bihi.

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon  kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku  di dunia atau akhirat- sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”

Kapan Waktu Untuk Melaksankan Shalat Istikharah
Tidak ada waktu khusus untuk melaksanakan shalat istikharah. Shalat istikharah bisa dilaksanakan kapan saja baik pagi, siang, sore ataupun malam. Namun alangkah baiknya apabila memilih waktu-waktu dimana mustajabnya doa untuk dikabulkan Allah. Waktu yang sangat dianjurkan adalah pada sepertiga malam sebab sepertiga malam merupakan waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa pada Allah sebagaimana disebutan di dalam hadis :

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Tabaraka wataa'la turun ke langit dunia pada setiap malam, yaitu pada 1/3 malam terakhir seraya berfirman, 'Siapa yang berdo'a kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu niscaya akan Aku berikan dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain karena sepertiga malam merupakan waktu mustajab untuk berdoa, suasana malam yang hening juga bisa meningkatkan kekhusukan kita saat beribadah dan berdoa pada Allah SWT.

Allah kurang baik bagaimana lagi Sob, Allah  bahkan menolong kita untuk menentukan pilihan terbaik dalam hidup agar berkah dimasa yang akan datang. Apa Sobat punya keraguan saat ini? Apa Sobat punya pilihan yang sulit untuk diputuskan?

Mari kita kembalikan semuanya pada Allah. Allah akan berikan pentunjuknya. Melalui apa? Apa saja. Melalui mimpi, melalui kemantapan hati, dan apa saja  yang harus kita selalu yakini itulah hasil istikharah pada Allah maka itulah jalan terbaik. InsyaAllah.

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Minggu, 22 Mei 2016

Ini Daftar Puasa Sunnah Yang Harus Diketahui Beserta Keutamaannya

HIJABERSWORLD.COM----Selalu ada keutamaan dalam setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hambaNya. Bukan hanya sekedar kegiatan untuk kepentingan Allah namun sesungguhnya setiap ibadah adalah untuk manusia itu sendiri. Bagi yang melaksanakannya akan mendapatkan manfaat baik manfaat yang langsung terasa di dunia, apalagi manfaat pahala disisi Allah. Sedang yang tidak melaksanakan maka merugilah mereka.Salah satunya adalah puasa.

Puasa. Foto via islamcity


Bagi yang tidak tahu esensi puasa, puasa barangkali terlihat sebagai kegiatan”menyiksa diri”. Seharian kita tidak boleh makan dan minum walau setetespun.  Seharian kita harus menahan syahwat juga. Nafsu seolah dikekang.

Namun sesungguhnya dibalik itu semua, puasa sungguh menyimpan keistimewaan baik untuk fisik apalagi untuk jiwa manusia. Karena istimewanya ibadah puasa,Allah bahkan memilih satu bulan yang dikhususkan untuk beribadah puasa. Ya, benar bulan Ramadhan. Bulan dimana setiap umat Islam diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh.

Rasulullah menunjukkan pada umatnya bahwa pahala puasa tidak hanya bisa didapatkan pada bulan Ramadhan namun juga bisa dilakukan pada hari-hari tertentu. Berikut ini adalah macam-macam puasa sunnah, berserta keutamanaan-keutamaan bagi yang  melakukannya.

Pertama, Puasa Senin Kamis
Puasa Senin Kamis adalah salah satu puasa sunnah yang cukup familiar bagi setiap muslim dan paling banyak dilakukan.Puasa Senin dan Kamis menjadi salah satu amalan sunnah yang istimewa karena amalan dihadapkan pada Allah pada hari tersebut sehingga Allah akan langsung menerima amalan tersebut. Hal ini disebutkan dalam salah satu hadis Rasulullah berikut :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi No.747 Shahih dilihat dari jalur lainnya).

Disunnahkannya berpuasa pada hari Senin dan Kamis juga didasarkan pada hadis Rasululah sebagai berikut :

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis.” (HR. An Nasai No. 2360 dan Ibnu Majah No. 1739)

Kedua, Puasa 6 Hari Pada Bulan Syawal
Puasa Syawal maksudnya adalah puasa enam hari pada bulan Syawal. Puasa enam Syawal boleh dilakukan pada tanggal mana saja baik awal bulan ataupun akhir bulan, kecuali pada tanggal 1 sebab satu Syawal merupakan hari raya idul fitri dan merupakan salah satu hari diharamkannya puasa.

Tahukan Sobat bahwa bahwa puasa Syawal sangat istimewa dan sangat sayang untuk dilewatkan. Rasulullah dalam sabdanya menyebutkan bahwa puasa 6 hari dibulan Syawal sama nilainya dengan berpuasa selama setahun. Sangat sayang kalau untuk kita lewatkan kan Sob?

" Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia  seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim No. 1164)

Ketiga, Puasa Arafah
Puasa sunnah selanjutnya adalah puasa Arafah. Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijjah bertepatan dengan wukufnya jamaah haji di Padang Arafah. Karena itu umat Islam yang tidak sedang melaksanakan haji disunahkan untuk melaksanakan puasa pada tanggal tersebut.

Bagi orang yang melaksanakan puasa Arafah akan mendapatkan keutamaan yaitu dihapuskan dosa-dosanya pada apda tahun yang lalu serta  tahun yang akan datang. Betapa Murah Hatinya Allah memberikan kita cara-cara untuk menghapus dosa.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arofah? Beliau menjawab, ”Puasa ‘Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim No. 1162)

Keempat, Puasa Asyura
Puasa yang keistimewaannya juga hampir  sama dengan puasa Arafah adalah puasa pada hari Asyura. Hari Asyura merupakan hari kesepuluh pada bulan Muharram. Keutamaan puasa Asyura adalah dihapuskannya dosa-dosa setahun yang lalu. Hal ini dinyatakan dalam hadis RAsulullah sebagai berikut.

" Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu..” (HR. Muslim No. 1162).

Kelima, Puasa Daud
Rasulullah juga melakukan puasa sebagaimana puasanya Nabi Daud AS. Tata cara puasa Nabi Daud adalah puasa sehari dan berbuka sehari. Contohnya, hari Senin berpuasa, Selasa tidak, Rabu puasa, Kamis tidak dan seterusnya. Riwayat menyebutkan bahwa puasa Daud merupakan puasa yang paling disukai  Alllah sebab terlihat kesungguhan dalam melakukannya.

“…Yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari. Kemudian puasa sehari dan tidak puasa sehari. Keutamaannya adalah karena puasa ini adalah puasa yang paling disukai oleh Allah." (HR. Bukhari-Muslim).

Dalam riwayat lain Rasulullah juga bersabda:
Tidak ada puasa (yang lebih utama) diatas puasa Dawud Alaihisssalam, setengah tahun, berpuasalah sehari dan berbukalah sehari.” (HR.Bukhari No. 1879, Muslim No.1159)

Keenam, Puasa Sunnah 3 Hari Setiap Bulan
Selain pada tanggal-tanggal atau hari tertentu, puasa sunnah juga bisa dilakukan setiap bulannya selama 3 hari. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr, bahwasanya Rasululullah SAW bersabda :

Dan sesungguhnya cukup bagimu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,karena sesungguhnya bagimu pada setiap kebaikan mendapat sepuluh kali semisalnya,maka itu sama dengan berpuasa setahun penuh.” (HR.Bukhari No.1874, Muslim No.1159)

Juga dari hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata:
Teman setiaku Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memberi wasiat kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,mengerjakan shalat dua raka’at dhuha,dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur.” (HR.Bukhari No.1180)

Tanggal berarapakah 3 hari yang dimaksud tersebut? Terserah, boleh diawal maupun diakhir atau juga ditengah-tengah asalkan tidak pada waktu diharamkan berpuasa.

Ketujuh, Puasa Pada Bulan Sya’ban 
Selain bulan Ramadhan yang dikhususkan untuk melaknsanakan puasa wajib, bulan Sya’ban juga merupakan bulan baik untuk menjalankan puasa sunnah. Hal ini didasarkan pada sunnah Rasulullah yang mana beliau sering sekali berpuasa pada bulan Sya’ban sebagaimana diriwayatkan di dalam hadis berikut:

Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata:
Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR.Bukhari No.1868)

Salah satu keutamaan  puasa sunnah pada bulan Sya’ban adalah sebagai latihan dan pembiasaan untuk berpuasa sebulan penuh yang akan datang, yaitu bulan Ramadhan. Karena itu perbanyaklah puasa pada bulan Sya’ban, terserah mau hati pasa saja selainkan sehari atau dua hari menjelang memasuki Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah :

Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari dan dua hari, kecuali seseorang yang biasa berpuasa pada hari itu maka boleh baginya berpuasa." (HR.Muslim No.1082)

Kedelapan, Puasa Pada Hari-Hari Awal Bulan Zulhijjah 
Puasa sunnah selanjutnya adalah puasa pada permulaan bulan Zulhijjah. 10 hari pertama pada bulan Zulhijjah merupakan hari-hari yang sangat utama untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah, termasuk puasa. Hal ini berlandaskan pada salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, yaitu;

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah?" Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: "Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Abu Daud No. 2438, At Tirmidzi No. 757, Ibnu Majah No. 1727, dan Ahmad No. 1968. Shahih).

Keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas. Dalam riwayat lain juga disebutkan, Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya.” (HR. Abu Daud No. 2437. Shahih)

Sesungguhnya Allah memberikan kita jalan-jalan ataupun cara-cara untuk bisa mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Tinggal kita apakah mau mengambilnya sebagai bekal di kehidupan sesungguhnya di akhirat nanti, atau melewatkannya demi kesibukan dunia yang hanya sebatas persinggahan. Semoga Allah senantiasa membuka pintu hati kita untuk memilih ya Sob.

Penulis : Yefra Desfita Ningsih